Batuk Asma, Jenis Asma Tanpa Gejala Sesak Napas yang Harus Anda Ketahui

Asma merupakan sebuah penyakit alergi yang ditandai dengan adanya gangguan pada saluran napas. Gejala umum yang muncul antara lain adalah sesak napas, napas yang disertai suara mengi, batuk, tetapi tanpa disertai demam. Meskipun kebanyakan asma memunculkan gejala sesak napas dan suara mengi, ada pula tipe asma yang tidak menunjukkan gejala tersebut. Tipe asma ini biasa disebut dengan sebutan cough-variant asthma atau batuk asma.

Apa itu Batuk Asma?
Asma varian batuk adalah jenis asma di mana gejala utamanya adalah batuk kering tidak produktif, yaitu batuk yang tidak mengeluarkan lendir dari saluran pernapasan. Orang dengan asma varian batuk sering tidak memiliki gejala asma “klasik”, seperti mengi atau sesak napas.

Asma varian batuk kadang-kadang disebut batuk kronis untuk menggambarkan batuk yang telah berlangsung lebih dari enam hingga delapan minggu. Batuk dengan asma dapat terjadi pada siang hari atau malam hari. Jika Anda mendapati gejala asma varian batuk di malam hari, tidur Anda dapat terganggu sehingga sulit untuk dapat nyenyak beristirahat. Batuk dapat meningkat ketika mereka terpapar dengan pemicu asma atau zat penyebab alergi seperti debu, wewangian yang kuat, atau ketika Anda berada di tempat berudara dingin.

Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Batuk Asma?
Siapa saja dapat berisiko mengalami batuk asma, tetapi anak-anak memiliki risiko yang cukup tinggi untuk mengalaminya. Perlu Anda ketahui juga bahwa jenis batuk asma ini juga dapat berkembang menjadi asma “klasik” dengan gejala yang meliputi sesak napas dan mengi.

Apa Penyebab Batuk Asma?
Seperti asma “klasik”, tidak ada penyebab pasti untuk batuk asma. Namun, batuk dapat dimulai setelah orang terpapar dengan alergen atau saat mereka menghirup udara dingin. Batuk asma juga dapat mengakibatkan adanya masalah pada infeksi saluran pernapasan bagian atas. Itulah sebabnya sinusitis dengan asma umum terjadi.

Bagaimana Batuk Asma Didiagnosis?
Asma varian batuk agak sulit untuk dapat didiagnosis karena batuk merupakan satu-satunya gejala yang muncul. Selain itu, batuk itu sendiri mungkin tampak seperti gejala bronkitis atau batuk akibat lendir dari rongga hidung.

Saat memeriksa, penyedia perawatan kesehatan akan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan Anda dan akan memeriksa serta mendengarkan aliran napas Anda. Namun, pada orang dengan asma varian batuk, biasanya akan didapatkan hasil pemeriksaan fisik, rontgen dada, dan spirometri yang normal. Spirometri dilakukan dengan mengukur seberapa banyak udara yang dapat Anda hembuskan setelah terlebih dahulu menarik napas dalam-dalam, serta seberapa cepat Anda dapat mengosongkan paru-paru Anda. Tes asma ini dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut spirometer untuk melakukan pengukuran.

Cara lain yang kerap dilakukan para penyedia layanan kesehatan untuk mendiagnosis asma varian batuk adalah dengan mengobati batuk dengan obat asma. Jika batuk membaik dengan pengobatan, Anda akan didiagnosis dengan batuk asma.

Bagaimana Batuk Asma Diobati?
Asma jenis batuk diobati dengan cara yang sama seperti perawatan asma pada umumnya. Anda mungkin akan diberi inhaler asma dengan albuterol, ipratropium, dan/atau steroid inhalasi (agen antiinflamasi). Anda akan mendapatkan proses penyembuhan dan pemulihan gejala asma secara bertahap selama enam hingga delapan minggu.

Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*