Mengenal Penyebab dan Obat Gusi Bengkak

Adanya pembengkakan pada gusi sangat membuat tidak nyaman. Gusi bengkak yang tidak ditangani dengan tepat juga dapat memengaruhi tulang serta jaringan yang menopang gigi. Adapun obat gusi bengkak akan berbeda bagi tiap orang, sebab sangat tergantung pada penyebabnya.

Penyebab timbulnya pembengkakan gusi

Kondisi gusi bengkak umumnya ditandai dengan adanya pembesaran gusi atau gusi menjadi menggelembung dan menonjol. Pada kasus tertentu, pembengkakan gusi dapat cukup besar, sehingga menutupi gigi secara keseluruhan.

Sebetulnya, hal apa saja yang dapat menyebabkan gusi bengkak? Berikut ini beberapa hal yang mungkin jadi penyebab.

– Penumpukan plak pada gigi

Di dalam plak, terdapat banyak bakteri yang dapat mengganggu kesehatan gusi.

– Terjadinya gingivitis

Gingivitis merupakan suatu peradangan pada gusi. Tandanya, bagian gusi di sekitar akar gigi memerah.

– Infeksi virus atau jamur

– Pengaruh hormon pada masa kehamilan

– Adanya kebiasaan merokok

– Kekurangan gizi atau kekurangan vitamin C

– Efek samping obat-obatan tertentu.

Cara atasi gusi bengkak

Banyak orang yang keliru, menganggap nyeri yang timbul akibat gusi bengkak adalah gejala sakit gigi. Padahal obat gusi bengkak berbeda dengan sakit gigi. Bahkan cara penanganan atau obat gusi bengkak antara orang yang satu dengan lainnya pun berbeda, tergantung penyebab serta kondisi kesehatan orang tersebut.

Apabila Anda mengalami gusi bengkak, di bawah ini beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

1. Bersihkan karang gigi

Seperti disebutkan sebelumnya, gingivitis merupakan salah satu penyebab gusi bengkak. Radang tersebut biasanya dapat timbul karena adanya penumpukan sisa makanan di gigi dan gusi yang mengeras, pada akhirnya terbentuk plak.

Nah, bila gusi bengkak yang terjadi pada Anda disebabkan oleh gingivitis, maka langkah pertama yang dapat Anda lakukan adalah membersihkan karang gigi atau plak. Anda tentu tidak bisa melakukannya sendiri, tindakan ini harus dilakukan oleh dokter gigi.

Membersihkan karang gigi ini ini dapat menjadi obat gusi bengkak. Biasanya, karang gigi menjadi tempat menumpuknya bakteri dan jamur yang mengakibatkan peradangan gusi. Oleh sebab itu, setelah dibersihkan, gusi yang bengkak biasanya perlahan normal kembali.

2. Menjaga kebersihan gigi dan mulut

Beberapa ibu hamil mengalami gusi bengkak karena perubahan hormon, cara paling sederhana untuk mengatasi kondisi tersebut dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Disarankan untuk menyikat gigi dua kali sehari dan membersihkan sisa-sisa makanan serta kotoran di sela-sela gigi, menggunakan benang gigi. Apabila terdapat banyak karang gigi, disarankan untuk melakukan prosedur pembersihan karang gigi di dokter gigi.

Ketika menyikat gigi, disarankan untuk menggunakan sikat gigi berbulu halus agar tidak melukai gusi.  Sementara waktu, hindari penggunaan obat kumur yang berbahan terlalu keras atau mengandung alkohol.

3. Pembedahan

Gusi bengkak juga dapat terjadi akibat pertumbuhan gusi berlebih karena efek samping obat-obatan serta terjadinya abses. Kondisi ini merupakan infeksi bakteri yang menimbulkan benjolan di gusi yang berisi cairan.

Obat gusi bengkak yang disebabkan oleh abses atau pertumbuhan gusi berlebih adalah dengan melakukan pembedahan.

– Pembedahan abses

Untuk membuat gusi kempis seperti semula, dokter gigi akan mengeluarkan cairan yang terdapat di dalam benjolan. Setelah pembedahan, dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi.

