Asma Menular atau Tidak, Sih? Intip Penjelasan Berikut!

Asma adalah salah satu gangguan pernapasan yang menyebabkan sesak napas, dada sesak, batuk, dan mengi. Penyakit ini bisa terjadi karena saluran bronkial di paru-paru mengalami peradangan dan penyempitan. Akibatnya, aliran udara jadi terbatas dan Anda pun kesulitan bernapas. Namun, apakah penyakit asma menular atau tidak? Sebagian dari Anda mungkin ada yang menjawab tidak, ada pula yang menjawab iya. Mana yang benar? Inilah faktanya.

Gejala asma

Gejala asma pada setiap orang bisa berbeda-beda dari waktu ke waktu. Namun, secara umum tanda dan gejala asma yang tidak terkontrol, meliputi:

  • Sesak napas.
  • Batuk biasa.
  • Menimbulkan bunyi mengi.
  • Sesak dada.
  • Peningkatan produksi lendir.
  • Susah tidur karena kesulitan bernapas.
  • Tidak bisa melakukan aktivitas fisik karena sulit bernapas.

Gejala tersebut bisa terjadi secara perlahan selama berjam-jam atau berhari-hari. Bisa pula muncul sebagai serangan yang berulang dan tiba-tiba. Jika asma tidak diobati, maka dapat menyebabkan perubahan struktur yang permanen pada saluran pernapasan Anda. Perubahan ini disebut juga dengan perubahan model saluran napas. Inilah mengapa Anda penting untuk mengelola dan mengendalikan penyakit asma Anda, meskipun Anda harus mengobatinya dalam waktu lama.

Faktor pemicu asma

Faktor pemicu di sini maksudnya adalah segala sesuatu yang dapat mengiritasi saluran pernapasan Anda dan memicu serangan asma. Ada dua jenis faktor pemicu asma, yaitu:

  1. Pemicu alergi, menyebabkan reaksi alergi. Contohnya tungau debu, serbuk sari, jamur, dan bulu hewan peliharaan.
  2. Pemicu non-alergi, biasanya bersifat iritan. Contohnya asap, udara dingin, polutan udara tertentu, dan terlalu emosi.

Apa yang menyebabkan asma terjadi?

Sebagian besar penyebabnya masih belum diketahui. Namun, para peneliti menduga bahwa asma dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Hanya karena Anda memiliki orang tua yang menderita asma, tidak berarti Anda juga akan mengidapnya. Namun, jika salah satu atau kedua orang tua Anda menderita asma, kemungkinan besar Anda akan memiliki asma. Hubungan ini masih perlu dibuktikan lagi secara ilmiah.

Hingga saat ini, para peneliti telah menentukan beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang terserang asma, yaitu:

  • Riwayat keluarga.
  • Alergi.
  • Lahir prematur.
  • Infeksi paru-paru.
  • Paparan dari pekerjaan tertentu, seperti gas, partikel debu, asap, dan uap kimia.
  • Hormon.
  • Kualitas udara lingkungan.
  • Kegemukan.

Apakah asma bisa disembuhkan?

Saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit asma. Namun, dengan melakukan pengobatan yang tepat, asma dapat dikelola dengan baik. Umumnya, obat-obatan untuk mengelola asma adalah obat antiradang, antikolinergik, dan bronkodilator berupa inhaler atau nebulizer.

Cara mencegah serangan asma kambuh

Meskipun tidak ada cara untuk mencegah penyakit asma, Anda dan dokter dapat berdiskusi untuk mengelola penyakit ini, sehingga risiko kekambuhannya bisa ditekan seminimal mungkin.

Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengelola dan mengurangi risiko asma kambuh adalah:

  • Hindari faktor pemicu asma Anda. 
  • Selalu stand by obat pereda serangan asma.
  • Minum obat sesuai dengan resep dari dokter.
  • Jika Anda mengandalkan inhaler bantuan cepat, seperti albuterol, tetapi asma tidak terkendali, segeralah temui dokter Anda untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Menepis keraguan, asma menular atau tidak? 

Asma adalah penyakit kronis, bukan penyakit menular. Umumnya, penyakit yang bisa menular disebabkan oleh infeksi kuman, bakteri, atau virus. Sementara itu, asma tidak disebabkan oleh mikroorganisme tersebut, melainkan dipicu oleh beberapa faktor yang menyebabkan asma terjadi.

Normalnya, otot-otot yang mengelilingi saluran pernapasan di paru-paru dalam keadaan rileks. Namun, pada penderita asma, otot-otot ini jadi sensitif dan meradang. Ketika penderita asma menemukan faktor pemicunya, maka otot-otot tersebut akan bereaksi dengan kencang, lapisan saluran udara membengkak, dan saluran udara pun dapat terisi dengan lendir. Inilah yang membuat penderita asma jadi sulit bernapas dan menyebabkan serangan asma.

Jadi, jika masih ada yang bingung terkait asma menular atau tidak, jawabannya adalah asma tidak menular, ya.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*