4 Tanaman Herbal yang Dapat Cegah Covid-19

Begitu mengerikannya pandemi Covid-19, membuat masyarakat tidak merasa cukup dengan imbauan resmi dari pemerintah atau instansi kesehatan yang berwenang. Demi keselamatan diri, warga terus mencari alternatif solusi untuk menangkal penyebaran virus corona ini. Salah satu yang cukup diyakini keampuhannya adalah tanaman herbal, sebagian mulai menamainya tanaman herbal Covid-19.

Mengingat virus corona masih sangat baru, tentu khasiat tanaman herbal Covid-19 tersebut belum teruji secara pasti khasiatnya. Namun, di kalangan masyarakat beberapa tanaman memang sangat diyakini memberikan manfaat dalam menjaga sistem imun tubuh, agar tidak tertular virus corona.

Upaya pencegahan dengan tanaman herbal Covid-19

Ketakutan yang melanda masyarakat membuat berita atau pesan berantai terkait tanaman herbal yang dapat cegah Covid-19 selalu mendapat perhatian. Di bawah ini, beberapa tanaman yang disebut-sebut dapat menangkal virus corona.

1. Jamu empon-empon

Sejak virus corona menyebar di Indonesia, nama empon-empon menjadi populer. Sebagai warisan tradisional Indonesia,  jamu ini sebetulnya telah lama dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Jamu yang satu ini merupakan kumpulan rempah-rempah, seperti jahe merah, biang kunyit, temulawak, kayu manis, dan sereh. Campuran ini dipercaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dan saat ini, gabungan rempah tersebut digadang-gadang sebagai tanaman herbal anti Covid-19.

Tak ada salahnya mengonsumsi empon-empon sebagai untuk mencegah tertular virus corona. Hanya perlu diingat, bahwa khasiat empon-empon dalam mengatasi Covid-19 masih membutuhkan penelitian ilmiah.

2. Jeruk beserta kulitnya

Baru-baru, para peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Indonesia (UI) melakukan penelitian gabungan. Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mencari komponen alami atau herbal yang dapat mengatasi infeksi virus corona.

Dari penelitian tersebut, jeruk beserta kulitnya dikatakan berpotensi untuk mengatasi Covid-19.

Di dalam jeruk terdapat hesperidin, salah satu jenis flavonoid. Hesperidin ini memiliki kemampuan untuk melawan virus dan bakteri. Itulah sebabnya, jeruk dan kulitnya dianggap mampu melawan virus corona.

Hesperidin ini banyak terkandung di dalam kulit jeruk. Cara mengonsumsinya, Anda dapat memarut sedikit kulit jeruk dan mencampurnya ke dalam jus jeruk. Atau membuat infused water jeruk, tanpa mengupas kulitnya.

Meskipun khasiat tanaman herbal satu ini diketahui berdasarkan penelitian, namun penelitian yang dilakukan masih dalam tahap awal. Masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk membuktikan kemampuan suatu tanaman herbal dalam melawan Covid-19.

3. Jambu biji

Tak berhenti pada jeruk dan kulitnya, penelitian gabungan IPB dan UI juga meneliti jambu biji. Layaknya jeruk, jambu biji juga dianggap berpotensi untuk melawan virus corona.

Menurut para peneliti, komponen di dalam jambu biji cukup lengkap untuk melawan infeksi Covid-19, yaitu hesperidin, kuersetin, kaempferol, rhamnetin, dan myricetin. Akan tetapi, untuk diklaim sebagai obat, tanaman ini masih harus melewati prosedur uji klinik. Dan masih butuh waktu yang cukup panjang untuk proses penelitian tersebut.

Namun, tentu tidak ada ruginya jika Anda rutin mengonsumsi jambu biji. Biar bagaimanapun, jambu biji sangat kaya akan vitamin C yang berguna bagi daya tahan tubuh.

4. Daun kelor

Tak mau kalah dari empon-empon, daun kelor juga mendadak naik daun belakangan ini. Pasalnya, penelitian gabungan IPB dan UI juga meneliti terkait daun kelor dan hasilnya disebutkan bahwa senyawa-senyawa yang dapat bermanfaat dalam menangkal virus corona terkandung di dalam daun kelor.