– Pembedahan pertumbuhan gusi berlebih

Metode pembedahan untuk mengatasi pertumbuhan gusi berlebih bisa dilakukan secara manual atau laser. Anda dapat berdiskusi dengan dokter terkait kelebihan dan kekurangan kedua metode tersebut.

Obat gusi bengkak memang tidak bisa berdiri sendiri, kebanyakan harus dikombinasikan satu sama lain. Berkonsultasilah dengan dokter gigi untuk memperoleh perawatan yang komprehensif.

Read More

Atasi Batu Ginjal Dengan ESWL

Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy atau disingkat ESWL merupakan sebuah prosedur medis untuk merawat beberapa jenis batu ginjal dan batu-batu lain di organ tubuh, seperti kantong empedu dan hati. Batu ginjal terbentuk ketika mineral dan zat-zat lain yang berada di dalam urin membentuk kristal di ginjal, yang membentuk masa solid yang biasa disebut dengan istilah batu ginjal. Batu ginjal ini dapat terdiri dari batu-batu kristal berukuran kecil yang halus ataupun berukuran besar dan tajam. Biasanya, batu ginjal akan keluar dari dalam tubuh secara alami saat seseorang buang air kecil. Akan tetapi, terkadang tubuh tidak mampu mengeluarkan batu ginjal yang berukuran besar lewat urin. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan ginjal. Orang-orang yang menderita batu ginjal akan merasakan pendarahan saat buang air kecil, rasa sakit yang teramat sangat, dan juga infeksi saluran kemih. Saat batu ginjal menyebabkan hal-hal tersebut, dokter biasanya akan merekomendasikan lithotripsy.

Bagaimana lithotripsy bekerja?

Extracorporeal shock wave lithotripsy, atau disingkat ESWL, merupakan salah satu prosedur lithotripsy yang paling umum dijumpai. Prosedur medis ini menggunakan gelombang suara untuk menghancurkan batu ginjal berukuran besar agar menjadi berukuran kecil. Kata ‘extracorporeal’ memiliki arti ‘di luar tubuh’. Dalam hal ini, kata tersebut mengacu pada sumber dari gelombang kejut yang digunakan. Pada saat prosedur medis ESWL dilakukan, sebuah mesin yang disebut lithotripter digunakan untuk menghasilkan gelombang kejut. Gelombang tersebut akan merambat ke dalam tubuh pasien dan menghancurkan batu ginjal yang ada.

Sejarah pengguaan prosedur ESWL pun cukup panjang, dengn teknik medis ini sudah ada sejak tahun 1980an. Dengan cepat, ESWL menggantikan prosedur bedah sebagai tindakan medis perawatan penyakit batu ginjal. ESWL adalah sebuah prosedur yang non-invasif, sehingga sama sekalit tidak membutuhkan proses pembedahan. Karena sifatnya yang non-invasif, tindakan medis ini relatif lebih aman. Selain itu, pasien dapat dengan cepat sembuh seperti sedia kala apabila mendapatkan prosedur medis non-invasif.

Untuk durasi prosedur ESWL, sekurang-kurangnya 45 menit hingga satu jam prosedur ini akan dilakukan. Dokter juga akan memberikan anestesi (baik dalam bentuk lokal, regional, ataupun general) sehingga Anda tidak akan merasakan rasa sakit yang berarti. Setelah prosedur dilakukan, pecahan batu akan disingkirkan dari ginjal atau ureter, sebuah tabung yang menghubungkan ginjal dengan usus, melalui buang air kecil.

Persiapan sebelum ESWL

Sangat penting untuk memberi tahu dokter apabila Anda sedang berada dalam obat-obatan resep tertentu, obat OTC, ataupun mengonsumsi suplemen. Beberapa jenis obat-obatan seperti aspirin, ibuprofen, dan warfarin atau obat-obatan pengencer darah lain, dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk membekukan darah dengan baik. Dokter mungkin akan meminta Anda untuk berhenti mengonsumsi obat-obatan tersebut sebelum prosedur dilakukan. Namun, jangan berhenti mengonsumsi obat yang telah diresepkan kecuali dokter Anda meminta hal tersebut.

