Kesehatan Wanita

Bahan-Bahan Alami yang Dipercaya Mampu Atasi Adenomiosis

Ada berbagai macam masalah kewanitaan. Ada yang terlihat sepele, ada pula yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Masalah kewanitaan itu seluruhnya berkaitan dengan organ reproduksi mereka. Satu yang cukup serius adalah adenomiosis.

Adenomiosis merupakan istilah untuk menjelaskan kondisi di mana terdapat pertumbuhan jaringan tidak normal di rahim. Jaringan endometrium (jaringan yang melapisi rahim) ada di dalam dan tumbuh menerobos dinding otot rahim (miometrium) itulah yang disebut dengan adenomiosis. Mudahnya, adenomiosis adalah penebalan dinding rahim.

Pertumbuhan atau penebalan dinding rahim tersebut akan mempengaruhi sistem reproduksi wanita. Hal itu memungkinkan terjadinya peningkatan frekuensi darah yang “dibuang” pada masa menstruasi. Lebih lanjut, adenomiosis ini juga akan membuat siklus bulanan wanita itu terasa lebih berat dan menyakitkan dari biasanya.

Meski tidak selalu berbahaya, tetapi adenomiosis cenderung mengganggu kesehatan reproduksi. Ada banyak laporan mereka yang mengalami kondisi ini menjadi salah satu penyebab sulit memiliki keturunan. Selain itu, adenomiosis ini dapat mempengaruhi kondisi psikologis wanita.

Ada banyak cara mengobati adenomiosis. Mendatangi tenaga atau fasilitas kesehatan mungkin masih menjadi langkah favorit. Namun, tak sedikit kalangan memilih cara alternatif dengan memanfaatkan berbagai bahan alami untuk mengatasi masalah ini. Ada berbagai bahan alami yang diyakini mampu mengatasi masalah dan gejala dari adenomiosis, di antaranya:

  • Kulit Manggis

Sudah banyak laporan atau studi yang mengungkap kandungan gizi dalam buah manggis memiliki khasiat untuk kesehatan dan kecantikan. Kulit manggis memiliki khasiat melebihi daging buahnya karena mengandung antioksidan paling tinggi.

Buah manggis kaya akan vitamin B1, B2 dan C, serta kalsium, potassium, sodium, dan zat besi. Manggis juga mengandung xanthone, mangostin, garsinon, flavonoid, epicatechin, spingomyolinase, dan gartanin.

Kandungan xanthone tertinggi, yaitu 40 persen, terdapat pada kulitnya. Dengan kandungan xanthone yang tinggi (123,97 mg/ml) ini, kulit manggis yang dapat membunuh penyakit dan memperbaiki sel yang telah rusak serta melindungi sel-sel di dalam tubuh. Xanthone adalah substansi kimia alami, yang tergolong senyawa polyhenolic yang dapat digunakan sebagai zat untuk mengatasi berbagai penyakit, termasuk adenomiosis.

  • Daun Sirsak

Daun Sirsak/Graviola diuji secara laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil test menunjukkan khasiat daun sirsak secara efektif memilih target dalam membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda-beda.

Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mencermati banyaknya khasiat akan tanaman sirsak, mulai dari daun, batang, hingga buahnya. Hasil penelitian yang dilakukan mereka menunjukkan bahwa daun sirsak mampu menyerang dan menghancurkan sel-sel kanker.

Penelitian lain yang dilakukan oleh The National Cancer Institute pada tahun 1976 silam pun mengungkapkan bahwa salah satu khasiat utama dari sirsak adalah antitumor dan antikanker.

Pemanfaatan daun sirsak sebagai obat-obatan di Indonesia sebenarnya bukan hal yang baru. Secara turun temurun khasiat daun sirsak telah dimanfaatkan oleh orang Indonesia untuk mengatasi beberapa penyakit.

Berdasarkan data dan hasil penelitian, daya kerja zat antikanker di dalam daun sirsak 10.000 kali lebih kuat dalam membunuh dan memperlambat pertumbuhan sel kanker secara alami dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo yang biasa digunakan.