Marak sekali klaim terkait tanaman herbal Covid-19 atau tanaman-tanaman yang dianggap dapat mencegah atau melawan virus corona. Tidak masalah jika Anda menggunakan tanaman herbal tersebut, tapi tetap jangan berlebihan ya! Sebab bahan alami bukan berarti tidak akan memiliki efek samping, tetaplah bijak dan berhati-hati dalam mengonsumsi tanaman herbal.

Read More

Suntik Putih Glutathione Apakah Efektif dan Aman?

Memiliki kulit yang putih dan cerah menjadi dambaan setiap wanita. Sayangnya, keinginan untuk mendapatkan kulit yang sempurna tersebut membuat mereka rentan menderita kondisi kesehatan yang serius, cacat, dan bahkan kematian. Salah satu cara untuk memiliki kulit yang putih adalah dengan melakukan suntik putih. Suplemen antioksidan seperti glutathione digunakan sebagai bahan suntik karena dipercaya mampu membuat kulit menjadi cerah dan lebih putih. Penyuntikan glutathione tanpa pengawasan tenaga medis professional merupakan tindakan yang ilegal dan sangat berbahaya. Namun apakah sebenarnya glutathione itu dan bahaya apa saja yang mengancam mereka yang menyalahgunakannya?

Glutathione adalah sebuah antioksidan yang secara alami diproduksi oleh tubuh. Namun, penggunaan suplemen glutathione dalam bentuk suntikan tanpa persetujuan tenaga medis sebagai agen pemutih kulit dalam jumlah yang tinggi meningkat dari tahun ke tahun. Penyuntikan glutathione, atau suntik putih, ini memiliki konsekuensi kesehatan yang sangat berbahaya bagi penggunanya. Beberapa bahaya dari suntik putih tersebut (apabila dilakukan dengan cara yang salah dan tanpa pengawasan ahli) di antaranya adalah:

  • Potensi disfungsi ginjal yang dapat menyebabkan kegagalan ginjal
  • Penyuntikan udara ke dalam pembulih darah yang dapat menyebabkan embolus yang berpotensi mengancam jiwa
  • Reaksi terhadap obat-obatan mulai dari ruam kulit hingga risiko kesehatan yang lebih parah seperti sindrom Steven Johnsons yang fatal
  • Penggunaan jarum suntik yang tidak aman (daur ulang, berbagi jarum suntik) yang dapat mengakibatkan penularan virus penyakit Hepatitis B dan juga HIV
  • Penyakit-penyakit serius (seperti kanker) di kemudian hari dikarenakan zat atau kandungan yang sebenarnya dalam suntik putih yang tidak diketahui

Seberapa amankah glutathione apabila digunakan dengan cara yang benar?

Glutathione menjadi primadona industry obat-obatan alternatif. Beberapa orang menyebutnya sebagai “ibu dari semua antioksidan”. Ada beberapa studi yang menunjukkan glutathione digunakan sebagai terapi penyakit Parkinson. Selain itu, salah satu bukti ilmiah terbaik penggunaan glutathione adalah kemampuannya dalam mengurangi efek samping dari terapi kanker. Dalam hal pemutih kulit, glutathione mungkin memiliki efek anti-malanogenik. Sayangnya, belum ada bukti yang diterbitkan pada jurnal manapun tentang efek suntik putih glutathione dalam memutihkan kulit. Bahkan Database Komprehensif Obat-obatan Alami tidak memberikan komentar apapun tentang keefektifan glutathione (baik digunakan dalam bentuk suntikan ataupun oral) dalam memutihkan kulit.

Menurut Jean Jacqques Dugoua, seorang naturopath, suntikan glutathione (apabila dilakukan dalam cara yang benar) tidak hanya aman, tetapi juga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Glutathione membantu melawan racun yang ada di dalam tubuh, mendukung sistem saraf pusat, membantu kesuburan dan mendukung sistem kekebalan tubuh yang kuat dan sehat. Sayangnya klaim tersebut tidak didukung dengan bukti-bukti medis yang meyakinkan. Informasi keamanan tentang suntikan glutathione hanya tersedia dalam jumlah yang sedikit. Misalnya saja, Database Komprehensif Obat-obatan Alami menyebutkan bahwa tablet dan suntikan glutathione “mungkin aman”. Kemungkinan tersebut kiranya patut dipertanyakan dan studi lebih lanjut mengenai glutathione perlu dilakukan. Oleh sebab itu, dengan sedikitnya bukti keefektifan dan keamanan suntik putih menggunakan glutathione, saran yang paling terbaik untuk konsumen yang ingin menggunakannya adalah untuk berhati-hati dan berpikir panjang, sekaligus melakukan konsultasi dengan dokter tentang suntik putih. Selain itu, produk-produk suntik putih biasanya berasal langsung dari naturopath. Kebersihan, kesterilan, dan kualitas produk tersebut patut dipertanyakan. Ditambah lagi, belum ada manfaat yang benar-benar jelas, sekaligus informasi yang lengkap perihal riisko dan bahaya glutathione.