Beberapa orang mendapatkan ESWL dengan anestesi lokal, yang akan membuat mati rasa area yang mendapatkan ESWL untuk menghindari rasa sakit. Namun, kebanyakan orang akan mendapatkan anestesi general, yang akan membuat pasien tertidur selama prosedur ESWL berlangsung. Apabila Anda akan mendapatkan anestesi general, dokter akan menyuruh Anda untuk tidak minum ataupun makan selama kurang lebih 6 jam sebelum prosedur dilakukan. Selain itu, rencanakan teman ataupun anggota keluarga untuk mengantar Anda pulang setelah prosedur berlangsung. Karena anestesi general akan membuat Anda merasa mengantuk.

Read More

Hubungan Biopsi dengan Penyebaran Sel Kanker

Barangkali Anda mengetahui bahwa dokter umumnya menyarankan biopsi apabila ada dugaan penyakit kanker. Namun, banyak orang yang takut menjalani prosedur medis yang satu ini. Beredar anggapan bahwa tindakan tersebut hanya akan memicu penyebaran sel kanker serta membuatnya lebih ganas.

Jadi, sebenarnya apa sih fungsi biopsi? Apakah hanya dilakukan pada pasien yang diduga mengalami penyakit kanker? Benarkah biopsi justru akan menyebabkan sel kanker menyebar dan menjadi lebih ganas?

Mengenal fungsi biopsi

Biopsi merupakan prosedur yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis dengan cara mengambil jaringan atau sampel sel dari tubuh. Sampel tersebut diuji di laboratorium serta dilihat di bawah mikroskop. Umumnya, hal ini dilakukan oleh tim dokter patologi anatomi.

Secara sederhana, dengan biopsi tim medis akan mengetahui kondisi jaringan atau sel pada bagian tubuh tertentu, yang dicurigai mengalami gangguan.

Biopsi sebetulnya dapat dilakukan untuk mendiagnosis beberapa gangguan medis, diantaranya:

– Kanker

Prosedur medis ini dapat dilakukan untuk mengetahui bagian tubuh yang ditumbuhi oleh sel kanker. Selain mengetahui keberadaannya, biopsi juga dapat membantu untuk mengetahui stadium dan serta jenis kanker yang dialami.

– Sirosis

Tindakan biopsi dapat membantu dokter untuk menegakkan diagnosis terkait gangguan hati, seperti sirosis dan tentu saja kanker hati.

– Ulkus peptik

Adanya luka pada usus atau ulkus peptik juga dapat diketahui dengan melakukan prosedur biopsi.

– Infeksi

Identifikasi adanya infeksi serta mikroorganisme penyebabnya juga dapat dilakukan dengan biopsi.

Meski demikian, biopsi memang lebih banyak dilakukan pada pasien yang diduga menderita kanker.

Tipe-tipe biopsi

Dokter biasanya menyarankan biopsi apabila Anda mengalami gejala tertentu, yang mengarah pada kanker atau beberapa masalah medis yang telah disebutkan sebelumnya. Di mana masalah medis tersebut menyebabkan perubahan jaringan. Tindakan ini juga dibutuhkan ketika prosedur diagnosis lain tidak cukup.

Berikut ini beberapa tipe biopsi yang umum dilakukan:

– Biopsi sumsum tulang, ditujukan untuk mengetahui kelainan yang terjadi pada darah.

– Biopsi endoskopi, tindakan biopsi ini dilakukan bersamaan dengan prosedur endoskopi.

– Biopsi kulit, untuk mengambil sampel jaringan pada lesi yang mencurigakan, seperti tagi lalat yang terus tumbuh.

– Biopsi jarum halus, umumnya dilakukan untuk mengambil sampel jaringan dair benjolan yang tampak.

– Biopsi dengan pembedahan, dilakukan apabila tipe biopsi lain tidak dapat menjangkau jaringan yang perlu diambil.

