Kesehatan Wanita

Ibu Hamil, Jangan Lewatkan Manfaat Minyak Zaitun untuk Anda dan Bayi Berikut Ini!

manfaat minyak zaitun bagi ibu hamil dan janin

Selama proses mengandung, tidak jarang ibu hamil mendapati stretch mark pada area kulit. Biasanya ibu hamil akan menggunakan krim tertentu untuk menghilangkan bekas ini. Sebagai alternatif, ibu hamil dapat mengoleskan minyak zaitun. Diketahui bahwa manfaat minyak zaitun cukup penting, baik bagi ibu hamil maupun bayi yang dikandung. Apa saja manfaat minyak zaitun tersebut? Mari simak informasi selengkapnya di bawah ini.

  • Membantu memudarkan stretch mark

Telah disebutkan sebelumnya, bahwa stretch mark dapat saja muncul sebagai perubahan normal pada tubuh ibu hamil. Hal ini terjadi ketika tubuh calon bayi semakin membesar, yang menyebabkan otot panggul dan perut ibu hamil akan secara alami ikut meregang, sehingga janin mendapatkan ruang lebih untuk tumbuh. 

Manfaat minyak zaitun ini tidak lain untuk membantu memudarkan stretch mark tersebut. Penggunaannya cukup sederhana, yaitu hanya dengan mengoleskan minyak zaitun ke area timbulnya stretch mark secara rutin.

Sayangnya, hal ini belum didukung oleh penelitian yang cukup. Sebuah penelitian bahkan menegaskan bahwa mengoleskan minyak zaitun sebanyak dua kali sehari tidak dapat mencegah timbulnya stretch mark.

  • Mengoptimalkan perkembangan janin

Dalam minyak zaitun, terdapat kandungan asam lemak omega-3 yang berguna untuk mengoptimalkan perkembangan otak dan mata janin. Di samping itu, manfaat minyak zaitun juga dapat menjaga berat dan tinggi badan ideal bayi ketika ia dilahirkan nanti. 

  • Menjaga kesehatan kulit bayi 

Manfaat minyak zaitun lainnya untuk ibu hamil dan bayi tidak hanya dapat dirasakan pada saat periode mengandung. Namun, saat bayi telah dilahirkan, manfaat minyak zaitun ternyata penting bagi kesehatan kulit bayi yang membuat kulit terasa lebih lembut dan kenyal. Memijat bayi menggunakan minyak zaitun diyakini dapat melancarkan sistem pencernaan dan membantu bayi tertidur pulas. 

  • Kaya akan vitamin E

Selain asam lemak omega-3, minyak zaitun ternyata kaya akan vitamin E, bahkan kandungan vitamin E dalam minyak zaitun 13% lebih besar dari kebutuhan harian vitamin E manusia. Dengan jumlah vitamin E sebanyak itu, manfaat minyak zaitun yang akan didapatkan dapat, yaitu membantu mengoptimalkan perkembangan bayi dalam kandungan. Di samping itu, vitamin e juga ternyata dapat membantu mengoptimalkan fungsi ginjal dan pankreas pada bayi prematur.

  • Mencegah terjadinya infeksi

Selain mengandung vitamin E dan asam lemak omega-3, ternyata minyak zaitun yang kaya akan vitamin A. manfaat minyak zaitun ini diyakini dapat menunjang sistem kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya infeksi selama periode kehamilan. Vitamin A juga diketahui dapat membantu perkembangan mata janin. 

Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A dapat menjaga kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandung.

  • Memaksimalkan fungsi psikomotorik janin

Manfaat minyak zaitun lainnya, yaitu diyakini dapat memaksimalkan fungsi psikomotorik janin, yaitu kemampuan refleks bayi terhadap lingkungan sekitarnya. Hal ini telah diamati oleh para ahli. Hasilnya, membuktikan bahwa ibu hamil yang selama masa mengandung mengonsumsi minyak zaitun, melahirkan bayi dengan kemampuan psikomotorik yang lebih optimal.