Read More

10 Makanan Untuk Rambut Sehat

Tahukah Anda bahwa rambut sehat bisa didapat dari makan makanan yang bernutrisi? Lalu makanan seperti apa yang bisa membuat rambut sehat? Berikut daftarnya!

  • Salmon untuk rambut berkilau

Ikan salmon, mackarel dan sarden memiliki asam lemak omega-3 yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Sebagai suplemen, omega-3 dapat melindungi Anda dari serangan penyakit serta membuat rambut tumbuh lebih sehat.

  • Yogurt untuk rambut lebat

Kandungan protein pada yogurt cukup banyak sehingga dapat membantu memperlancar peredaran darah ke akar rambut untuk mendistribusikan nutrisi. Yogurt juga memiliki kandungan vitamin B5 yang biasa ditemukan di produk sampo.

  • Bayam untuk rambut rusak

Bayam tergolong dalam sayuran dengan warna hijau tua yang menandakan bahwa sayuran ini kaya akan nutrisi seperti beta karoten, zat besi, vitamin A dan vitamin C yang semuanya baik untuk kesehatan kulit kepala agar tidak kering dan membuat rambut cepat rusak. Ingin lebih sehat lagi? Tambahkan pula sayur Kale ke dalam menu makan Anda.

  • Jambu biji untuk rambut patah

Kandungan vitamin C di dalam satu buah jambu biji memastikan asupan vitamin C Anda tercukupi selama satu hari. Itu artinya, rambut pun akan ternutrisi dengan baik dan tidak lagi patah-patah saat disisir.

  • Sereal yang mengandung zat besi untuk rambut rontok

Kekurangan zat besi bisa membuat rambut rontok. Anda dapat mencukupi kebutuhan zat besi dengan makan sereal yang memiliki campuran bluberi atau stroberi, misalnya. Atau dengan makan pasta, kacang kedelai juga daging sapi.

  • Unggas untuk rambut tebal

Ketebalan rambut bergantung dari asupan protein yang Anda makan. Protein bisa didapatkan secara sehat dengan makan dari sumber protein tanpa lemak seperti daging ayam dan kalkun.

  • Ubi untuk rambut kusam

Ubi mengandung antioksidan dan beta karoten yang diubah oleh tubuh menjadi vitamin A. Vitamin ini memproduksi minyak pada akar rambut sehingga rambut senantiasa lembab dan tidak kering.

  • Kayu manis untuk folikel rambut

Campurkan kayu manis ke dalam kopi Anda. Kayu manis dapat memperlancar peredaran darah yang mendistribusikan oksigen hingga ke folikel rambut.

  • Telur untuk pertumbuhan rambut

Telur kaya akan biotin yang dapat memperkuat akar rambut sehingga tidak mudah rontok. Agar rambut tumbuh sehat dan kuat, telur merupakan sumber protein yang mudah didapatkan.

  • Tiram untuk rambut bervolume

Ingin memiliki rambut mengembang secara alami tanpa bantuan hair spray? Tiram memiliki kandungan Zinc dan mineral yang dapat memperbarui sel-sel di dalam tubuh. Makanan lain yang mengandung banyak mineral termasuk kepiting, lobster dan daging sapi.

Read More

Makanan yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan Gigi

Di samping menyikat gigi, terdapat asupan yang bisa membuat senyum cemerlang dan gusi sehat. Sejumlah nutrisi, termasuk vitamin C, vitamin D, dan kalsium, menunjang kesehatan mulut. Di samping itu, penting untuk membatasi makanan ringan. Ngemil membuat liur terganggu. Padahal, liur berfungsi membersihkan sisa makanan yang bisa merusak gigi, terganggu. “Jika makan terus menerus, gigi selalu terekspos zat-zat perusak,” kata Anthony Iacopino, dekat Fakultas Kedokteran Gigi University of Manitoba, Kanada.