Saat mendengar tentang tindakan biopsi, cukup banyak orang yang khawatir tindakan ini akan terasa sakit. Namun, biasanya dokter memberikan bius terlebih dahulu sebelum mulai prosedur biopsi. Pemberian bius ini memang sangat tergantung kebutuhan dan tipe biopsi yang dilakukan.

Sebagai contoh, untuk biopsi jarum halus, dokter hanya akan memberikan bius lokal. Sedang apabila jaringan yang diambil dari organ dalam, maka dokter kemungkinan besar akan memberikan bius total.

Kaitan biopsi dengan penyebaran sel kanker

Cukup banyak orang yang diduga mengalami kanker, tidak mau menjalani prosedur biopsi sebab khawatir tindakan tersebut justru akan membuat sel kanker menyebar. Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa tindakan biopsi akan memperparah kondisi kanker yang dialami seseorang.

Sebuah penelitian justru menyatakan sebaliknya, bahwa risiko sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain akibat biopsi itu sangat kecil. Tim medis pun akan melakukan berbagai cara untuk mencegah terjadinya penyebaran sel kanker atau metastasis. Contoh, jarum yang digunakan dalam biopsi sudah steril dan berbeda untuk tiap bagian tubuh, sehingga menghindarkan kemungkinan sel kanker ‘terpindah’ dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya.

Secara umum, tindakan biopsi justru sangat membantu tim medis untuk menentukan langkah terapi yang perlu dilakukan.

Read More
Uncategorized

Berteman Dengan Mantan: Bagaimana Dampaknya?

Berteman dengan mantan merupakan pilihan masing-masing orang

Hubungan dengan pasangan adalah salah satu tantangan yang berat yang perlu manusia hadapi. Jika hubungan tidak membaik, mereka kemungkinan akan putus hubungan dan sebagian manusia merasa susah untuk melanjutkan hidup. Namun, sebagian orang juga rela jika hubungannya tidak cocok sebagai pasangan (pacar, tunangan, atau suami-istri) dan akhirnya mereka menjadi mantan. Sebagian orang merasa bahwa berteman dengan mantan adalah hal yang baik.

Suatu hubungan memang perlu dipertahankan. Di sisi lain, jika mereka sudah menikah dan jika hubungannya memburuk, situasi akan menjadi semakin fatal. Sebuah pasangan kemungkinan akan cerai jika hubungan rumah tangga tidak dapat dilanjutkan, dan jika mereka punya anak, mereka akan merebut hak untuk mengurus anak.

Walaupun demikian, ada baiknya jika seseorang ingin tetap melanjutkan hubungan dengan mantan, karena ingin menjaga interaksi tetap berjalan baik satu sama lain. Selain itu, seseorang yang berteman dengan mantan dapat melanjutkan hidup dan menunjukkan sikap yang dewasa.

Alasan Seseorang Perlu Berteman Dengan Mantan

Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal American Psychological Association, berteman dengan mantan bisa saja dilakukan, karena ada beberapa aspek atau alasan yang meyakinkan mereka untuk berteman dengan mantan. Berikut adalah alasan mereka ingin tetap menjalin hubungan dengan mantan:

  • Keamanan

Walaupun seseorang telah putus dengan pasangan, mereka merasa butuh mantan untuk memberikan dukungan secara emosional atau nasihat tentang kehidupan pribadinya seperti masa depan.

  • Tunjangan

Banyak pasangan yang sudah menikah, namun cerai, tetap membutuhkan tunjangan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal untuk dirinya dan anak mereka.

  • Menghargai perasaan mantan

Seseorang tetap ingin menjalankan hubungan dengan mantan sebagai teman karena menghargai keinginan mantan pasangan agar perasaan mereka tidak dilukai lagi.

  • Masih ada perasaan

Walaupun sudah putus dengan pasangan, mereka masih memiliki perasaan terhadap mantan karena mereka peduli terhadap mantan pasangannya sehingga mereka bisa menjadi teman.

