Hidup Sehat

6 Cara Menghilangkan Biang Keringat pada Bayi

Kondisi keringat berlebih pada bayi dapat menyebabkan pori-pori tersumbat hingga akhirnya keringat tidak bisa keluar hingga menjadi biang keringat. Biang keringat biasanya muncul dikarenakan kelenjar keringat bayi belum berkembang dengan sempurna, karena bisa membuat bayi menjadi tidak nyaman tentu banyak para orang tua mencari cara menghilangkan biang keringat bayi.

biang keringat

Lingkungan dengan cuaca panas, hangat atau pakaian terlalu tebal dapat menyebabkan bayi mengalami biang keringat. Selain itu, sirkulasi udara kurang baik bisa membuat suhu di dalam ruangan menjadi panas atau gerah. Ditambah, bayi yang dibedong atau memakai terlalu lama banyak lapisan baru juga bisa mengalami biang keringat.

Cara Menghilangkan Biang Keringat

  1. Hindari Lingkungan Panas dan Lembab

Bagi para orang tua perhatikan sirkulasi udara di dalam rumah terutama ruangan bayi, bisa jadi tidak bekerja dengan baik. Jika demikian, segera pindahkan bayi ke ruangan yang lebih sejuk dengan udara yang mengalir. Ketika berada di  luar ruangan, pakai penutup yang bisa menahan panas seperti payung atau topi.

  1. Konsumsi Banyak ASI

Ketika akan berpergian atau kondisi suhu di dalam ruangan rumah meningkat maka bayi akan mengeluarkan keringat, kondisi ini meningkatkan risiko munculnya biang keringat. Para orang tua, khususnya ibu jangan lupa untuk memastikan bayi telah mengonsumsi ASI dalam jumlah yang banyak.

Konsumsi ASI yang banyak bermanfaat untuk mengganti semua cairan yang hilang dari tubuh ketika terkena udara panas. Bayi pun tak mengalami dehidrasi jika konsumsi ASI sudah banyak, selain itu manfaat ASI juga bisa mempercepat kesembuhan biang keringat semakin memerah atau sebagai antiinflamasi.

  1. Perhatikan Bahan Pakaian

Ketika suhu sedang berada dalam kondisi panas, gunakan pakaian berbahan tipis untuk dikenakan pada bayi. Pilih bahan katun karena dapat menyerap keringatnya, jika sudah basah oleh keringat segera ganti dan keringkan keringat yang terdapat di kulit. Jangan gunakan bahan polyester dan nylon, karena dapat membuat bayi gerah.

Selain itu juga perhatikan ukuran baju bayi, pilih pakaian yang sedikit longgar hingga sirkulasi udara yang mengenai kulitnya lebih lancar. Perhatikan pula alas tidur, sarung bantal hingga bahan apa saja yang kerap digunakan bayi, pilih yang terbuat dari katun.

  1. Perhatikan Suhu Air

Ketika udara di sebuah ruangan atau rumah berada dalam kondisi panas, ibu harus memerhatikan suhu air mandi dan pastkan tidak terlalu panas. Air yang hangat justru akan memacu keringat, bukan malah membuat si bayi menjadi segar, pastikan juga airnya tidak terlalu dingin agar bayi mandi dengan nyaman.

  1. Keringkan Tubuh Bayi

Setelah dimandikan, keringkan tubuh bayi hingga benar-benar kering pastikan hingga ke sela-sela tubuh dan lipatan tubuh bayi. Terutama bagian yang rentan terkena keringat, pakai handuk berbahan katun yang mudah menyerap air dan mengeringkan kulit si bayi.

  1. Jaga Kebersihan Bayi

Cara menghilangkan biang keringat pada bayi yang paling ampuh adalah dengan menjaga kebersihan kulit bayi. Rajin menjaga kebersihan termasuk memotong kuku saat mulai panjang, hal ini dapat menjaga kulit bayi dan lebih cepat pulih ketika mengalami biang keringat. Ketika bayi tidak dalam pengawasan secara langsung, sarung tangan katun sangat bermanfaat.