  • Membersihkan kulit kepala bayi

Manfaat minyak zaitun terus dirasakan, bahkan saat bayi telah dilahirkan. Mengoleskan minyak zaitun pada kulit kepala bayi dan mendiamkannya untuk beberapa menit, dapat mengatasi ruam atau sisik pada kulit kepalanya. Kemudian, ketika kerak dari ruam tersebut telah melunak, kulit kepala bayi dapat dibersihkan dengan mudah menggunakan sisir berbulu halus.

Read More
Kesehatan Wanita

Bahan-Bahan Alami yang Dipercaya Mampu Atasi Adenomiosis

Ada berbagai macam masalah kewanitaan. Ada yang terlihat sepele, ada pula yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Masalah kewanitaan itu seluruhnya berkaitan dengan organ reproduksi mereka. Satu yang cukup serius adalah adenomiosis.

Adenomiosis merupakan istilah untuk menjelaskan kondisi di mana terdapat pertumbuhan jaringan tidak normal di rahim. Jaringan endometrium (jaringan yang melapisi rahim) ada di dalam dan tumbuh menerobos dinding otot rahim (miometrium) itulah yang disebut dengan adenomiosis. Mudahnya, adenomiosis adalah penebalan dinding rahim.

Pertumbuhan atau penebalan dinding rahim tersebut akan mempengaruhi sistem reproduksi wanita. Hal itu memungkinkan terjadinya peningkatan frekuensi darah yang “dibuang” pada masa menstruasi. Lebih lanjut, adenomiosis ini juga akan membuat siklus bulanan wanita itu terasa lebih berat dan menyakitkan dari biasanya.

Meski tidak selalu berbahaya, tetapi adenomiosis cenderung mengganggu kesehatan reproduksi. Ada banyak laporan mereka yang mengalami kondisi ini menjadi salah satu penyebab sulit memiliki keturunan. Selain itu, adenomiosis ini dapat mempengaruhi kondisi psikologis wanita.

Ada banyak cara mengobati adenomiosis. Mendatangi tenaga atau fasilitas kesehatan mungkin masih menjadi langkah favorit. Namun, tak sedikit kalangan memilih cara alternatif dengan memanfaatkan berbagai bahan alami untuk mengatasi masalah ini. Ada berbagai bahan alami yang diyakini mampu mengatasi masalah dan gejala dari adenomiosis, di antaranya:

  • Kulit Manggis

Sudah banyak laporan atau studi yang mengungkap kandungan gizi dalam buah manggis memiliki khasiat untuk kesehatan dan kecantikan. Kulit manggis memiliki khasiat melebihi daging buahnya karena mengandung antioksidan paling tinggi.

Buah manggis kaya akan vitamin B1, B2 dan C, serta kalsium, potassium, sodium, dan zat besi. Manggis juga mengandung xanthone, mangostin, garsinon, flavonoid, epicatechin, spingomyolinase, dan gartanin.

Kandungan xanthone tertinggi, yaitu 40 persen, terdapat pada kulitnya. Dengan kandungan xanthone yang tinggi (123,97 mg/ml) ini, kulit manggis yang dapat membunuh penyakit dan memperbaiki sel yang telah rusak serta melindungi sel-sel di dalam tubuh. Xanthone adalah substansi kimia alami, yang tergolong senyawa polyhenolic yang dapat digunakan sebagai zat untuk mengatasi berbagai penyakit, termasuk adenomiosis.

  • Daun Sirsak

Daun Sirsak/Graviola diuji secara laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil test menunjukkan khasiat daun sirsak secara efektif memilih target dalam membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda-beda.

Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mencermati banyaknya khasiat akan tanaman sirsak, mulai dari daun, batang, hingga buahnya. Hasil penelitian yang dilakukan mereka menunjukkan bahwa daun sirsak mampu menyerang dan menghancurkan sel-sel kanker.