Jika Anda mengalami hal yang serupa, Anda sebaiknya pertimbangkan hal tersebut, apakah berteman dengan mantan dapat memberikan kelebihan atau kekurangan bagi Anda. Berhubungan dengan mantan sebenarnya merupakan pilihan Anda, namun Anda perlu memilih dengan bijak.

Keputusan Mengenai Hubungan Dengan Mantan

Sebagian orang merasa hubungan mereka perlu dipertahankan, walaupun setidaknya sebagai teman, namun sebagian orang memilih untuk tidak berhubungan lagi dengan mantan. Berikut adalah alasan-alasan mengapa seseorang perlu mempertahankan atau mengakhiri hubungan dengan mantan pasangan:

  1. Mempertahankan hubungan dengan mantan

Salah satu alasan mengapa seseorang perlu menjaga hubungan dengan mantan adalah jika mereka sudah punya anak, mereka ingin memastikan hubungan yang baik demi mengurus anak.

Alasan lain yang menjadi pertimbangan mengapa perlu mempertahankan hubungannya adalah dapat mendukung satu sama lain. Seperti yang dijelaskan di atas (dari aspek keamanan), seseorang membutuhkan nasihat orang lain, termasuk mantan, untuk menjalani hidup.

  1. Mengakhiri hubungan dengan mantan

Ada baiknya jika mereka mengakhiri hubungan mereka dengan mantan karena mereka dapat berkencan lagi, namun dengan pasangan lain.

Alasan lain bagi seseorang untuk tidak berhubungan dengan mantan lagi karena pernah mengalami kekerasan fisik atau mental, apalagi dalam rumah tangga, sehingga mereka merasa tidak akan berhubungan lagi di masa depan.

Alasan lain yang menjadi pertimbangan adalah jika mereka berkencan lagi, pasangan baru akan merasa iri jika tahu seseorang masih berhubungan atau berteman dengan mantan sehingga membuat situasi menjadi rumit.

Berteman dengan mantan memang menjadi pilihan yang perlu seseorang pikirkan secara matang. Mereka perlu ambil tindakan yang tepat agar tidak dapat merugikan mereka sendiri di masa depan.

Read More
Penyakit

Sudah Tahu Cara Mengobati Tipes dengan Bahan Alami?

cara mengobati tipes secara alami

Tipes menjadi salah satu penyakit yang populer di Indonesia. Penyakit dengan nama lain demam tifoid ini terjadi lantaran infeksi bakteri Salmonellia typhi. Penderita tipes akan terkulai lemas lantaran tubuh merasakan demam bersuhu tinggi, sakit kepala, sakit perut, mual, konstipasi, maupun diare. Tipes bisa jadi berbahaya jika kita tidak tahu atau tidak menjalankan cara mengobati tipes dengan baik.

Umumnya, seseorang yang menderita tipes akan dirawat di fasilitas kesehatan agar mendapat perhatian khusus dari petugas medis. Namun, ternyata tipes bisa juga disembuhkan di rumah. Cara mengobati tipes ini cukup dengan bahan-bahan alami yang mudah didapat lantan terdapat di sekitar kita. Lantas, apa saja bahan-bahan alami yang dimaksud? Berikut di antaranya:

  1. Jaga Asupan Cairan

Orang-orang yang mengidap penyakit tipes cenderung mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Hilangnya cairan dalam tubuh itu lantaran pengidap tipes juga mengalami diare. Oleh karenanya, menjaga asupan cairan ke dalam tubuh menjadi cara mengobati tipes paling dasar. Pasalnya, tidak tercukupinya kebutuhan cairan dalam tubuh akan membuat proses penyembuhan penyakit tipes menjadi lebih lama

Cairan yang bisa dan harus diminum tidak sebatas air mineral aja. Sumber cairan lainnya bisa didapatkan dari jus, teh herbal, dan cairan-cairan bernutrisi lainnya. Jangan lupa buat minum oralit atau oral rehydration therapy agar cairan tubuh yang hilang dapat tergantikan.