Biang keringa pada bayi pada umumnya adalah kondisi yang serius, meskipun dapat mereda dalam beberapa hari. Yang perlu diperhatikan dengan mencegah penyebab yang muncul yakni kepanasan, berpotensi sebagai kondisi serius seperti kematian mendadak akibat kepanasan saat tidur.

Read More

Apakah Sebaiknya Mengonsumsi Patin Siam atau Dihindari?

Ikan patin siam dikenal juga dengan swai fish, adalah spesies ikan lele dalam famili Pangasiidae. Ikan ini memiliki tekstur daging yang lembut, terasa ringan, dan mudah disiapkan, karena filletnya tidak bertulang. Selain itu, harga patin siam pun juga sangat terjangkau.

Sayangnya, ikan ini mungkin tidak memiliki kandungan gizi dan manfaat kesehatan yang sama dengan ikan lainnya. Bahkan, ikan ini diragukan nutrisi dan manfaatnya karena proses pengolahannya yang sebagian besar diimpor dari Vietnam. 

Fakta kandungan nutrisi patin siam

Untuk melihat seberapa banyak nutrisi yang akan Anda peroleh ketika mengonsumsi patin siam, berikut ini adalah kandungan zat gizi dalam 113 gram patin siam, yaitu:

  • Energi : 70 Kalori
  • Protein : 15 gram
  • Lemak : 1,5 gram
  • Karbohidrat : 0 gram
  • Omega-3 : 11 mg
  • Kolesterol : 45 gram
  • Natrium : 350 mg
  • Niacin : 14% AKG
  • Vitamin B12 : 19% AKG
  • Selenium : 26% AKG

Dari kandungan zat gizi ini, dapat dilihat bahwa patin siam tidak mengandung karbohidrat. Jumlah natriumnya bisa bervariasi pada setiap ikan, karena biasanya patin siam diberikan tambahan pengawet sodium tripolyphosphate untuk menjaga ikan tetap lembab dan tidak rusak selama proses pengolahan dan pengiriman. Untuk kandungan vitamin B12 dan niacin dalam ikan patin siam juga bervariasi tergantung pada pakan yang diberikan.

Manfaat mengonsumsi patin siam 

The American Heart Association dan The Dietary Guidelines for Americans (2015 – 2020) menyarankan agar kita makan ikan atau kerang minimal dua kali dalam seminggu. Ikan berlemak yang mengandung asam lemak omega-3 lebih tinggi dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan otak. 

Seperti yang kita lihat, patin siam adalah ikan yang rendah kalori, sehingga pilihan yang cocok untuk Anda yang sedang menjalani pola makan defisit kalori. Kandungan proteinnya yang moderat dapat membantu tubuh Anda membangun otot, menghasilkan hormon dan enzim yang diperlukan, serta meningkatkan tingkat energi Anda untuk kalori yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan daging.

Perhatikan alergi!

Jika Anda tidak memiliki masalah alergi saat mengonsumsi ikan lainnya, maka besar kemungkinan Anda tidak alergi dengan patin siam. Jika seandainya Anda memiliki alergi terhadap kerang, bukan berarti Anda juga alergi terhadap patin siam. 

Namun, Anda tetap harus berhati-hati, karena alergi bisa saja muncul dan hanya terjadi pada beberapa jenis ikan tertentu saja, tidak menutup kemungkinan pada ikan patin siam

Seperti alergi makanan lainnya, alergi yang terjadi pada patin siam kemungkinan besar menimbulkan gejala, seperti gatal-gatal, mual, muntah, atau sakit kepala setelah mengonsumsinya.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan

Mungkin Anda pernah mendengar isu tentang keamanan mengonsumsi patin siam. Hal itu terjadi karena lingkungan produksi patin siam yang sebagian besar dibudidayakan di Sungai Mekong di Vietnam. 

Industri peternakan patin siam tersebut menghasilkan limbah cair dalam jumlah yang cukup besar, sehingga dapat merusak ekosistem sungai. Ditambah lagi, banyak peternakan yang dianggap melakukan pembuangan sampah ilegal, sehingga memperburuk kondisi lingkungan tersebut. Akibatnya, peternakan ikan patin siam juga ikut terpengaruh. 

