Penyakit

Kanker Otak: Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kanker otak terjadi melalui sel-sel abnormal yang menggantikan sel lama karena faktor usia. Sel kanker berupa tumor mengakibatkan banyaknya tekanan pada otak. Tidak hanya memberikan tekanan pada otak, namun juga mengakibatkan kerusakan jaringan otak hingga kematian.

Tumor otak terdiri dari dua sifat, antara lain sifat kanker atau ganas, dan sifat non kanker atau jinak. Pengobatan kanker otak bervariasi, namun bergantung pada jenis, ukuran, dan letak tumor yang tersebar di bagian tertentu.

Kanker otak terjadi tidak hanya dimulai dari otak, namun juga berasal dari organ tubuh lain seperti hati atau paru-paru, lalu menyebar ke bagian atas hingga menjangkau bagian otak dan dapat memicu terjadinya kanker pada otak. Orang-orang yang berpotensi mengalami penyakit tersebut adalah orang yang berusia di atas 60 tahun.

Gejala

Gejala yang kemungkinan dialami penderita kanker otak cukup serius dan bervariasi. Gejala-gejala yang dialami antara lain:

  • Sering merasa sakit kepala.
  • Sering mengalami mual hingga muntah.
  • Penglihatan kurang jelas atau kabur.
  • Kesulitan dalam menjaga keseimbangan.
  • Kesulitan dalam menggerakan tangan dan kaki.
  • Kesulitan dalam berbicara.
  • Merasa kebingungan.
  • Perilaku yang cenderung berubah.
  • Kekejangan pada tubuh.
  • Gangguan pada telinga.

Penyebab

Penyebab kanker otak tidak dapat diketahui, namun bervariasi. Berdasarkan penelitian, ditemukan beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya penyakit kanker otak, antara lain:

  • Merokok.
  • HIV.
  • Genetik.
  • Lingkungan yang beracun.

Diagnosis

Jika Anda merasakan suatu gejala di bagian kepala, sebaiknya Anda tanyakan ke dokter, dan dokter akan membantu Anda untuk melakukan diagnosis untuk mengetahui jika ada indikasi berupa sel kanker atau tumor. Anda kemungkinan mengalami kanker otak jika rasa sakit di kepala memburuk.

Dokter akan melakukan diagnosis dengan sejumlah pemeriksaan yang meliputi:

  1. Pemeriksaan neurologis

Pemeriksaan neurologis meliputi sistem saraf untuk menguji pendengaran, keseimbangan, kekuatan, dan refleks. Kemungkinan tumor otak berkembang jika masalah terjadi pada bagian saraf tertentu.

  • Tes pencitraan

Tes pencitraan dapat dilakukan dengan menggunakan magnetic resonance imaging atau MRI. MRI digunakan untuk mengetahui letak tumor yang berkembang atau tersebar di bagian otak.

  • Biopsi

Cara lain berupa biopsi. Anda diperiksa dengan mengambil sampel dari jaringan otak dengan jarum. Jarum digunakan untuk menjangkau bagian sensitif pada otak yang kemudian akan diuji sampelnya untuk mengetahui seberapa besar atau kecil tumor berkembang di bagian otak.

Perawatan

Pengobatan kanker otak ditentukan berdasarkan jenis, ukuran, dan letak yang tersebar. Ada tiga cara yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Operasi

Operasi kanker otak dilakukan dengan mengangkat tumor yang tersebar pada bagian otak. Namun, terkadang dengan cara operasi tidak selalu berhasil. Dokter kemungkinan dapat mengangkat hanya sebagian yang tersebar supaya tidak merusak jaringan otak yang sehat.

  • Kemoterapi

Kegunaan obat kemoterapi adalah untuk mengecilkan dan mematikan sel kanker yang tersebar pada bagian tubuh.

  • Terapi radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar X-ray untuk membunuh sel kanker pada bagian otak. Dokter perlu berhati-hati dalam mencari dan membunuh sel kanker supaya tidak mengenai sel-sel atau jaringan yang sehat pada otak. Terapi radiasi juga memiliki efek samping yang berbeda pada setiap orang, tergantung pada jenis dan banyaknya radiasi yang didapatkan.