  • Kunyit

Kunyit adalah salah satu pilihan terbaik untuk mengobat adenomiosis. Kandungan kurkumin dalam kunyit dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh yang disebabkan oleh adenomiosis.

  • Teh dan Jahe

Komponen aktif seperti geingerol dalam jahe memberikan sifat anti-inflamasi. Ketika teh jahe dikombinasikan dengan madu, akan menjadi obat yang luar biasa untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit yang terkait dengan adenomiosis.

Beberapa bahan yang disebut di atas merupakan alternatif pengobatan adenomiosis yang jamak dilakukan. Anda bisa membuat sendiri atau membeli obat dengan kandungan bahan-bahan di atas. Namun, jika gejala dan keluhan yang Anda rasakan tak kunjung reda meski telah melakukan upaya di atas, ada baiknya segera datangi tenaga atau fasilitas medis untuk mendapatkan diagnosis yang memadai terkait kondisi Anda.

Read More

Kenali Lemak Subkutan yang Bermanfaat, Tapi Bisa Berbahaya

Secara umum, tubuh kita terdiri dari dua jenis lemak utama, yaitu lemak visceral dan lemak subkutan. Organ-organ tubuh kita dibalut oleh lemak visceral. Bila kadarnya tidak terkendali lemak ini juga dapat menimbulkan risiko penyakit.

Lalu, bagaimana dengan lemak subkutan?

Mengenal lemak subkutan

Sesuai namanya, lemak subkutan terletak di lapisan terdalam kulit. Jadi, berbeda dengan lemak visceral yang terletak di dalam tubuh dan membalut organ, lemak subkutan berada di bawah kulit dan bisa kita “pegang”. Sebagai contoh, Anda dapat merasakan lemak pada perut yang buncit.

Apabila kadarnya terkendali, lemak subkutan memiliki manfaat bagi tubuh, antara lain untuk menyimpan energi, melindungi otot dan tulang dari benturan ketika jatuh, menjadi jalan untuk saraf dan pembuluh darah antara kulit dan otot, membantu mengatur suhu tubuh, serta mengaitkan kulit dermis dengan otot dan tulang melalui penghubung khusus. Fungsinya cukup vital, ya?

Sayangnya, jika kadar lemak subkutan terlalu tinggi, bukan hanya manfaat yang akan kita dapat berbagai gangguan kesehatan pun dapat muncul. Beberapa penyakit yang dapat dipicu oleh tingginya kadar lemak subkutan ini seperti penyakit jantung dan stroke, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, gangguan tidur apnea, penyakit ginjal, perlemakan hati, hingga jenis kanker tertentu.

Penyebab terbentuknya lemak subkutan dan cara menguranginya

Faktor keturunan atau genetik termasuk yang memegang peranan dalam kadar lemak subkutan yang dimiliki oleh seseorang. Akan tetapi, gaya hidup juga turut berpengaruh.

Asupan kalori yang lebih besar dibanding kalori yang dikeluarkan, tidak banyak bergerak, massa otot kecil, jarang melakukan aktivitas aerobik, termasuk beberapa hal yang dapat meningkatkan kadar lemak subkutan di dalam tubuh. Adanya penyakit diabetes serta resistensi sel tubuh terhadap insulin juga dapat memengaruhi kadar lemak subkutan.

Pada kondisi demikian, Anda perlu berusaha mengurangi kadar lemak ini. Berikut ini, cara yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan kadar lemak subkutan.

– Menjaga pola makan

Hal pertama yang perlu Anda pastikan bila ingin menurunkan kadar lemak subkutan adalah jumlah kalori yang masuk harus lebih sedikit dibanding jumlah kalori yang dibakar atau digunakan.

Rekomendasi dari American Heart Association dan American College of Cardiology, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan buah, sayur, biji-bijian, serta kacang-kacangan. Komponen serat harus menjadi bagian yang banyak Anda konsumsi.