Di sisi lain, praktik budidaya ikan patin siam di Vietnam juga sering menggunakan bahan kimia dan antibiotik. Hal ini membuat kegiatan ekspor ikan patin siam sering mengalami penolakan di negara-negara Eropa, karena tingginya tingkat residu antibiotik. 

Hal yang tidak kalah penting juga adalah kontaminasi merkuri. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% sampel patin siam yang diuji mengandung merkuri melebihi batas aman yang direkomendasikan oleh WHO.

Beberapa hal inilah yang harus Anda pertimbangkan sebelum mengonsumsi ikan patin siam. Memang, ikan ini juga bermanfaat untuk tubuh kita. Namun, bila Anda merasa ikan patin siam yang akan dikonsumsi tidak terjamin keamanannya, maka lebih baik mengonsumsi jenis ikan lain yang jauh lebih aman dan mungkin, lebih kaya nutrisi dibandingkan dengan patin siam.

Read More

Cara Tetap Tenang dan Bebas Stres Saat Hamil Anak Pertama

Setiap momen kehamilan tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendebarkan bagi seorang ibu, khususnya ketika hamil anak pertama. Dalam jangka waktu sekitar 9 bulan, calon ibu perlu mempersiapkan kebutuhan hamil anak pertama yang dapat memakan banyak waktu, tenaga, bahkan finansial. Tidak jarang, ketika seorang wanita hamil anak pertama, kekhawatiran dapat menguasai pikiran. 

Kesehatan fisik dan mental ibu hamil idealnya perlu dijaga dan diseimbangkan dengan baik. Pasalnya, stres yang dialami bumil dapat memengaruhi kesehatan janin yang ada dalam kandungan. Walaupun stres dan rasa khawatir adalah hal yang lumrah dialami, bukan berarti kondisi ini dapat dibiarkan begitu saja tanpa ditangani secara tepat.

Cara mengatasi stres hamil anak pertama

Simak informasi di bawah ini yang mengulas cara mengatasi stres saat hamil agar terhindar dari gangguan kehamilan yang membahayakan bumil dan janin.

  • Aktif secara fisik dan olahraga rutin

Meski sedang mengandung, bumil tetap direkomendasikan untuk aktif secara fisik, walaupun memang kegiatan olahraga yang dilakukan tergolong ringan. Selain dapat menjaga kebugaran tubuh selama periode kehamilan, berolahraga secara rutin juga diyakini sebagai cara mengatasi stres hamil yang cukup efektif.

Ketika bumil berolahraga, tubuh secara alami akan memproduksi hormon endorfin yang dapat menurunkan stres dan membuat kondisi tubuh dan pikiran lebih nyaman. 

Pilihan kegiatan olahraga yang dapat dipilih, seperti jalan kaki selama 30 menit setiap  hari maupun senam hamil sebanyak 3-4 kali seminggu selama 20-30 menit.

  • Jaga pola makan dan asupan gizi

Apa yang dikonsumsi oleh bumil dapat memengaruhi kondisi fisik dan mental. Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi gizi seimbang disertai dengan mengonsumsi air putih yang cukup, tubuh dapat lebih berenergi dan menurunkan tingkat stres. Walaupun begitu, bumil juga perlu memerhatikan porsi dari asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Jika tidak, maka kondisi ini dapat meningkatkan risiko obesitas.

  • Istirahat yang cukup

Cara mengatasi stres hamil anak pertama selanjutnya, yaitu mencukupi kebutuhan istirahat bumil. Waktu tidur yang terlampau sedikit dapat memperburuk tingkatan stres yang dialami.

Bumil dapat mengonsumsi teh chamomile, mandi air hangat, atau mendengarkan musik yang menenangkan agar dapat tertidur lebih cepat dan mendapatkan waktu istirahat yang lebih berkualitas.

Lalu, adakah perbedaan kondisi ketika hamil anak pertama dengan anak kedua?

Jika bumil berencana untuk menambah momongan, penting untuk digarisbawahi bahwa menyukseskan kehamilan anak pertama perlu diutamakan. Tidak menutup kemungkinan, bahwa bumil juga dapat mengalami stres saat hamil anak kedua nanti. 

