Hidup Sehat

Selain Bayi, Hewan Peliharaan juga bisa Keracunan Nikotin

hewan peliharan juga dapat keracunan nikotin

Nikotin merupakan senyawa kimia yang diolah dari berbagai tanaman, termasuk tembakau. Nikotin juga diproduksi secara sintetis. Nikotin umum ditemukan pada produk rokok konvensional maupun elektrik, dan insektisida. Nikotin juga seringkali diolah menjadi permen nikotin untuk membantu berhenti merokok.

Paparan nikotin yang berlebih menghasilkan efek toksisitas atau beracun. Pada anak-anak, keracunan nikotin dapat menyebabkan kegagalan jantung dan rusaknya sistem saraf pusat.

Keracunan nikotin bisa terjadi akibat tak sengaja terpapar asap rokok, atau menelan bahan yang mengandung nikotin lainnya. Tak hanya pada manusia, hewan peliharaan juga rentan mengalami keracunan nikotin. 

Toksisitas nikotin pada hewan peliharaan

Baik manusia maupun hewan, keduanya sama-sama memiliki reseptor nikotin di dalam tubuh. Reseptor nikotin tersebut akan berfungsi jika dirangsang dalam batas normal. Namun, rangsangan yang terlalu tinggi akan memicu efek toksisitas.

Keracunan nikotin bisa dipicu hanya dengan paparan nikotin dosis rendah, yaitu 1 mg / kg berat badan. Pada dosis yang lebih besar yaitu 9,2 mg / kg berat badan, akan menyebabkan kematian pada anjing dan kucing.

Gejala keracunan dapat muncul dengan cepat, sekitar 15 sampai 60 menit setelah menelan nikotin. Hewan peliharaan, seperti kucing atau anjing, akan menunjukkan gejala keracunan nikotin seperti mual, muntah, diare, dan mengeluarkan air liur secara berlebih. Selain itu, detak jantung mereka akan menjadi lebih cepat dan menunjukkan tanda-tanda gelisah.

Gejala lain yang mungkin terjadi antara lain:

  • Perilaku hiperaktif.
  • Sulit bernapas.
  • Kejang atau tremor.
  • Pupil mengecil secara tiba-tiba.
  • Inkoordinasi atau mudah tersandung.
  • Pingsan.

Pengobatan keracunan nikotin pada hewan peliharaan

Jika hewan peliharaan Anda menelan nikotin, segeralah bawa ke dokter hewan terdekat. Biasanya, jika hewan peliharaan Anda belum sampai satu jam menelan nikotin, maka akan dilakukan induksi muntah untuk mengeluarkan substansi yang tertelan.

Dokter juga akan memberikan arang aktif untuk mengurangi jumlah nikotin yang terserap oleh tubuh hewan. Dokter juga akan memberi perawatan lain untuk mengatasi kejang atau tremor yang dapat terjadi setelah proses eliminasi nikotin.

Selanjutnya, dokter akan mengawasi perubahan detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan hewan peliharaan Anda. Jika hewan berhasil bertahan lebih dari empat jam, maka keadaannya akan baik-baik saja.

Namun, bila hewan peliharaan Anda terpapar dosis tinggi, prognosisnya akan semakin meningkat. Butuh waktu yang cukup lama agar kondisi kucing atau anjing Anda pulih total.

Pada saat perawatan, nikotin akan keluar dengan sendirinya melalui urin. Nikotin akan hilang sepenuhnya di tubuh dalam waktu kurang lebih 16 jam.

Mencegah hewan peliharaan dari toksisitas nikotin

Rokok elektrik (e-cigarette) atau disebut juga dengan vape mengandung nikotin cair yang mudah diserap melalui selaput lendir dan kulit hewan peliharaan. 

Tanpa Anda sadari, bisa saja kucing atau anjing Anda terpapar cairan nikotin, lalu mereka menjilatnya. Pada akhirnya, perilaku sederhana tersebut bisa berdampak pada keracunan hingga menyebabkan kematian. 

Hal inilah yang membuat rokok elektrik mungkin lebih berbahaya, karena nikotin cair dapat lebih cepat mencapai hati dan meningkatkan risiko keracunan yang lebih tinggi.

Sebagai upaya menghindari keracunan, simpan dan jauhkan produk yang mengandung nikotin dari jangkauan anak Anda sekaligus hewan peliharaan Anda. Pastikan untuk membersihkan pakaian Anda dari residu nikotin sebelum berinteraksi dengan hewan peliharaan.Anda juga bisa mencuci tangan dengan sabun, bahkan menyikat gigi untuk mencegah paparan nikotin dan terjadinya keracunan nikotin pada orang yang Anda sayangi.

