Jenis-jenis Tes Mata Silinder yang Bisa Dipilih

Apakah akhir-akhir ini Anda mengalami masalah mata seperti pandangan sulit melihat jelas khususnya di malam hari dan sulit menilai jarak dari satu tempat ke tempat lain? Jika iya, baiknya Anda menjalani tes mata silinder. Besar kemungkinan dengan gejala yang dialami, Anda sudah mengalami astigmatisme atau yang dikenal sebagai mata silinder. 

Kondisi astigmatisma terjadi karena ada ketidaksempurnaan dalam kelengkungan kornea mata atau lensa. Jadi, mata tidak bulat sepenuhnya. Kondisi mata yang kurang bulat sempurna membuat cahaya yang masuk langsung ke retina kurang fokus. Alhasil, gambar yang tercipta menjadi tidak tajam dan tidak jelas. Tidak jarang pengidap mata silinder akan mengalami distorsi ketika melihat sesuatu sehingga sulit mengukur jarak. 

Ada banyak jenis tes mata silinder yang dapat Anda lakukan untuk memastikan benar tidaknya Anda mengalami astigmatisme. Berikut ini adalah beberapa jenis tes mata silinder yang bisa Anda coba. 

  1. Tes Manual Penglihatan 

Tes mata silinder yang paling sederhana adalah melakukan tes penglihatan secara manual. Anda akan disuguhkan kertas dengan rangkaian huruf berbagai ukuran yang tertempel di tembok. Jarak antara posisi Anda dengan kertas tersebut bisa berkisar 5—6 meter. Dokter nantinya akan meminta Anda untuk membaca tiap huruf dalam berbagai ukuran tersebut.

Jika bisa, artinya mata Anda tidak mengalami masalah. Apabila Anda tidak bisa membaca huruf yang semakin kecil, Anda kemungkinan mengalami miopia. Jika Anda bisa membaca tiap huruf namun agar terbata karena berbayang, ada kemungkinan Anda mengalami mata silinder. Dokter mata umumnya akan meminta Anda melakukan tes lebih lanjut untuk memastikan diagnosis.

  1. Refraksi 

Refraksi merupakan tes mata yang tergolong umum pula dilakukan oleh tiap dokter mata. Tidak hanya untuk tes mata silinder, berbagai keluhan mata pun kerap dianalisis menggunakan metode refraksi. Tes ini memungkinkan dokter melihat respons mata Anda terhadap cahaya sehingga penanganan yang lebih tepat bisa diambil. 

Cara melakukan tes dengan refraksi pun cukup sederhana. Anda akan dipasangkan alat seperti kacamata yang bernama phoropter. Kemudian sejumlah lensa akan ditempatkan oleh dokter di depan mata Anda lewat phoropter. Tiap lensa akan membantu Anda untuk melihat dengan lebih jelas. Nantinya, dokter akan mengukur kemampuan mata Anda lewat pemfokusan cahaya dengan bantuan lensa-lensa yang terpasang. Dari situlah, nantinya dokter dapat melihat kondisi mata Anda secara lebih detail dan memastikan masalah apa yang sebenarnya Anda alami. 

  1. Topografi Kornea 

Jenis tes mata silinder ini lebih modern dan dapat digunakan pula ke berbagai jenis masalah mata, seperti miopi atau biopi. Melalui topografi kornea, dokter dapat menggali informasi secara detail mengenai bentuk kornea Anda. Dari cara inilah, bisa diketahui apakah kornea Anda bulat sempurna atau tidak yang dikenal dengan istilah mata silinder. 

Tes ini pun tidak sulit. Dokter hanya akan menyuruh Anda untuk fokus melihat suatu objek lewat sebuah alat. Nantinya, alat tersebut akan mengumpulkan berbagai informasi terkait mata Anda berdasarkan kemampuan fokus Anda. Barulah dari sana bisa disimpulkan apakah Anda menderita mata silinder atau tidak. 