Menurut Iacopino, cara terbaik mencegah gigi berlubang adalah membatasi aktivitas makan tiga kali sehari. Jika sulit menahan keinginan ngemil, pilih makanan ringan yang tidak menyebabkan gigi keropos. Hindari makanan dan minuman berikut ini, yang bisa menyebaban gigi keropos.

Yang Harus Dihindari

  • Minuman bergula:
    Bakteri di mulut memecah gula sederhana dan memproduksi zat asam, yang bisa mengikis email–lapisan luar pelindung gigi. Akibatnya, terjadi lubang pada gigi. Hampir semua minuman kemasan mengandung gula sederhana. “Minuman bergula dapat meningkatkan kadar zat asam dalam waktu lama,” kata Steven Schonfeld, juru bicara Asosiasi Dokter Gigi Amerika Serikat. Soft drink berefek lebih buruk karena karbonasinya meningkatkan keasaman jauh lebih tinggi.

  • Permen dan makanan ringan manis:
    Hampir semua permen terbuat dari gula, yang memicu peningkatan zat asam bakteri di mulut. Permen yang lengket dan kenyal memiliki ancaman lebih besar, karena menempel di gigi.

  • Tepung:
    Tepung, termasuk di roti dan pasta, juga meningkatkan kadar keasaman bakteri di mulut. Semakin banyak proses yang dialami tepung tersebut, semakin besar pula dampaknya kepada zat asam.

  • Sereal dengan kandungan gula:
    Makanan seperti sereal sarapan siap saji dan berbagai makanan olahan lain banyak mengandung tepung dan gula. Kombinasi tepung dan gula berbahaya, karena bisa menyangkut pada plak di sela-sela gigi.

  • Kopi, teh, dan anggur merah:
    Ketiga minuman ini meningkatkan keasaman mulut dan membahayakan email. Terlebih, kopi, teh, dan anggur merah dinikmati secara perlahan sehingga proses perusakan gigi berlangsung dalam waktu panjang. Ketiga minuman ini juga meninggalkan noda pada gigi.

Yang Harus Dikonsumsi

  • Air putih:
    Penghilang dahaga terbaik ini juga menjadi pilihan terbaik bagi gigi. Air bisa membersihkan mulut dari bakteri perusak gigi.

  • Minuman tanpa gula:
    Jika terlanjur menyukai minuman manis, pilih yang bebas gula (sugar-free).

  • Permen karet tanpa gula:
    Mengunyah permen karet meningkatkan produksi air liur atau saliva. Air liur akan menetralisir zat asam dan melindungi email. Ingat, pilih permen karet yang bebas gula.

  • Keluarga jeruk:
    Jeruk bisa meningkatkan produksi saliva. Sejumlah penelitian menyebutkan jeruk, jeruk nipis, lemon, dan lainnya berdampak positif bagi gigi, karena mengandung banyak air dan membantu membersihkan mulut dari bakteri.

  • Susu dan keju:
    Susu dan keju menjaga kesehatan gigi melalui beberapa cara. Pertama, memicu produksi air liur. Kedua, protein, kalsium, dan fosfor yang terkandung dalam susu dan keju, menjadi tameng bagi email dari ancaman bakteri. Ketiga, nutrisinya memperkuat mineral di permukaan gigi.

  • Ikan dan biji rami:
    Omega-3 merupakan nutrisi yang paling ampuh mengatasi peradangan, termasuk peradangan yang ditimbulkan bakteri pada gusi. “Orang yang banyak mengonsumsi omega-3 terbukti lebih tahan terhadap peradangan dan infeksi, termasuk radang gusi,” kata Iacopino. Omega-3 banyak terdapat pada ikan, minyak ikan, dan biji rami, atau flaxseed.