Read More
Kesehatan Wanita

Ibu Hamil, Jangan Lewatkan Manfaat Minyak Zaitun untuk Anda dan Bayi Berikut Ini!

manfaat minyak zaitun bagi ibu hamil dan janin

Selama proses mengandung, tidak jarang ibu hamil mendapati stretch mark pada area kulit. Biasanya ibu hamil akan menggunakan krim tertentu untuk menghilangkan bekas ini. Sebagai alternatif, ibu hamil dapat mengoleskan minyak zaitun. Diketahui bahwa manfaat minyak zaitun cukup penting, baik bagi ibu hamil maupun bayi yang dikandung. Apa saja manfaat minyak zaitun tersebut? Mari simak informasi selengkapnya di bawah ini.

  • Membantu memudarkan stretch mark

Telah disebutkan sebelumnya, bahwa stretch mark dapat saja muncul sebagai perubahan normal pada tubuh ibu hamil. Hal ini terjadi ketika tubuh calon bayi semakin membesar, yang menyebabkan otot panggul dan perut ibu hamil akan secara alami ikut meregang, sehingga janin mendapatkan ruang lebih untuk tumbuh. 

Manfaat minyak zaitun ini tidak lain untuk membantu memudarkan stretch mark tersebut. Penggunaannya cukup sederhana, yaitu hanya dengan mengoleskan minyak zaitun ke area timbulnya stretch mark secara rutin.

Sayangnya, hal ini belum didukung oleh penelitian yang cukup. Sebuah penelitian bahkan menegaskan bahwa mengoleskan minyak zaitun sebanyak dua kali sehari tidak dapat mencegah timbulnya stretch mark.

  • Mengoptimalkan perkembangan janin

Dalam minyak zaitun, terdapat kandungan asam lemak omega-3 yang berguna untuk mengoptimalkan perkembangan otak dan mata janin. Di samping itu, manfaat minyak zaitun juga dapat menjaga berat dan tinggi badan ideal bayi ketika ia dilahirkan nanti. 

  • Menjaga kesehatan kulit bayi 

Manfaat minyak zaitun lainnya untuk ibu hamil dan bayi tidak hanya dapat dirasakan pada saat periode mengandung. Namun, saat bayi telah dilahirkan, manfaat minyak zaitun ternyata penting bagi kesehatan kulit bayi yang membuat kulit terasa lebih lembut dan kenyal. Memijat bayi menggunakan minyak zaitun diyakini dapat melancarkan sistem pencernaan dan membantu bayi tertidur pulas. 

  • Kaya akan vitamin E

Selain asam lemak omega-3, minyak zaitun ternyata kaya akan vitamin E, bahkan kandungan vitamin E dalam minyak zaitun 13% lebih besar dari kebutuhan harian vitamin E manusia. Dengan jumlah vitamin E sebanyak itu, manfaat minyak zaitun yang akan didapatkan dapat, yaitu membantu mengoptimalkan perkembangan bayi dalam kandungan. Di samping itu, vitamin e juga ternyata dapat membantu mengoptimalkan fungsi ginjal dan pankreas pada bayi prematur.

  • Mencegah terjadinya infeksi

Selain mengandung vitamin E dan asam lemak omega-3, ternyata minyak zaitun yang kaya akan vitamin A. manfaat minyak zaitun ini diyakini dapat menunjang sistem kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya infeksi selama periode kehamilan. Vitamin A juga diketahui dapat membantu perkembangan mata janin. 

Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A dapat menjaga kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandung.

  • Memaksimalkan fungsi psikomotorik janin

Manfaat minyak zaitun lainnya, yaitu diyakini dapat memaksimalkan fungsi psikomotorik janin, yaitu kemampuan refleks bayi terhadap lingkungan sekitarnya. Hal ini telah diamati oleh para ahli. Hasilnya, membuktikan bahwa ibu hamil yang selama masa mengandung mengonsumsi minyak zaitun, melahirkan bayi dengan kemampuan psikomotorik yang lebih optimal.

  • Membersihkan kulit kepala bayi

Manfaat minyak zaitun terus dirasakan, bahkan saat bayi telah dilahirkan. Mengoleskan minyak zaitun pada kulit kepala bayi dan mendiamkannya untuk beberapa menit, dapat mengatasi ruam atau sisik pada kulit kepalanya. Kemudian, ketika kerak dari ruam tersebut telah melunak, kulit kepala bayi dapat dibersihkan dengan mudah menggunakan sisir berbulu halus.