Asupan protein pun tetap perlu diperhatikan. Namun, upayakan untuk konsumsi protein yang rendah lemak.

Di samping itu, sangat disarankan untuk mengurangi komponen makanan yang dapat meningkatkan berat badan, seperti gula, garam, dan lemak jenuh.

– Rutin berolahraga

Sudah bukan rahasia lagi bahwa olahraga merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga kesehatan. Tek terkecuali untuk menjaga berat badan dan menurunkan kadar lemak.

Nah, Anda dapat melakukan olahraga kardio yang mampu membakar banyak kalori. Contohnya, berenang, berlari, jalan kaki, bersepeda, atau skipping.

Untuk meningkatkan massa otot dan membantu membakar lemak, Anda juga dapat menambahkan olahraga angkat beban. Jenis olahraga angkat beban juga dapat membantu melancarkan metabolisme.

Kini, Anda sudah mengetahui bahwa lemak subkutan bermanfaat bagi tubuh, namun dapat menimbulkan masalah jika kadarnya berlebihan. Kadar lemak subkutan ini dapat diketahui berdasarkan angka Indeks Massa Tubuh (IMT). Anda cukup membagi tinggi badan dengan berat badan Anda. Bila hasilnya antara 18,5-24,9, berarti IMT Anda normal.

Bagaimana jika lebih dari angka tersebut? Anda perlu waspada dan mulai menerapkan pola hidup sehat.

Read More
Penyakit

Diagnosa dan Perawatan Peritonitis

peritonitis

Peritonitis merupakan peradangan pada peritoneum, sebuah selaput seperti sutra yang melapisi dinding perut dan menutup organ-organ tubuh di dalam perut, yang karena adanya infeksi bakteri dan jamur. Peritonitis dapat terjadi akibat adanya perpecahan di perut, atau sebagai bentuk komplikasi kondisi medis tertentu lain. Peritonitis membutuhkan perhatian medis yang cepat dan segera untuk melawan infeksi dan, apabila diperlukan, merawat kondisi medis penyebab penyakit ini. Perawatan peritonitis biasanya terdiri dari antibiotik dan operasi. Apabila tidak dirawat, peritonitis dapat menyebabkan infeksi di seluruh tubuh yang parah dan fatal.  Apabila Anda sedang dalam terapi dialisis peritoneal, Anda bisa mencegah terjadinya peritonitis dengan mengikuti kebiasaan kebersihan yang baik sebelum dan sesudah dialisis dilakukan. 

Kapan Anda harus menghubungi dokter?

Peritonitis dapat menjadi sebuah kondisi yang mengancam nyawa apabila tidak dirawat dan diobati secepatnya. Segera hubungi dokter apabila Anda merasakan sakit di perut, perut terasa kembung, dan rasa kenyang yang diikuti oleh demam, mual dan muntah, keluarnya cairan urin dalam jumlah sedikit, haus, serta tidak mampu buang angin. Apabila Anda sedang menjalani terapi dialisis peritoneal, hubungi penyedia layanan kesehatan apabila cairan dialisis Anda keruh dan terlihat adanya gumpalan-gumpalan asing. Selain itu, waspadai apabila area di sekitar kateter mengeluarkan bau yang tidak normal serta muncul tanda-tanda kemerahan disertai rasa sakit. 

Diagnosa penyakit peritonitis

Apabila Anda memiliki gejala-gejala peritonitis seperti yang disebutkan sebelumnya, hubungi petugas medis guna mendapatkan perawatan dan pengobatan secepatnya. Menunda-nunda perawatan dapat membahayakan nyawa Anda. Dokter akan bertanya seputar riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik penuh. Dokter juga akan menyentuh dan menekan bagian perut Anda, yang mungkin akan memberikan sedikit rasa sakit atau tidak nyaman. Selain itu, ada beberapa jenis tes yang akan dilakukan untuk mendiagnosa peritonitis, termasuk:

  • Tes darah, disebut juga jumlah darah komplit (CBC), yang akan mengukur jumlah sel darah putih. Jumlah sel darah putih yang tinggi biasanya menjadi tanda adanya peradangan dan infeksi. Kultur darah juga dapat membantu mengidentifikasi bakteri yang menyebabkan infeksi dan peradangan. 
  • Apabila Anda memiliki penumpukan cairan di perut, dokter akan menggunakan jarum untuk mengambilnya dan mengirimnya ke laboratorium untuk mendapatkan analisa cairan. Kultur cairan tersebut dapat membantu dalam proses identifikasi bakteri.
  • Tes pencitraan, seperti pemindaian CT dan sinar-X dapat menunjukkan adanya sobekan atau lubang pada peritoneum Anda. 

Apabila Anda sedang mendapatkan terapi dialisis, dokter dapat mendiagnosa peritonitis berdasarkan tampilan cairan dialisis yang terlihat keruh. 

Perawatan penyakit peritonitis

Langkah pertama dalam mengobati peritonitis adalah menentukan penyebab penyakit tersebut. Perawatan biasanya terdiri dari pemberian antibiotik untuk melawan infeksi dan obat-obatan untuk mengatasi rasa sakit. Apabila perut Anda terinfeksi, memiliki abses, dan apendiks yang meradang, Anda membutuhkan operasi untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi. Apabila Anda sedang menerima terapi dialisis ginjal dan memiliki peritonitis, Anda mungkin harus menunggu hingga infeksi benar-benar sembuh untuk menerima dialisis lanjutan. Apabila infeksi terus terjadi, Anda mungkin harus berganti mendapatkan tipe dialisis lain yang berbeda. 

Perawatan peritonitis Anda harus dimulai segera untuk menghindari adanya komplikasi fatal dan serius. Beberapa komplikasi tersebut di antaranya adalah infeksi aliran darah dan infeksi di seluruh tubuh (sepsis). Sepsis akan terus menyebar ke seluruh tubuh dan dapat menyebabkan kematian dan kegagalan organ tubuh.

Read More
Olahraga

Pedoman & Prosedur Melakukan Latihan Skot Jump dengan Aman

Skot jump atau squat jump merupakan salah satu aktivitas fisik yang digunakan sebagai “pemanasan” atau stretching sebelum melakukan olahraga utama. Kendati hanya merupakan latihan “sampingan”, tetapi latihan skot jump memiliki banyak manfaat bagi kondisi tubuh yang melakukannya.

Skot jump bisa membuat bagian-bagian bawah tubuh seperti lutut, pinggul, dan bokong menjadi kuat. Selain itu, skot jump juga mampu memperkuat hamstring, tulang, ligamen dan tendon di bagian bawah tubuh. Gerakan skot jump pun dapat membangun anabolik yang berguna untuk pembentukan otot seluruh tubuh.

Namun, di balik segudang manfaatnya, skot jump juga memiliki banyak risiko jika tidak dilakukan dengan baik dan benar. Oleh karenanya, penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana cara melakukan skot jump yang benar. Berikut penjelasannya:

  1. Lakukan Pemanasan untuk Menghindari Cedera

Seperti kegiatan olahraga lainnya, pemanasan dan peregangan saat penting untuk menghindari cedera atau ketegangan. Mulailah dengan meningkatkan detak jantung, kemudian ikuti arahan di bawah ini sebagai pemasanan sebelum skot jump:

  • Peregangan statis versus dinamis: Peregangan statis adalah tipe peregangan yang mengharuskan Anda menahan posisi selama waktu tertentu (biasanya 15–30 detik). Peregangan dinamis (aktif) memerlukan gerakan terkontrol melalui berbagai gerakan. Peregangan dinamis kadang dianjurkan karena pemanasan dengan bergerak hanya memiliki risiko cedera rendah. Contoh peregangan dinamis adalah memutar bahu, mendendangkan kaki, jongkok sumo, memutar kaki, dan menekuk lutut.
  • Jangan Menekuk punggung dan Pastikan Dada Tetap Tegak

Tulang belakang harus lurus (dengan lengkung alami seperti ketika berdiri tegak). Dengan memastikan pinggul tetap di belakang dan dada terangkat, tulang belakang juga akan tetap lurus. Kebanyakan orang mulai malas ketika lelah dan punggung mereka mulai membungkuk. Ini berbahaya dan tidak efektif. Walaupun lelah, Anda harus tetap berfokus pada tulang belakang.