  1. Konsumsi Pisang

Bahan alami selanjutnya yang dapat mencegah tipes adalah pisang. Kandungan pektin atau serat larut dalam pisang dapat menyerap cairan di usus, sehingga dapat menurunkan diare. Selain itu, kandungan kalium pada pisang berfungsi untuk menggantikan eletrolit yang hilang akibat diare dan demam.

Agar cepat pulih, dianjurkan untuk mengonsumsi 2-3 buah pisang setiap harinya atau kamu juga bisa mencampurkan dua buah pisang dengan setengah cangkir yogurt dan satu sendok teh madu. Konsumsi selama 2-3 kali setiap hari.

  1. Cuka Apel Jadi Salah Satu Cara Mengobati Tipes

Cuka sari apel ternyata memberikan segudang manfaat untuk tubuh, termasuk mengembalikan energi pada pasien tipes. Sifat asam dari bahan alami ini dapat membantu mengeluarkan panas tubuh sehingga mengurangi suhu tubuh secara perlahan. Kandungan mineralnya pun dapat menggantikan mineral yang hilang karena diare.

Ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan demam tipes dengan cuka sari apel. Pertama, campurkan setengah sendok teh cuka sari apel dan sedikit madu dalam segelas air. Selanjutnya, minum larutan ini sebelum makan selama 5 sampai 7 hari.

Cara yang kedua, campurkan cuka sari apel dan air hangat dengan perbandingan 1:2. Rendam kain lap dalam cairan tersebut, peras, dan letakkan di dahi dan perut. Celupkan kembali saat kain lap sudah agak dingin dan ulangi sampai demam Anda turun.

  1. Rasakan Khasiat Bawang Putih

Selain sebagai bumbu masakan, bawang putih juga memiliki banyak khasiat buat kesehatan. Salah satunya, menjadi cara mengobati tipes.

Kandungan-kandungan dalam bawang putih, yang salah satunya adalah antioksidan, bekerja sebagai pembersih darah jika dijadikan asupan. Dengan kata lain, bawang putih membantu kerja ginjal dalam menyingkirkan zat-zat yang tidak diinginkan tubuh.

Agar manfaatnya benar-benar terasa, konsumsilah bawang putih dalam keadaan mentah atau setengah matang. Tidak cuma menyembuhkan tipes, mengonsumsi bawang putih juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

  1. Cengkeh Mengandung Sesuatu yang Baik bagi Penderita Tipes

Cengkeh dapat membantu mengurangi tingkat keparahan diare dan muntah yang disebabkan oleh tipes karena sifat antibakteri pada kandungan minyak esensialnya.

Cara membuatnya mudah, masukkan 5-7 kuncup cengkeh dalam air mendidih dan rebus hingga airnya tersisa setengah. Setelah larutan menjadi dingin, minum secara rutin disiang hari selama minimal satu minggu.

  1. Jangan Remehkan Daun Selasih

Daun basil atau lebih dikenal dengan daun selasih, adalah salah satu bahan alami yang efektif mengobati tipes. Daun selasih memiliki khasiat antibiotik dan antibakteri yang dapat menghambat bakteri Salmonella typhi dalam tubuh. Selain itu, bahan alami ini juga membantu menurunkan demam, menghangatkan perut, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cara meraciknya pun cukup mudah, yakni:

  • Siapkan 20 helai daun selasih, 1 sendok teh jahe yang dihancurkan, dan 1 gelas air
  • Rebus semua bahan hingga larutan berkurang setengahnya
  • Tambahkan sedikit madu untuk menambah rasa manis
  • Minum larutan tersebut sebanyak 2 sampai 3 kali sehari hingga masa pemulihan.

Nah, itulah kira-kira beragam bahan alami yang dapat digunakan sebagai cara mengobati tipes. Kendati bahan-bahan tersebut dinilai ampuh untuk mengatasi keluhan yang diderita seseorang yang menderita tipes, tetapi pemeriksaan dan pantauan dari dokter juga punya peran penting. Oleh karenanya, jika sakit tak kunjung reda, segeralah datangi fasilitas kesehatan terdekat.

Read More