  1. Keratometri 

Alat yang digunakan untuk tes mata silinder ini lebih sederhana dibandingkan Anda melakukan tes topografi kornea. Alat yang bernama keratometer akan ditaruh di depan mata Anda untuk mengukur lengkungan yang terletak di belakang mata. 

Dengan mengetahui lengkungan, dokter bisa memastikan bulat tidaknya bentuk mata Anda. Jika tidak, artinya Anda mengalami mata silinder dan memerlukan bantuan kacamata untuk bisa melihat lebih jelas. 

*** 

Jangan menunda melakukan tes mata silinder apabila Anda sudah mengalami tanda-tanda mata silinder. Pemeriksaan yang lebih awal akan membuat kasus mata silinder Anda tidak bertambah parah.

Read More
Kulit & Kecantikan

5 Penyebab Bintik Hitam di Kulit dan Cara menghilangkannya

Hiperpigmentasi adalah kondisi munculnya bintik hitam di kulit yang disebabkan oleh berbagai kondisi. Bintik hitam ini sebenarnya bukan masalah yang perlu dikhawatirkan, hanya saja kadang mengurangi tingkat kepercayaan diri terlebih jika muncul di area yang terlihat jelas.

Selain berupa hiperpigmentasi, bintik hitam di kulit juga muncul dalam bentuk seperti bintik karena penuaan, lentigo, dan sebagainya.

Ukuran bintik hitam ini pun beragam, mulai dari beurkuran kecil hingga besar. Secara umum permukaannya rata dna bentuknya bulat atau oval.

Penyebab Bintik Hitam di Kulit

Bintik hitam di kulit bisa saja muncul akibat efek samping penggunaan obat-obatan, cahaya matahari, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa penyebab munculnya bintik hitam di kulit.

  1. Paparan Sinar Matahari

Terlalu sering berada di bawah sinar matahari dan kulit terpapar secara langsung tanpa menggunakan sunscreen, bisa menyebabkan munculnya bintik hitam. Kondisi ini disebut juga dengan silar lentigo.

Jika kulit secara bertahun-tahun terpapar sinar matahari langsung, maka akan muncul bintik hitam dan ukurannya akan terus bertambah seiring bertambahnya usia.

  • Efek Samping Penggunaan Obat

Penggunaan obat-obatan juga memiliki efek samping, salah satunya bintik hitam di kulit. Obat-obat yang dapat menyebabkan munculnya efek samping adalah obat estrogen, obat antibiotik tetrasiklin dan sulfonamida, obat antikejang fenitoin, obat antiaritmia amiodarone, serta obat gangguan mental dan emosional.

  • Hiperpigmentasi Pascainflamasi

Kondisi ini ditandai dengan adanya bercak hitam atau kecoklatan di kulit pada bagian tubuh tertentu yang mengalami peradangan. Biasanya ukuran bintik hitamnya besar dan cenderung tidak beraturan.

Hiperpigmentasi pascainflamasi bisa terjadi pada orang yang melakukan prosedur perawatan kulit berupa laser dan mikrodermabrasi.

  • Melasma

Melasma ditandai dengan munculnya bintik hitam di daerah tertentu seperti leher, dahi, dagu, hidung, pelipis, bagian atas bibir, atau juga di pipi. Bisa juga bintik hitam ini muncul di bagian lengan.

Melasma juga bisa muncul di bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahri yang umumnya dialami oleh wanita. Melasma lebih berpotensi dialami oleh orang yang memiliki kulit gelap.

  • Penyebab Lain

Selain karena penyebab di atas, bintik hitam di kulit juga bisa disebabkan oleh berbagai penyebab lainnya. Misalnya karena kehamilan, penyakit addison, penyakit hati, zat besi yang berlebihan, hingga kanker.