  • Cokelat:
    Ini kabar baik bagi penggemar cokelat. Tidak seperti pandangan konvesional bahwa cokelat merusak gigi, cokelat justru baik untuk kesehatan gigi. Kandungan pada cokelat dapat meredam peradangan gusi dan melindungi gigi dari pengeroposan. Dark chocolate merupakan pilihan terbaik, karena memiliki kandungan gula rendah. Meski demikian, milk chocolate yang mengandung gula tetap terbukti tidak meningkatkan risiko gigi berlubang, dibandingkan snack lain.
Read More

Tips Makan Sehat Saat Liburan

Liburan akhir tahun menjadi saat berkumpul bersama keluarga, berpesta dan menikmati berbagai makanan. Godaan makanan yang menggugah selera akan memudarkan niat diet sehat yang selama ini dijalani. Namun, bagaimana tetap bisa berpegang pada pola makan rendah gula ketika orang lain di sekitar Anda berpesta pora? Berikut ini 5 tips yang bisa membantu Anda:

1. Memantapkan Pola Makan

Anda mungkin tidak bisa menolak undangan pesta dan berbagai jenis makanan yang disajikan. Namun, Anda masih bisa mengatasi tantangan dengan rencana pola makan yang tepat berikut ini.

  • Makanlah pada saat jam makan untuk menjaga kestabilan gula darah.
  • Jika waktu makan berbeda, ambil saja camilan ringan dan nikmati sedikit demi sedikit.
  • Jika Anda sudah mencicipi dessert manis, kurangi karbohidrat (nasi, roti, kentang)
  • Hindari terlalu lapar saat datang ke pesta, yang justru membuat Anda sulit mengendalikan nafsu makan.
  • Jika sulit menahan godaan, pilih sayuran dan buah-buahan untuk menu jam makan selanjutnya.

2. Menjaga Rutinitas

Saat sarapan di hotel, pilih jenis makanan yang rendah gula. Seperti pai labu, salad, teh tawar, kopi pahit, dan batasi konsumsi gula hanya 1-2 sendok setiap hari. Tetap lakukan aktivitas fisik yang ringan yang disesuaikan dengan jadwal liburan. Misalnya, berjalan kaki 10 menit setiap hari.

Jadwalkan waktu bagi diri sendiri alias “me time” untuk tidur siang, berendam air hangat, atau membaca buku. Pada akhirnya, hal ini akan mengembalikan energi Anda di keesokan hari.

3. Mengendalikan Diri saat Prasmanan

Aneka makanan prasmanan bisa membuat gelap mata. Namun, tetap ikuti aturan diet dengan mengambil piring kecil dan menjauh dari meja prasmanan. Mulai dengan menikmati sayuran atau salad untuk mengurangi selera makan. Makan perlahan-lahan, sekitar 20 menit, agar otak menyadari bahwa Anda sudah kenyang.

4. Beri Hadiah untuk Diri Sendiri

Sesekali tidak ada salahnya untuk menghadiahi diri sendiri dengan daftar menu yang paling Anda sukai satu kali seminggu. Anda boleh menikmati makanan manis seperti kue lapis cokelat, brownies, pudding ice cream, pisang bakar keju, dan sebagainya. Makanlah perlahan dan nikmati dalam porsi kecil. Setelah itu, kembali ke pola rencana diet.

5. Berolahraga

Selama liburan Anda mungkin disajikan berbagai makanan oleh keluarga atau dimanjakan menu hotel. Tebus rasa bersalah Anda dengan tetap aktif dan berolahraga secara rutin. Pilih jenis olahraga ringan yang sesuai dengan aktivitas liburan. Misalnya berjalan kaki setelah makan siang, atau yoga di pagi hari.

6. Tidur Nyenyak Setiap malam

Saat merayakan tahun baru, Anda mungkin akan kehilangan waktu beristirahat, termasuk tidur. Akibatnya, Anda pun akan sulit mengendalikan gula darah. Sebab, orang yang kurang tidur cenderung makan lebih banyak dan memilih makanan berlemak atau manis. Oleh karena itu, usahakan tidur maksimal 7-8 jam setiap malam.

Nah, sebelum berangkat berlibur bersama keluarga maupun teman, patut diingat bahwa Anda harus fokus untuk menjalin kebersamaan dan kedekatan dengan orang-orang tercinta. Jika Anda fokus pada hal ini, akan lebih mudah untuk mengalihkan pikiran dari makanan.

Yuk, nikmati liburan dan ingat tips makan sehat di atas ya.

Read More