Tulang belakang membungkuk dapat menyebabkan cedera yang sangat serius.

Jika Anda tidak dapat melakukan satu repetisi dengan benar, jangan lakukan sama sekali.   Postur yang tidak benar akan berakibat buruk.

  • Berat Badan Berpusat di Tumit, bukan di Jari

Anda harus dapat mengangkat dan menggoyangkan jari kaki. Beban di jari kaki akan membuat lutut tegang. Jadi, Anda harus bertumpu di tumit dengan mantap ketika melakukan latihan skot jump.

  • Pastikan Posisi Lutut Sudah Benar

Jangan biarkan lutut tertarik atau “tertekuk ke dalam”. Posisi itu akan membahayakan lutut. Dorong lutut ke posisi yang benar saat skot jump untuk menghindari postur yang buruk. Lutut harus lebih banyak diam, menekuk sedikit, tetapi pastikan posisinya tidak bergerak selama latihan. Jika Anda merasa pengaruhnya terasa di gluteus (pinggul), berarti gerakan Anda sudah benar.

  • Fokuskan untuk menjaga lutut ke arah luar, dan mendorong dari tumit, bukan jari kaki.
  • Jangan biarkan lutut maju lebih dari jari kaki karena posisi itu meningkatkan kemungkinan kerusakan tendon patela dan ligamen di lutut.
  • Lutut mungkin bergerak ke depan sedikit, tetapi tidak apa-apa. Namun, pastikan posisinya tetap di atas kaki dan tidak melebihi jari.
  • Perhatikan Keluar Masuk Napas

Pengaturan napas begini akan memanfaatkan ritme alami tubuh sehingga Anda dapat mengakses banyak udara dan melakukan squat jump dengan lancar.

  • Secara umum, tarik napas saat “memulai” latihan, seperti meregang. Dan embuskan saat Anda melepaskan.

***

Itulah berbagai pedoman agar aktivitas latihan skot jump Anda bisa berlangsung dengan baik, benar, dan yang terpenting aman. Jangan berlebihan ketika melakukan semua aktivitas olahraga, termasuk skot jump. Sebab, aktivitas fisik yang berlebihan justru akan menyebabkan masalah pada kondisi tubuh Anda.

Read More
Hidup Sehat

Cermat dalam Perawatan Luka Bakar: Hindari Kesalahan Ini

Ada sejuta kemungkinan seorang manusia mengalami luka bakar, mulai dari tahap yang paling “sepele” hingga kondisi terparah. Bahkan di rumah yang notabene adalah tempat kita berlindung tetap menyimpan bahaya itu. Mulai dari kecelakaan ketika memasak, terkena setrika, sampai “tersengat” knalpot kendaraan. Kita harus cermat dalam melakukan perawatan luka bakar, sebab bila salah bukan tidak mungkin dampaknya akan serius.

Secara umum luka bakar dibagi ke dalam tiga tingkatan. Luka bakar akibat paparan sinar matahari masuk ke dalam tingkatan yang paling rendah atau tingkat pertama; luka bakar tahap kedua biasanya disebabkan oleh cairan panas, seperti air mendidih atau minyak panas; sedangkan tingkat yang terakhir terjadi karena kulit langsung terpapar oleh api, listrik, atau petir. Kendati demikian, intensitas waktu paparan, apa pun penyebabnya, juga menentukan tahapan luka bakar.