Cara Mengatasi Bintik Hitam di Kulit

Bintik hitam di kulit memang tidak menimbulkan masalah kesehatan lain, namun mengganggu estetika. Ada beberapa cara menghilangkan bintik-bintik hitam di kulit ini, yaitu:

  • Penggunaan Obat-obatan

Bintik hitam biasanya dihilangkan dengan obat topikal dengan kandungan aktif hidrokuinonyang fungsinya membuat kulit menjadi putih. Akan tetapi kandungan dalam obat ini membuatnya tidak boleh dikonsumsi jangka panjang dan dosis yang terbatas.

Sebelum menggunakan obat topikal ini, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter karena bersifat karsinogenik.

Adapun obat-obatan lain untuk menghilangkan bintik hitam adalah asam alfa hidroksida, asam glikolat, asam kojat, hingga deoxyarbutin.

  • Menggunakan Produk Kosmetik

Ada beberapa produk kosmetik yang digunakan untuk menghilangkan bintik hitam ini, yaitu perawatan laser, mikrodermabrasi, chemical peeling, serta cryosurgery.

  • Perawatan Rumahan

Ada pula cara lain untuk menghilangkan bintik hitam di kulit ini yang bisa dilakukan di rumah. Perawatan rumahan ini dilakukan dengan memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan. Seperti pepaya, kunyit, minyak almond, hingga yogurt. Untuk menghindari bintik hitam di kulit wajah, pastikan untuk menggunakan sunscreen di siang hari ketika beraktivitas di luar.

Read More

15 Cara Mudah Mengatasi Kesedihan bagi Penderita Hypophrenia

Sama seperti kebahagiaan, kesedihan juga bisa menular. Tapi pernahkah Anda merasa sedih secara tiba-tiba tanpa mengetahui penyebabnya? Meski tidak ada sebutan paten, beberapa referensi menyebut kondisi ini sebagai hypophrenia.

Hypophrenia bisa dipicu oleh ingatan akan pengalaman masa lalu seperti perpisahan, pengkhianatan, atau peristiwa traumatis lainnya, atau khawatir pada diri sendiri. Perubahan suasana hati juga bisa disebabkan karena perubahan atau adanya gangguan hormonal. Dalam kasus tertentu, hypophrenia juga disebabkan karena gangguan saraf dan otak.

Untuk mengatasi rasa sedih dan menumbuhkan kembali kegembiraan, berikut ini tips sederhana yang bisa dicoba:

  • Mendengarkan musik upbeat

Melodi dan irama musik cukup berpengaruh pada suasana hati. Beberapa orang menganggap musik sebagai makanan jiwa. Nada sedih akan membuat Anda sedih, sementara mendengarkan musik yang ceria dan menyentak menciptakan getaran yang lebih positif.

Musik yang cerita akan meningkatkan hormon kesenangan di otak dan akan secara otomatis membuat tubuh dan pikiran lebih bersemangat.

  • Hentikan pembicaraan negatif mengenai diri sendiri

Penyesalan dan rasa khawatir terhadap diri sendiri dapat memicu perasaan sedih. Jika terjadi secara berlarut-larut kondisi ini akan berujung pada gejala depresi.

Mulailah berhenti menyalahkan diri sendiri dan menerima semua kejadian yang telah lalu. Berhenti menganggap bahwa Anda tidak berharga. Melalui penerimaan, Anda bisa melepaskan kekecewaan dan membuat perasaan menjadi lebih ringan.

  • Mengonsumsi asam lemak omega-3

Hypophrenia dapat terjadi karena ketidakseimbangan hormon. Mengonsumsi asam lemak omega-3 dapat memperbaiki suasana hati.

Dalam sebuah penelitian tahun 2002 yang dimuat dalam  Archives of General Psychiatry, membuktikan bahwa mengonsumsi 1 gram minyak ikan setiap hari dapat menurunkan kecemasan, gangguan tidur, perasaan sedih tanpa alasan, dan mengatasi berbagai gejala depresi lainnya.