Selain itu, terdapat perbedaan mendasar mengenai kondisi bumil secara fisik saat hamil anak pertama dengan kedua:

  • Perut lebih buncit

Saat hamil anak pertama, perut bumil akan mengalami buncit yang cukup signifikan pada trimester pertama. Namun, saat hamil anak kedua, perut buncit bumil akan lebih terlihat sejak awal kehamilan. Kondisi ini disebabkan, karena otot perut bumil telah kendur akibat hamil anak pertama.

  • Kontraksi Braxton hicks (kontraksi palsu)

Saat bumil mengandung anak kedua, bumil cenderung merasakan kontraksi palsu lebih awal jika dibandingkan dengan hamil anak pertama.

  • Perubahan kondisi payudara

Saat hamil anak pertama, payudara bumil akan terasa sangat sensitif dan ukurannya cenderung membesar. Namun, saat hamil kedua, kondisi payudara bumil tidak begitu sensitif dan tidak terlalu membesar seperti momen kehamilan pertama.

Read More

Hipertensi Sekunder, Tekanan Darah Tinggi Akibat Penyakit Lain

Hipertensi sekunder merupakan tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh kondisi medis lain yang memengaruhi ginjal, arteri, dan sistem endokrin. Hipertensi sekunder juga dapat terjadi pada masa kehamilan. Hipertensi sekunder ini berbeda dengan jenis tekanan darah tinggi pada umumnya (hipertensi primer). Pada kasus hipertensi primer, tekanan darah tinggi tidak memiliki penyebab yang jelas dan dianggap berhubungan dengan faktor genetik, diet yang buruk, kurangnya olahraga, dan obesitas. Perawatan hipertensi sekunder yang tepat dapat mengontrol kondisi penyebab dan tekanan darah tinggi, untuk kemudian dapat mengurangi risiko komplikasi kesehatan yang serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke.

Gejala dan penyebab

Sama halnya dengan tekanan darah tinggi pada umumnya, hipertensi sekunder biasanya tidak memiliki gejala yang spesifik, meskipun tekanan darah Anda berada pada level yang tinggi dan berbahaya. Apabila Anda didiagnosa menderita hipertensi, memiliki gejala berikut ini mengindikasikan bahwa Anda menderita hipertensi sekunder, seperti tekanan darah tinggi yang tidak memberikan respon terhadap obat-obatan tekanan darah; tekanan sistolik lebih dari 180 mm Hg atau tekanan diastolic lebih dari 120 mm Hg; tekanan darah tinggi tiba-tiba sebelum usia 30 tahun atau setelah 55 tahun; tidak memiliki riwayat medis keluarga yang menderita tekanan darah tinggi; dan tidak memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Apabila Anda memiliki kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder, Anda perlu memantau tekanan darah dengan lebih rutin.

Beberapa penyakit ginjal yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder, seperti:

  • Komplikasi diabetes. Diabetes dapat merusak sistem penyaringan ginjal, yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.
  • Penyakit ginjal polikistik. Ini merupakan sebuah kondisi turunan. Kista di ginjal mencegah ginjal untuk bekerja dengan normal dan dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Penyakit glomerular. Ginjal Anda menyaring limbah dan sodium menggunakan saringan berukuran mikroskopik bernama glomeruli yang terkadang dapat menyebabkan pembengkakan. Apabila glomeruli tidak dapat bekerja dengan normal, Anda dapat menderita tekanan darah tinggi.
  • Hipertensi renovascular. Hipertensi jenis ini disebabkan karena penyempitan satu atau kedua arteri yang menuju ginjal. Hipertensi renovascular sering disebabkan karena plak berlemak jensi sama yang dapat merusak arteri koroner atau kondisi berbeda di mana otot dan jaringan fibrosa di dinding arteri renal menebal dan mengeras membentuk cincin. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang tidak dapat diobati.

