Hidup Sehat

Cermat dalam Perawatan Luka Bakar: Hindari Kesalahan Ini

Ada sejuta kemungkinan seorang manusia mengalami luka bakar, mulai dari tahap yang paling “sepele” hingga kondisi terparah. Bahkan di rumah yang notabene adalah tempat kita berlindung tetap menyimpan bahaya itu. Mulai dari kecelakaan ketika memasak, terkena setrika, sampai “tersengat” knalpot kendaraan. Kita harus cermat dalam melakukan perawatan luka bakar, sebab bila salah bukan tidak mungkin dampaknya akan serius.

Secara umum luka bakar dibagi ke dalam tiga tingkatan. Luka bakar akibat paparan sinar matahari masuk ke dalam tingkatan yang paling rendah atau tingkat pertama; luka bakar tahap kedua biasanya disebabkan oleh cairan panas, seperti air mendidih atau minyak panas; sedangkan tingkat yang terakhir terjadi karena kulit langsung terpapar oleh api, listrik, atau petir. Kendati demikian, intensitas waktu paparan, apa pun penyebabnya, juga menentukan tahapan luka bakar.

Di Indonesia sendiri, penggunaan pasta gigi sebagai pertolongan pertama perawatan luka bakar lazim dilakukan. Namun, ternyata aktivitas itu merupakan suatu kesalahan. Nah, agar kita tak lagi melakukan kesalahan serupa, di bawah ini ada beberapa macam kesalahan dalam perawatan luka bakar. Berikut informasinya:

  1. Menggunakan pasta gigi

Alasan di balik penggunaan pasta gigi untuk meredakan luka bakar merupakan cara yang salah lantaran efek dingin yang diberikan pasta gigi hanya bersifat sementara dan sama sekali tidak membantu kesembuhan luka. Pasta gigi memang memberikan efek dingin pada kulit. Namun, ide ini tak layak untuk diaplikasikan.

Hal ini berlaku juga dengan butter atau jenis krim lain yang tidak diperuntukkan khusus untuk perawatan luka bakar. Kandungan minyak dari produk ini malah menahan panas, berlawanan dengan apa yang diupayakan. Penggunaan bahan-bahan dengan niat untuk menyembuhkan malah bisa menimbulkan masalah baru.

  • Mengompres dengan es

Saat kulit terasa seperti terbakar, seseorang cenderung mencari sesuatu yang instan untuk mendinginkan luka. Salah satu cara instan yang sering digunakan adalah dengan menggunakan es batu.

Luka memang cepat terasa dingin. Namun, penggunaan es akan memperlambat aliran darah ke area luka. Selain itu, es juga dipercaya bisa merusak jaringan kulit.

  • Menyiram dengan air susu

Meski jarang, tetapi ada kelompok orang yang menggunakan air susu untuk meredakan rasa panas akibat luka bakar. Cara ini tidak disarankan lantaran bisa memicu luka ke arah yang lebih parah. Gary Golderberg, seorang asisten profesor dermatologi klinis di Icahn School of Medicine, Mount Sinai, New York, menjelaskan bahwa susu tidak bisa menyerap ke dalam kulit. Malah, bakteri pada susu bisa berkembang biak dan memicu infeksi.

  • Menutup bekas luka dengan perban

Memang benar jika luka perlu ditutup agar terhindar dari paparan bakteri dan mempercepat proses penyembuhan. Namun, hal yang berbeda berlaku pada kasus luka bakar. Pada bekas luka bakar, kebiasaan menutup dengan perban berisiko membuat kulit yang terbakar menempel pada perban saat harus dilepas.

Dikutip dari laman resmi Palang Merah Inggris, alih-alih membalutnya dengan perban, luka bakar sebaiknya ditutup dengan lembar bening atau plastik untuk mencegah infeksi.

  • Memecahkan Lepuhan

Kulit yang mengalami luka bakar seiring dengan berjalannya waktu akan menimbulkan lepuhan. Lepuhan itu bersisi cairan. Meski terlihat menggoda jangan sekali-kali mencoba memecahkan lepuhan tersebut seorang diri. Bila lepuhan terasa mengganggu minta bantuan dokter untuk mengempeskannya.

Lepuhan yang dipecahkan dengan sembarangan akan membuat kulit rusak sehingga menimbulkan risiko terpapar oleh bakteri, virus, kuman, atau hal lain yang ada di sekitar kita. Hal itu berjalan lurus dengan kemungkinan terjadinya infeksi di bagian yang luka.

***

Lantas, bagaimanakah penanganan dan perawatan luka bakar pertama yang bisa dilakukan? Para ahli sepakat bahwa ketika seseorang mengalami luka bakar, hal pertama yang bisa dilakukan adalah cukup menyiram dengan air mengalir untuk mendinginkan luka. Penggunaan air mengalir bisa menurunkan rasa panas, mengurangi rasa sakit, dan meminimalisir pembengkakan sekitar bekas luka bakar.

Setelah itu, jika dirasa perlu berdasarkan tingkat keparahan luka, seseorang bisa langsung merujuk dirinya ke dokter atau fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan luka bakar lanjutan. Penanganan dan perawatan luka bakar ini penting dan punya kaitan dengan “hasil” atau bekas luka di kulit pada kemudian hari.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*