Penyakit

Ciri-ciri dan Cara Mengobati Dwarfisme

Merupakan kelainan fisik yang membuat seseorang khususnya pada anak-anak yang memiliki tubuh sangat pendek atau kerdil, dinamakan dengan dwarfisme. Banyak orang salah mengartikan kondisi kelainan ini dengan stunting, namun perlu diluruskan bahwa kedua kondisi ini sangat jelas tidak sama alias benar-benar berbeda.

Stunting merupakan kondisi di mana tinggi badan anak yang pendek karena masalah kekurangan gizi, sebaliknya kelainan fisik karena genetik atau kondisi medis tertentu membuat seseorang menjadi memiliki tubuh pendek atau kerdil. Seseorang dikatakan mengalami kondisi ini jika memiliki tinggi badan antara 120 hingga 140 cm ketika sudah berusia dewasa.

Dwarfisme Pada Anak

Kondisi ini dibagi menjadi dua jenis, pertama tidak proporsional dan yang kedua proporsional, kedua jenis kondisi tersebut yang dialami anak tentu memiliki beberapa perbedaan. Jenis tidak proporsional yakni terdapat beberapa bagian tubuh seseorang yang kecil, sementara yang lain berukuran rata-rata hingga di atas rata dan menyebabkan perkembangan tulang terhambat.

Sementara untuk jenis yang proporsional adalah ketika semua bagian tubuh kecil untuk tingkat yang sama dan tampak proporsional seperti perawakan tubuh rata-rata. Apabila kondisi ini muncul ketika masih anak-anak, maka kondisi ini akan membatasi tumbuh kembang anak secara keseluruhan dan tentunya ini merupakan kondisi yang tidak bagus.

Ciri-ciri Dwarfisme

Pada awalnya dokter akan mencurigai anchodroplasia sebelum kelahiran, tepat sejak USG prenatal di akhir kehamilan. Hasil USG nantinya akan menunjukkan bahwa lengan dan kaki bayi lebih pendek dari ukuran rata-rata, sementara ukuran kepala menjadi lebih besar. Sayangnya, tidak semua ibu melakukan USG prenatal di akhir kehamilan.

Dampak negatif yang muncul adalah banyak anak dengan achondroplasia tidak terdiagnosis hingga setelah kelahiran. Namun, dokter juga bisa melakukan diagnosis beberapa jenis kondisi kerdil di awal kehamilan, walaupun tidak semuanya. Hal ini dikarenakan terdapat diagnosa setelah beberapa bulan atau di tahun pertama setelah mengetahui pertumbuhan anak terlambat, berikut ciri-cirinya.

  • Bentuk kaki bengkok.
  • Tulang hidung tidak rata.
  • Rahang bayi terlihat menonjol.
  • Tulang belakang bawah melengkung ke arah depan.
  • Kepala besar dengan dahi lebar sebagai tanda achondroplasia.

Jika usia bayi sudah cukup besar, maka akan mengalami keterlambatan kemampuan motorik dan imunitas yang mudah menurun. Untuk mengetahui kondisi ini pada bayi harus membutuhkan kepekaan, jika bayi memiliki kecenderungan kondisi jenis proporsional maka akan lebih mudah dideteksi karena terkait dengan masalah genetik.

Cara Pengobatan

Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi hal-hal buruk pada tubuh serta berbagai komplikasi kondisi ini terdapat beberapa alternatif. Pada umumnya, pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengatasi permasalahan yang muncul, berikut di antaranya beberapa pengobatan tersebut.

  • Terapi Hormon

Terapi hormon bisa dilakukan dengan memberikan suntikan hormon sintetis, hal ini dilakukan setiap hari pada anak-anak yang memiliki kekurangan hormon pertumbuhan agar semakin tercukupi. Bahkan bisa membantu anak mencapai tinggi badan maksimal, selain hormon sintetis diberikan pula suntikan estrogen.

  • Operasi

Tindakan medis ini dilakukan sebagai salah satu cara pertumbuhan tulang yang optimal, melalui operasi ini pemilik dwarfisme dapat memperbaiki bentuk tulang belakang dan mengurangi tekanan saraf yang terjadi. Tindakan ini setidaknya bisa memaksimalkan fungsi tubuh serta kemampuan selama melakukan aktivitas.

Operasi juga dilakukan agar tidak memicu munculnya berbagai komplikasi yang dialami pasien, seperti terjadinya peradangan sendi, saraf tulang belakang terjepit, gigi tumbuh secara bertumpuk, mengalami gangguan pernapasan saat tidur hingga gangguan nyeri yang sewaktu-waktu bisa terjadi dan kambuh secara tak terduga.

Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*