Ada pula kondisi medis lain yang dapat memengaruhi level hormon yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder, seperti:

  • Sindrom Cushing. Pada kondisi ini, obat-obatan kortikosteroid dapat menyebabkan hipertensi sekunder, atau hipertensi dapa tdisebbakan oleh tumor pituitary atau faktor lain yang menyebabkan kelenjar adrenal memproduksi terlalu banyak hormon kortisol.
  • Aldosteronism. Pada kondisi ini, tumor pada salah satu atau kedua kelenjar adrenal, peningkatan pertumbuhan sel normal pada salah satu atau kedua kelenjar adrenal, atau faktor lain yang menyebabkan kelenjar adrenal melepaskan horon aldosterone dalam jumlah yang sangat banyak. Hal ini menyebabkan ginjal menahan garam dan air, dan kehilangan terlalu banyak potassium, yang dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Gangguan thyroid. Saat kelenjar thyroid tidak memproduksi cukup hormon thyroid atau terlalu banyak memproduksinya, tekanan darah tinggi dapat terjadi.

Hipertensi sekundar dapat memperparah kondisi medis penyebabnya apabila Anda tidak mendapatkan perawatan segera. Beberapa komplikasi kesehatan akibat hipertensi sekunder di antaranya adalah kerusakan pada arteri, aneurysm, gagal jantung, pembuluh darah yang melemah dan menyempit di ginjal, dan sindrom metabolisme.

Read More

Garam Kosher untuk Memasak

Pernah bertanya-tanya mengapa banyak resep menggunakan garam kosher daripada garam biasa? Jika Anda berasumsi bahwa mereka bisa saling menggantikan, ternyata tidak.

Garam kosher adalah garam yang dapat dimakan dengan butiran rata dan kasar tanpa bahan tambahan. Bahan garam kosher terutama terdiri dari natrium klorida. Berikut perbedaan signifikan antara garam kosher dan garam biasa atau garam meja:

  • Garam kosher memiliki butiran yang lebih lebar dan lebih kasar dibandingkan garam meja. Bentuk butiran garam kosher yang lebih luas memberikan cara dan cita rasa yang lebih lembut daripada garam meja. Menggunakan garam kosher meningkatkan cita rasa makanan, bukan membuatnya terasa asin.
  • Garam kosher tidak mengandung yodium, yang dapat memberi rasa pahit pada makanan yang diasinkan dengan garam meja. Jika Anda makan makanan seimbang dengan buah dan sayuran, Anda kemungkinan besar mengonsumsi cukup yodium alami dan tidak memerlukan tambahan yodium dalam garam meja.

Karena garam kosher memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi di berbagai merek, tidak selalu terukur secara konsisten takaran yang perlu Anda gunakan. 

Penggunaan terbaik garam kosher adalah saat Anda membumbui makanan dengan tangan Anda, terutama daging dan sayuran sebelum dimasak.

Secara keseluruhan, garam kosher adalah garam bebas yodium. Jika Anda menghindari garam meja beryodium karena, selain rasa yodium yang tidak menyenangkan, gunakan garam kosher. Karena semua yang Anda masak akan terasa lebih enak.

Read More

Mengapa Anus Gatal Terjadi?

Anus gatal, atau dikenal dengan istilah pruritus ani, merupakan sebuah gejala umum dari berbagai macam kondisi kesehatan. Kebanyakan kasus anus gatal dapat diobati di rumah tanpa perlu kunjungan ke dokter. Penyebab anus gatal biasanya berhubungan dengan gangguan medis kulit ataupun internal. Anus gatal yang disebabkan karena masalah kulit biasanya dikarenakan oleh atopi dermatitis (salah satu bentuk eksim), gesekan berlebih pada daerah anus, paparan terhadap parfum atau perwarna pada tissue toilet dan sabun, penggunaan tissue toilet yang tidak tepat setelah buang air besar, dan psoriasis. Sementara itu, kondisi medis yang menyebabkan gejala anus gatal di antaranya adalah diare, wasir, infeksi parasite, infeksi menular seksual, infeksi bakteri, infeksi jamur, fisura anus, dan tumor anus. Obat-obatan yang menyebabkan diare seperti laxative dan makanan seperti coklat, makanan pedas, minum berkafein, tomat, dan buah sitrus juga dapat menyebabkan anus gatal. 

