Penyakit

Ciri-ciri Bayi Mengalami Mata Buta

Bayi yang mengalami gangguan penglihatan bisa mengalami dampak buruk yang berpengaruh pada perkembangan anak secara keseluruhan. Maka dari itu, hal ini sangat penting diketahui oleh para orang tua guna mendeteksi sedini mungkin untuk bisa mencegah bayi mengalami mata buta di kemudian hari atau selama masa perkembangan anak.

Berbagai macam jenis cacat lahir pada bayi dan penyebabnya berbeda-beda, termasuk pada salah satunya gangguan penglihatan. Padahal kemampuan melihat dengan baik dan jelas yang dirasakan bayi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung proses tumbuh kembang anak, untuk itu memahami beberapa ciri-ciri dari gangguan penglihatan pada bayi diperlukan.

Ciri-ciri Bayi Buta

Kemampuan bayi untuk melihat bergantung pada kerja sama antara indra penglihatan mata dan otak, mata terdiri dari berbagai bagian yang berbeda seperti kornea, lensa, iris hingga retina. Semua bagian mata ini saling bekerja sama agar gambar, cahaya atau objek bisa ditangkap atau dilihat dengan jelas dan fokus oleh mata.

Saraf yang terdapat pada mata memiliki tugas untuk mengirim objek, gambar hingga cahaya yang dilihat menuju ke otak. Dalam momen ini otak bekerja dengan melakukan proses dan mengenali apa yang ditangkap oleh mata. Proses ini terbilang sulit, tetapi kerja sama yang terjalin dan membuat seseorang bisa melihat terjadi secara singkat.

Apabila bayi memiliki gangguan pada penglihatan, secara otomatis kemampuan ini tidak bisa berkembang dengan baik. Pada umumnya, para orang tua bisa memerhatikan bayi mereka mengalami masalah penglihatan berdasar ciri-ciri yang muncul, berikut ini beberapa ciri-ciri bayi mengalami gangguan penglihatan.

  • Kondisi sensitivitas yang tinggi terhadap cahaya.
  • Fokus mata yang buruk disertai sering menggosok mata.
  • Mata memerah, pupil mata terlihat berwarna putih bukan hitam.
  • Mengalami kesulitan dalam melihat atau mengamati objek.
  • Pergerakan mata terlihat tidak normal, kondisi ini diketahui setelah bayi berusia enam bulan.
  • Ketika bayi sudah berusia lebih dari satu tahun, cahaya maupun gangguan lain tidak menarik perhatian.
  • Bayi mengalami kondisi di mana kedua mata tidak pernah membuka.

Selain beberapa ciri di atas, kondisi gangguan penglihatan mata bayi bisa dilihat dengan kedua bola mata bayi atau balita dan anak-anak prasekolah terlihat tidak sejajar. Kondisi ini bahkan menjadi ciri-ciri yang kerap diabaikan, padahal ketika bayi berada dalam keadaan ini sangat dianjurkan segera memeriksakan ke dokter guna mengetahui kemungkinan buruk.

Namun, jika masalah penglihatan yang dialami bayi maupun anak-anak berada dalam kondisi mata malas atau disebut dengan amblyopia, secara umum atau biasanya keadaan ini tidak menunjukkan ciri-ciri buta mata. Para orang tua disarankan untuk segera memeriksakan kondisi bayi dengan gangguan penglihatan ini ke dokter spesialis mata atau ophtalmologist.

Tujuan pemeriksaan ini selain mendeteksi masalah pada perkembangan penglihatan bayi sedini mungkin, tetapi juga untuk memeriksa gangguan penglihatan bayi dan anak-anak agar mendapatkan penanganan yang tepat. Pada kebanyakan kasus, dokter akan melakukan pemeriksaan mengenai masalah penglihatan sejak bayi baru lahir.

Hal tersebut dilakukan agar dokter mendapatkan kondisi yang memperlihatkan ciri-ciri bayi mengalami gangguan penglihatan. Setelah enam bulan pasca pemeriksaan pertama, dokter juga akan melihat struktur mata bayi dan memberikan penilaian terkait bayi bisa memerhatikan pergerakan benda berwarna terang di hadapannya.

Peran orang tua sangat vital untuk mengatasi gangguan atau masalah penglihatan yang dialami bayi atau anak mereka. Semakin cepat mengetahui kondisi tersebut, maka akan semakin baik pula penanganan yang akan dilakukan oleh para dokter.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*