Anda bisa mengonsumsi omega-3 dalam bentuk suplemen atau mengonsumsinya dari sumber makanan seperti ikan salmon, kacang kenari, biji rami, dan ikan tuna.

  • Menulis jurnal

Menulis jurnal atau catatan harian dapat membantu Anda melepaskan kesedihan dan memantau perkembangan suasana hati Anda dari waktu ke waktu. Anda bisa mengetahui penyebab dari perubahan suasana hati yang terjadi.

Anda juga mengisi jurnal dengan menuliskan hal-hal yang terjadi di hari tersebut yang membuat Anda bersukur. Jurnal sukur akan membantu Anda merasa lebih positif dan lebih berharga.

  • Istirahat yang cukup

Tidur memiliki kaitan yang erat dengan suasana hati. Kecemasan, kesedihan, dan pikiran negatif lainnya kerap dipicu oleh kurangnya waktu tidur.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa waktu dan kualitas tidur secara langsung memengaruhi kualitas hidup, termasuk ketajaman mental, kesejahteraan, produktivitas, keseimbangan emosional, kreativitas, vitalitas fisik, hingga berat badan.

Agar tidur menjadi berkualitas, pastikan untuk tidak bermain ponsel saat sudah di tempat tidur. Anda juga harus menghindari mengonsumsi stimulan seperti kafein beberapa jam sebelum tidur.

  • Berolahraga

Olahraga memiliki manfaat kesehatan baik fisik maupun mental. Olahraga melepaskan hormon endorfin yang berperan sebagai peningkat imunitas tubuh dan memperbaiki suasana hati.

Adapun secara fisik olahraga menawarkan manfaat kesehatan berupa menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker, dan banyak lainnya.

Para ahli menyarankan untuk berolahraga ringan selama setengah jam hingga satu jam. Akan lebih baik untuk berolahraga di luar saat pagi atau sore hari. Paparan sinar matahari juga mampu membuat suasana hati menjadi lebih baik.

Tentunya Anda tidak ingin melewatkan manfaat berlipat ganda tersebut.

Apabila kondisi hypophrenia Anda tak kunjung membaik walau telah melakukan berbagai cara, ada baiknya untuk mendatangi konselor dan meminta bantuan. Apabila kondisinya semakin memburuk, sangat mungkin untuk mendapatkan penanganan yang lebih kompleks.

Read More

Cara Memasak Kol Ungu untuk Dapatkan Manfaatnya

Kol menjadi salah satu jenis sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia karena mudah didapat, kol ungu dikonsumsi karena memiliki banyak manfaat kesehatan. Manfaat kol ungu diketahui berasal dari senyawa antioksidan yang disebut anthocyanin sekaligus merupakan kandungan yang membuat warna kol ini menjadi ungu.

Diketahui bahwa kol ungu memiliki sekitar 4,5 kali lebih tinggi ketimbang kol hijau, tak hanya senyawa antioksidan yang diketahui memiliki banyak manfaat. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari jenis sayuran ini dapat menggunakan berbagai resep masakan. Mulai direbus, ditumis atau dijadikan sebagai lalapan ketika mengonsumsi masakan lain.

Memasak Kol Ungu

Selain dinamakan kol unggu karena memang memiliki warna demikian, jenis kol ini juga disebut kol merah. Termasuk dalam jenis sayuran renyah beraroma kuat, selain antioksidan kandungan di dalamnya juga terdapat kalium dan vitamin C yang cukup tinggi. Untuk mendapatkan manfaat kol ungu bagi kesehatan tubuh, bisa dilakukan dengan dikonsumsi menggunakan cara berikut ini.