Di Indonesia sendiri, penggunaan pasta gigi sebagai pertolongan pertama perawatan luka bakar lazim dilakukan. Namun, ternyata aktivitas itu merupakan suatu kesalahan. Nah, agar kita tak lagi melakukan kesalahan serupa, di bawah ini ada beberapa macam kesalahan dalam perawatan luka bakar. Berikut informasinya:

  1. Menggunakan pasta gigi

Alasan di balik penggunaan pasta gigi untuk meredakan luka bakar merupakan cara yang salah lantaran efek dingin yang diberikan pasta gigi hanya bersifat sementara dan sama sekali tidak membantu kesembuhan luka. Pasta gigi memang memberikan efek dingin pada kulit. Namun, ide ini tak layak untuk diaplikasikan.

Hal ini berlaku juga dengan butter atau jenis krim lain yang tidak diperuntukkan khusus untuk perawatan luka bakar. Kandungan minyak dari produk ini malah menahan panas, berlawanan dengan apa yang diupayakan. Penggunaan bahan-bahan dengan niat untuk menyembuhkan malah bisa menimbulkan masalah baru.

  • Mengompres dengan es

Saat kulit terasa seperti terbakar, seseorang cenderung mencari sesuatu yang instan untuk mendinginkan luka. Salah satu cara instan yang sering digunakan adalah dengan menggunakan es batu.

Luka memang cepat terasa dingin. Namun, penggunaan es akan memperlambat aliran darah ke area luka. Selain itu, es juga dipercaya bisa merusak jaringan kulit.

  • Menyiram dengan air susu

Meski jarang, tetapi ada kelompok orang yang menggunakan air susu untuk meredakan rasa panas akibat luka bakar. Cara ini tidak disarankan lantaran bisa memicu luka ke arah yang lebih parah. Gary Golderberg, seorang asisten profesor dermatologi klinis di Icahn School of Medicine, Mount Sinai, New York, menjelaskan bahwa susu tidak bisa menyerap ke dalam kulit. Malah, bakteri pada susu bisa berkembang biak dan memicu infeksi.

  • Menutup bekas luka dengan perban

Memang benar jika luka perlu ditutup agar terhindar dari paparan bakteri dan mempercepat proses penyembuhan. Namun, hal yang berbeda berlaku pada kasus luka bakar. Pada bekas luka bakar, kebiasaan menutup dengan perban berisiko membuat kulit yang terbakar menempel pada perban saat harus dilepas.

Dikutip dari laman resmi Palang Merah Inggris, alih-alih membalutnya dengan perban, luka bakar sebaiknya ditutup dengan lembar bening atau plastik untuk mencegah infeksi.

  • Memecahkan Lepuhan

Kulit yang mengalami luka bakar seiring dengan berjalannya waktu akan menimbulkan lepuhan. Lepuhan itu bersisi cairan. Meski terlihat menggoda jangan sekali-kali mencoba memecahkan lepuhan tersebut seorang diri. Bila lepuhan terasa mengganggu minta bantuan dokter untuk mengempeskannya.

Lepuhan yang dipecahkan dengan sembarangan akan membuat kulit rusak sehingga menimbulkan risiko terpapar oleh bakteri, virus, kuman, atau hal lain yang ada di sekitar kita. Hal itu berjalan lurus dengan kemungkinan terjadinya infeksi di bagian yang luka.

***

Lantas, bagaimanakah penanganan dan perawatan luka bakar pertama yang bisa dilakukan? Para ahli sepakat bahwa ketika seseorang mengalami luka bakar, hal pertama yang bisa dilakukan adalah cukup menyiram dengan air mengalir untuk mendinginkan luka. Penggunaan air mengalir bisa menurunkan rasa panas, mengurangi rasa sakit, dan meminimalisir pembengkakan sekitar bekas luka bakar.

Setelah itu, jika dirasa perlu berdasarkan tingkat keparahan luka, seseorang bisa langsung merujuk dirinya ke dokter atau fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan luka bakar lanjutan. Penanganan dan perawatan luka bakar ini penting dan punya kaitan dengan “hasil” atau bekas luka di kulit pada kemudian hari.

Read More