Read More
Hidup Sehat

Serba-serbi Glycolic Acid yang Wajib Anda Ketahui

Asam glikolat atau glycolic acid dalah sejenis asam alfa-hidroksi (atau AHA) yang difungsikan untuk mengeksfoliasi kulit. Asam glikolat ini berasal dari tebu.  Dalam kelompok asam alfa-hidroksi (alpha-hydroxy acid), asam glikolat memiliki karakter yang unik.

acid

Glycolic acid menjadi yang paling sederhana sekaligus terkecil dalam struktur asam alfa-hidroksi. Ini dibuktikan dari berat molekulnya yang menempati posisi terendah. Kondisi itu membuat glycolic acid sangat mudah menembus kulit seseorang sehingga menjadi sangat efektif ketika diaplikasikan.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai glycolic acid ini, berikut beberapa informasi penting yang mungkin berguna untuk Anda:

  • Kinerja Glycolic Acid di Kulit Manusia

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, sebagai eksfolian, glycolic acid akan bekerja melepaskan sel-sel kulit mati sekaligus mengungkap lapisan yang lebih baru dan lebih cerah. Lapisan kulit terluar manusia terdiri dari lapisan sel kulit mati yang rapat dan terikat erat, dengan penggunaan asam glikolat, struktur itu amat mungkin melonggar sehingga lapisan sel kulit mati yang keras dan kasar itu dapat lebih mudah terkelupas.

Selain itu, asam glikolat merangsang fibroblast di dermis untuk menghasilkan peningkatan jumlah kolagen. Kondisi ini jelas membantu kulit terasa lebih kencang dan meminimalkan garis-garis halus, serta kerutan. Akhirnya seseorang yang rutin menggunakan asam glikolat sebagai skincare-nya akan mendapati kulitnya terasa lebih halus, kencang, dan terlihat lebih bercahaya.

  • Komposisi Terbaik Penggunaan Glycolic Acid

Yang harus kita pahami sebelum mengaplikasikan asam glikolat ini ada kenyataan bahwa ia merupakan eksfolian. Seperti kita ketahui bahwa sifat dari eksfolian ini cukup berisiko bagi mereka pemilik kulit sensitif atau rentan terhadap iritasi. Oleh karena itu, sebaiknya mulai secara perlahan sembari menunggu reaksi kulit Anda.

Cobalah untuk mencampurkan atau menggunakan asam glikolat yang terdapat pada sabun pencuci muka, sebelum menggunakannya langsung sebagai serum tanpa pembilasan. Namun, untuk lebih aman, sebaiknya seseorang mendatangi klinik kecantikan atau dokter kulit untuk mendapatkan perawatan berbasis glycolic acid ini.

  • Jenis Kulit Apa yang Cocok dengan Glycolic Acid?

Asam glikolat ini paling cocok digunakan bagi seseorang pemilik jenis kulit normal, kombinasi, dan berminyak. Hati-hati untuk Anda pemilik kulit kering dan sensitif. Sebab penggunaan glycolic acid dapat memicu reaksi iritasi.

Namun, efek dari asam glikolat sendiri tidak hanya bergantung pada jenis kulit. Faktor cuaca juga perlu dipertimbangkan. Pada bulan-bulan musim dingin, misalnya, ketika fungsi pelindung kulit terganggu memungkinkan penetrasi asam glikolat lebih dalam, sehingga penggunaannya mungkin menimbulkan iritasi. Adapun pada bulan-bulan musim panas, penggunaan asam glikolat juga lebih berisiko, karena bisa membuat seseorang lebih sensitif terhadap sinar matahari.

  • Memadu-padankan Glycolic Acid

Produk yang cocok untuk dipadupadankan dengan glycolic acid tergantung dengan “kekuatan” kulit Anda. Sebagai contoh jika kulit Anda butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan retinol, menambahkan asam glikolat hanya akan menimbulkan masalah. Karena kombinasi keduanya hanya akan membuat kulit menjadi iritasi.

Sebaliknya, asam glikolat dapat bermanfaat jika digabungkan dengan eksfoliator lain yang lebih lembut seperti asam salisilat. Dengan begitu sebaikanya hindari mengombinasikan glycolic acid ini dengan bahan pengelupas inti (seperti retinol).

  • Efek Samping yang Mungkin Didapat

Glycolic acid adalah asam kuat, Anda berisiko mengalami iritasi kulit atau luka bakar. Secara keseluruhan sebenarnya sangat aman dan bermanfaat mengatasi masalah kulit, termasuk mengobati jerawat.

Untungnya, asam glikolat ini mengandung pengaman alami di dalamnya, yakni dapat segera dinetralkan dengan air. Sehingga sewaktu-waktu merasakan efek samping, seseorang dapat membilasnya untuk mencegah risiko lebih jauh.

***

Itulah beberapa hal yang dapat diketahui mengenai glycolic acid, asam alfa-hidroksi yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan kulit. Mengetahui informasi mengenai asam glikolat memungkinkan seseorang mendapatkan hal besar dengan memanfaatkannya, termasuk terhindar dari efek sampingnya.

Read More