Anda sebaiknya ikuti arahan dokter dalam perawatan yang tepat untuk mencegah kanker otak, karena jika pengobatannya kurang tepat, kemungkinan gejala atau penyakit yang dialami semakin memburuk. Anda juga perlu lakukan apa yang dianjurkan dokter secara rutin. Pengobatan secara fisik seperti kemoterapi biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu untuk dijalankan.

Read More
Kesehatan Wanita

Pop Smear dan Kenali Gejala Waspada Kanker Serviks

Kanker serviks adalah jenis kanker yang bermula di serviks. Serviks adalah silinder berlubang yang menghubungkan bagian bawah rahim wanita dengan vagina. Pada umumnya, kebanyaka kasus kanker serviks bermula akibat sel-sel yang ada di permukaan serviks. Di Amerika Serikat sendiri, kanker serviks merupakan penyebab utama kematian pada wanita. Namun, hal tersebut berubah akibat Pop smear atau tes Pap untuk mendeteksi kanker ini yang dikenal meluas. Artikel ini akan membahas hal-hal seputar kanker serviks yang perlu Anda kenali dan waspadai.

Gejala kanker serviks

Banyak wanita yang menderita kanker serviks tidak menyadari mereka memiliki penyakit tersebut karena kanker serviks tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala hingga stadium akhir. Ketika gejala muncul, kondisi tersebut sering disalahartikan seperti kondisi menstruasi pada umumnya ataupun infeksi saluran kemih. Gejala kanker serviks yang paling umum seperti berdarah yang tidak seperti biasanya, misalnya masa antara menstruasi, setelah melakukan hubungan seksual atau setelah menopause; keputihan yang berbau dan terlihat berbeda dibandingkan biasanya; rasa sakit pada panggul, sering buang air kecil, dan rasa sakit saat buang air kecil. Apabila Anda merasakan gejala-gejala tersebut, hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan Pop smear.

Penyebab kanker serviks

Pada umumnya, kanker serviks disebabkan karena virus yang ditularkan melalui hubungan seksual seperti virus papilloma manusia (HPV). Ini adalah virus yang sama yang menyebabkan kutil pada daerah kemaluan. Ada 100 jenis virus HPV, namu 2 yang biasanya menyebabkan kanker serviks adalah HPV nomor 16 dan 18. Namun perlu diingat, meskipun Anda terinfeksi virus HPV, belum tentu Anda akan menderita kanker serviks. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh Anda akan menyingkirkan mayoritas infeksi HPV hanya dalam waktu 2 tahun. Virus HPV ini juga dapat menyebabkan kanker tipe lain pada wanita dan pria, seperti kanker vagina, kanker penis, kanker anus, dan kanker tenggorokan. HPV merupakan infeksi yang umum terjadi.

Perawatan kanker serviks

Kanker serviks dapat dengan mudah diobati apabila ditemukan sejak dini. Untuk itu, penting untuk melakukan tes yang disebut dengan Pop smear setiap 3 tahun sekali untuk mengetahui apakah Anda memiliki kanker ini atau tidak. Ada 4 jenis perawatan yang dilakukan untuk merawat kondisi ini, yaitu operasi, terapi radiasi, kemoterapi, dan terapi yang ditargetkan. Terkadang, terapi-terapi tersebut dikombinasikan untuk membuat perawatan menjadi lebih efektif.

  • Operasi

Tujuan dari operasi adalah untuk mengangkat kanker sebanyak mungkin. Terkadang, dokter hanya mampu mengangkat area serviks yang mengandung sel kanker. Untuk kanker yang sudah lebih menyebar, operasi dapat dilakukan dengan mengangat serviks dan organ yang ada di panggul.

  • Terapi radiasi

Radiasi dapat membunuh kanker sel menggunakan sinar-X energi tinggi. Sinar ini dapat dikirim melalui mesin di luar tubuh, dan juga dapat dikirim dari dalam tubuh menggunakan tabung yang diletakkkan di rahim atau vagina.

  • Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker di dalam tubuh. Dokter memberikan terapi ini secara berkala. Anda akan mendapatkan kemo dalam beberapa periode waktu. Anda kemudian akan berhenti mendapatkan perawatan kemo agar tubuh dapat pulih.

Kanker serviks akan lebih mudah diobati pada masa-masa perkembangan awal. Untuk itu, diagnosa lebih dini akan sangat bermanfaat agar kesempatan pemulihan menjadi lebih besar. Untuk itulah Anda harus melakukan Pop smear secara teratur, setidaknya sekali dalam 3 tahun.

Read More