  1. Direbus
  2. Siapkan kol yang sebelumnya telah dibilas terlebih dahulu menggunakan air dingin yang mengalir, setelah itu keringkan menggunakan handuk kertas.
  3. Kemudian belah kol dengan pisau menjadi beberapa bagian, sembari mengiris kol persiapkan panci yang sudah diisi air sebanyak setengah dari panci tersebut.
  4. Masak hingga air mendidih, setelah itu masukkan 1 sdt garam per 1 liter air dan masukkan kol yang sudah diiris sebelumnya.
  5. Rebus hingga mendidih lagi, kurang lebih selama satu jam tanpa harus ditutup hingga kol melunak ketika ditusuk menggunakan garpu.
  6. Jika sudah buang setengah air rebusan dan bisa ditambahkan mentega atau garam sesuai dengan selera atau secukupnya.
  7. Ditumis
  8. Setelah kol disiapkan, cuci menggunakan air bersih yang mengalir dan buang helai terluar serta potong bonggol.
  9. Iris tipis-tipis, di saat bersamaan panaskan wajan yang sudah diberi 2 sdm minyak zaitun menggunakan api sedang.
  10. Masukkan 1 bawang yang sudah diiris dengan kol, aduk dan tumis selama tiga hingga lima menit atau sampai kol menjadi layu.
  11. Masukkan 1/3 gelas cuka sari apel ke dalam wajan, taburkan dua sdm gula tepat di atas kol kemudian aduk hingga merata.
  12. Bumbu tumis bisa menggunakan 1 sdt biji mustard, garam dan merica sesuai selera, tumis dan masak selama 10 menit lalu sajikan.

Manfaat Kol Ungu

Setelah mengetahui cara memasak kol ini, perlu diketahui juga beberapa manfaat kesehatan yang diberikan sayuran ini terhadap tubuh. Manfaat kesehatan inilah yang membuat kol ungu menjadi salah satu jenis sayuran yang digemari banyak masyarakat ketimbang kol hijau, berikut beberapa manfaat tersebut.

  • Menguatkan Tulang

Kandungan vitamin K, kalsium, seng dan mangan pada kol ungu sangat bermanfaat untuk kesehatan tulang. Kandungan ini bisa membantu membangun dan mempertahankan kekuatan serta kesehatan tulang, selain itu juga melindungi sel-sel tulang dari kerusakan berbahaya.

  • Kesehatan Usus

Memiliki serat cukup banyak, kandungan ini mampu menjaga usus tetap sehat dan membantu proses mencerna makanan menjadi lebih mudah. Buang air besar juga semakin lancar, menurunkan risiko sembelit dengan 70 persen kandungan serat tak larut dan 30 persen serat larut.

  • Kesehatan Jantung

Mengandung lebih dari 36 antioksidan anthocyanin, selain warna khas kandungan itu juga bisa meningkatkan kesehatan jantung. Antioksidan erat hubungannya dengan tekanan darah dan risiko mengalami penyakit jantung yang lebih rendah.

Read More

Asma Menular atau Tidak, Sih? Intip Penjelasan Berikut!

Asma adalah salah satu gangguan pernapasan yang menyebabkan sesak napas, dada sesak, batuk, dan mengi. Penyakit ini bisa terjadi karena saluran bronkial di paru-paru mengalami peradangan dan penyempitan. Akibatnya, aliran udara jadi terbatas dan Anda pun kesulitan bernapas. Namun, apakah penyakit asma menular atau tidak? Sebagian dari Anda mungkin ada yang menjawab tidak, ada pula yang menjawab iya. Mana yang benar? Inilah faktanya.

Gejala asma

Gejala asma pada setiap orang bisa berbeda-beda dari waktu ke waktu. Namun, secara umum tanda dan gejala asma yang tidak terkontrol, meliputi:

  • Sesak napas.
  • Batuk biasa.
  • Menimbulkan bunyi mengi.
  • Sesak dada.
  • Peningkatan produksi lendir.
  • Susah tidur karena kesulitan bernapas.
  • Tidak bisa melakukan aktivitas fisik karena sulit bernapas.