Gejala anus gatal jarang berupa kegawatdaruratan medis. Pengecualian adalah ketika Anda mengalami pendarahan pada dubur. Pendarahan dapat berupa gejala adanya perdarahan gastrointestinal yang sedang terjadi. Buatlah kunjungan ke dokter apabila anus gatal mengganggu aktivitas sehari-hari Anda ataupun bertambah parah ketika telah mendapatkan perawatan. 

Perawatan dan pencegahan

Apabila anus gatal disebabkan oleh infeksi, dokter dapat meresepkan obat antijamur, antibakteri, atau antiparasit untuk membunuh organisme yang menyebabkan gatal. Salep resep yang memiliki dosis steroid tinggi juga dapat mengurangi gatal dan peradangan. Sementara itu, ambeien yang menyebabkan anus gatal dapat membutuhkan perawatan yang lebih invasif, seperti “banding” untuk memperkecil ambeien atau mengangkatnya menggunakan prosedur bedah medis. Anda juga perlu menghindari makanan atau obat-obatan yang dapat menyebabkan gatal pada anus. 

Anda bisa melakukan beberapa langkah perawatan rumahan untuk mengatasi anus gatal. Lakukan hal-hal berikut ini, seperti:

  • Oleskan petroleum jelly pada daerah yang gatal
  • Bersihkan daerah yang gatal dengan air serta waslap lembut saat mandi
  • Keringkan daerah anus dengan menyeluruh setelah menggunakan toilet atau kamar mandi
  • Hindari menggaruk daerah anus saat gatal
  • Hindari penggunaan sabun yang mengandung pewangi ataupun pewarna, karena kedua hal tersebut dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan reaksi alergi
  • Gunakan kertas toilet yang tidak mengandung pewarna atau pemutih yang dapat mengiritasi kulit
  • Kenakan pakaian yang terbuat dari bahan katun lembut dan tidak terlalu ketat

Anda juga bisa mencoba “sitz bath”. Saat sitz bath, Anda menempatkan pantat dan panggul ke dalam air hangat selama 20 menit. Duduk dalam sitz bath setelah buang air besar dapat membantu mengurangi iritasi dan anus gatal. Selalu bersihkan daerah anus dengan lembut dan hingga kering setelah mandi. Anda juga bisa membeli beberapa krim topikal OTC untuk mengatasi anus gatal. Beberapa krim tersebut di antaranya adalah zinc oxide, krim hydrocortisone, atau krim capsaicin topikal. 

Mencegah lebih baik dari mengobati. Dengan melakukan gaya hidup yang sehat, Anda dapat mencegah anus gatal. Beberapa teknik pencegahan tersebut di antaranya adalah menjaga diet yang sehat dan berolahraga secara rutin. Makan makanan sehat dan melakukan olahraga dengan teratur dapat meningkatkan sistem pencernaan guna mencegah diare serta ambeien. Anda juga perlu menjaga kebersihan diri dengan baik. Tubuh yang bersih dapat mencegah anus gatal. Jangan menggaruk bagian anus dan pastikan anus tetap bersih dan kering. Anus gatal merupakan gejala ringan yang umum dijumpai dan biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. 

Read More
Hidup Sehat

Mari Mengenal Alexithymia, Kondisi Sulit Mengungkapkan Emosi

Sebagian orang merasa kesulitan ketika ingin mengungkapkan perasaannya. Hal ini tidak terbatas pada perasaan jatuh cintas saja, namun juga berbagai emosi lain seperti sedih, marah, gelisah, dan sebagainya. Seseorang bisa kesulitan memahami kondisi emosinya sendiri sehingga ketika akan mengungkapkannya pun merasa bingung. Hal tersebut disebut sebagai alexithymia. Untuk memahami lebih lanjut mengenai alexithymia, simak penjelasan lengkapnya seperti berikut ini. 

Apa itu alexithymia?