Gejala tersebut bisa terjadi secara perlahan selama berjam-jam atau berhari-hari. Bisa pula muncul sebagai serangan yang berulang dan tiba-tiba. Jika asma tidak diobati, maka dapat menyebabkan perubahan struktur yang permanen pada saluran pernapasan Anda. Perubahan ini disebut juga dengan perubahan model saluran napas. Inilah mengapa Anda penting untuk mengelola dan mengendalikan penyakit asma Anda, meskipun Anda harus mengobatinya dalam waktu lama.

Faktor pemicu asma

Faktor pemicu di sini maksudnya adalah segala sesuatu yang dapat mengiritasi saluran pernapasan Anda dan memicu serangan asma. Ada dua jenis faktor pemicu asma, yaitu:

  1. Pemicu alergi, menyebabkan reaksi alergi. Contohnya tungau debu, serbuk sari, jamur, dan bulu hewan peliharaan.
  2. Pemicu non-alergi, biasanya bersifat iritan. Contohnya asap, udara dingin, polutan udara tertentu, dan terlalu emosi.

Apa yang menyebabkan asma terjadi?

Sebagian besar penyebabnya masih belum diketahui. Namun, para peneliti menduga bahwa asma dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Hanya karena Anda memiliki orang tua yang menderita asma, tidak berarti Anda juga akan mengidapnya. Namun, jika salah satu atau kedua orang tua Anda menderita asma, kemungkinan besar Anda akan memiliki asma. Hubungan ini masih perlu dibuktikan lagi secara ilmiah.

Hingga saat ini, para peneliti telah menentukan beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang terserang asma, yaitu:

  • Riwayat keluarga.
  • Alergi.
  • Lahir prematur.
  • Infeksi paru-paru.
  • Paparan dari pekerjaan tertentu, seperti gas, partikel debu, asap, dan uap kimia.
  • Hormon.
  • Kualitas udara lingkungan.
  • Kegemukan.

Apakah asma bisa disembuhkan?

Saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit asma. Namun, dengan melakukan pengobatan yang tepat, asma dapat dikelola dengan baik. Umumnya, obat-obatan untuk mengelola asma adalah obat antiradang, antikolinergik, dan bronkodilator berupa inhaler atau nebulizer.

Cara mencegah serangan asma kambuh

Meskipun tidak ada cara untuk mencegah penyakit asma, Anda dan dokter dapat berdiskusi untuk mengelola penyakit ini, sehingga risiko kekambuhannya bisa ditekan seminimal mungkin.

Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengelola dan mengurangi risiko asma kambuh adalah:

  • Hindari faktor pemicu asma Anda. 
  • Selalu stand by obat pereda serangan asma.
  • Minum obat sesuai dengan resep dari dokter.
  • Jika Anda mengandalkan inhaler bantuan cepat, seperti albuterol, tetapi asma tidak terkendali, segeralah temui dokter Anda untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Menepis keraguan, asma menular atau tidak? 

Asma adalah penyakit kronis, bukan penyakit menular. Umumnya, penyakit yang bisa menular disebabkan oleh infeksi kuman, bakteri, atau virus. Sementara itu, asma tidak disebabkan oleh mikroorganisme tersebut, melainkan dipicu oleh beberapa faktor yang menyebabkan asma terjadi.

Normalnya, otot-otot yang mengelilingi saluran pernapasan di paru-paru dalam keadaan rileks. Namun, pada penderita asma, otot-otot ini jadi sensitif dan meradang. Ketika penderita asma menemukan faktor pemicunya, maka otot-otot tersebut akan bereaksi dengan kencang, lapisan saluran udara membengkak, dan saluran udara pun dapat terisi dengan lendir. Inilah yang membuat penderita asma jadi sulit bernapas dan menyebabkan serangan asma.

Jadi, jika masih ada yang bingung terkait asma menular atau tidak, jawabannya adalah asma tidak menular, ya.

Read More