Alexithymia adalah kondisi tertentu yang menyebabkan emosi seseorang menjadi datar sebab terjadi kesulitan dalam mengidentifikasi emosi, memahami emosi, dan mengungkapkan emosi. Alexithymia bukan gangguan kejiwaan, namun sebagai penyerta yang muncul pada pasien gangguan mental. Meski demikin, tidak semua orang yang memiliki gangguan mental pasti mengalami alexithymia.   

Gejala alexithymia

Untuk memahami lebih lanjut mengenai alexithymia, Anda perlu mengetahui gejalanya. Terdapat beberapa gejala yang muncul pada pasien yang mengalami alexithymia. Berikut penjelasan lengkapnya. 

  1. Terbatas dalam berimajinasi

Berimajinasi menjadi hal yang menyenangkan sebab Anda dapat memikirkan apa pun tanpa batas. Sayangnya, beberapa orang memiliki kesulitan ketika harus berimajinasi. Terbatasnya kemampuan seseorang dalam berimajinasi dan berfantasi bisa menjadi salah satu gejala alexithymia. 

  1. Berkepribadian kaku

Gejala alexithymia salah satunya adalah berkepribadian kaku. Hal ini menyebabkan gaya berpikir menjadi sangat logis dan tidak memperhitungkan emosi sama sekali. Jika Anda mengalami alexithymia, biasanya menjadi sulit bercanda. 

  1. Sulit menyampaikan perasaaannya

Mengalami alexithymia bisa menghambat Anda ketika ingin mengomunikasikan perasaan. Sebab gejala seperti kesulitan menganalisis perasaan hingga menyampaikannya merupakan gejala alexithymia. Selain itu, jika Anda mengalami alexithymia, maka biasanya akan sulit membuat strategi ketika menghadapi stres.

  1. Sulit memahami orang lain

Gejala lain yang muncul jika seseorang mengalami alexithymia adalah kesulitan memahami orang lain. Untuk memahami kepentingan serta kebutuhan orang lain, Anda tentu memerlukan kecerdasan emosional. Sedangkan jika mengalami alexithymia, memahami emosi sendiri pun sangat sulit, apalagi memahami orang lain. 

Faktor yang mempengaruhi alexithymia

Penyebab alexithymia belum dapat diketahui dengan pasti. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang dapat memicu alexithymia ini. Berikut ini penjelasan lengkapnya. 

  1. Kerusakan pada otak 

Salah satu faktor yang bisa memicu alexithymia adalah terjadinya kerusakan pada otak. Kerusakan yang terjadi tidak seluruhnya, hanya pada bagian tertentu yang dinamakan anterior insula. Bagian otak ini memiliki peran dalam kemampuan emosi, sosial, dan empati. Jika terjadi kerusakan pada anterior insula, seseorang bisa menjadi datar secara emosi.

  1. Faktor genetika

Faktor kedua adalah genetika. Alexithymia dapat terjadi apabila terdapat anggota keluarga yang juga mengalami alexithymia. Meski tidak selalu terjadi, akan tetapi jika Anda memiliki keluarga dengan kondisi alexithymia, maka kemungkinan Anda mengalami alexithymia juga menjadi lebih besar. 

  1. Faktor lingkungan 

Selain faktor genetika, lingkungan juga dapat memicu alexithymia. Penelitian untuk hal ini telah dilakukan, lingkungan yang traumatis dapat memicu alexithymia. Selain itu, faktor seperti ekonomi yang buruk, adanya penyakit fisik tertentu, serta memiliki gangguan mental juga dapat memicu alexithymia. 

Hingga hari ini pengobatan alexithymia masih disesuaikan oleh kondisi lain yang menyertainya. Penanganan yang disarankan oleh dokter adalah untuk melatih kesehatan emosi dengan beberapa jenis terapi. Beberapa terapi yang biasanya diberikan pada penderita alexithymia yaitu psikoterapi (terapi bercerita), terapi berkelompok, dan terapi perilaku kognitif. Alexithymia biasanya muncul bersama dengan penyakit mental tertentu sehingga sebaiknya bertemu psikitater untuk mendapatkan bantuan jika gejala-gejala yang telah disebutkan di atas mulai muncul. 

Read More