Penelitian lain yang dilakukan oleh The National Cancer Institute pada tahun 1976 silam pun mengungkapkan bahwa salah satu khasiat utama dari sirsak adalah antitumor dan antikanker.

Pemanfaatan daun sirsak sebagai obat-obatan di Indonesia sebenarnya bukan hal yang baru. Secara turun temurun khasiat daun sirsak telah dimanfaatkan oleh orang Indonesia untuk mengatasi beberapa penyakit.

Berdasarkan data dan hasil penelitian, daya kerja zat antikanker di dalam daun sirsak 10.000 kali lebih kuat dalam membunuh dan memperlambat pertumbuhan sel kanker secara alami dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo yang biasa digunakan.

  • Kunyit

Kunyit adalah salah satu pilihan terbaik untuk mengobat adenomiosis. Kandungan kurkumin dalam kunyit dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh yang disebabkan oleh adenomiosis.

  • Teh dan Jahe

Komponen aktif seperti geingerol dalam jahe memberikan sifat anti-inflamasi. Ketika teh jahe dikombinasikan dengan madu, akan menjadi obat yang luar biasa untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit yang terkait dengan adenomiosis.

Beberapa bahan yang disebut di atas merupakan alternatif pengobatan adenomiosis yang jamak dilakukan. Anda bisa membuat sendiri atau membeli obat dengan kandungan bahan-bahan di atas. Namun, jika gejala dan keluhan yang Anda rasakan tak kunjung reda meski telah melakukan upaya di atas, ada baiknya segera datangi tenaga atau fasilitas medis untuk mendapatkan diagnosis yang memadai terkait kondisi Anda.

Read More
Kesehatan Wanita

Pop Smear dan Kenali Gejala Waspada Kanker Serviks

Kanker serviks adalah jenis kanker yang bermula di serviks. Serviks adalah silinder berlubang yang menghubungkan bagian bawah rahim wanita dengan vagina. Pada umumnya, kebanyaka kasus kanker serviks bermula akibat sel-sel yang ada di permukaan serviks. Di Amerika Serikat sendiri, kanker serviks merupakan penyebab utama kematian pada wanita. Namun, hal tersebut berubah akibat Pop smear atau tes Pap untuk mendeteksi kanker ini yang dikenal meluas. Artikel ini akan membahas hal-hal seputar kanker serviks yang perlu Anda kenali dan waspadai.

Gejala kanker serviks

Banyak wanita yang menderita kanker serviks tidak menyadari mereka memiliki penyakit tersebut karena kanker serviks tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala hingga stadium akhir. Ketika gejala muncul, kondisi tersebut sering disalahartikan seperti kondisi menstruasi pada umumnya ataupun infeksi saluran kemih. Gejala kanker serviks yang paling umum seperti berdarah yang tidak seperti biasanya, misalnya masa antara menstruasi, setelah melakukan hubungan seksual atau setelah menopause; keputihan yang berbau dan terlihat berbeda dibandingkan biasanya; rasa sakit pada panggul, sering buang air kecil, dan rasa sakit saat buang air kecil. Apabila Anda merasakan gejala-gejala tersebut, hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan Pop smear.

Penyebab kanker serviks

Pada umumnya, kanker serviks disebabkan karena virus yang ditularkan melalui hubungan seksual seperti virus papilloma manusia (HPV). Ini adalah virus yang sama yang menyebabkan kutil pada daerah kemaluan. Ada 100 jenis virus HPV, namu 2 yang biasanya menyebabkan kanker serviks adalah HPV nomor 16 dan 18. Namun perlu diingat, meskipun Anda terinfeksi virus HPV, belum tentu Anda akan menderita kanker serviks. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh Anda akan menyingkirkan mayoritas infeksi HPV hanya dalam waktu 2 tahun. Virus HPV ini juga dapat menyebabkan kanker tipe lain pada wanita dan pria, seperti kanker vagina, kanker penis, kanker anus, dan kanker tenggorokan. HPV merupakan infeksi yang umum terjadi.

Perawatan kanker serviks

Kanker serviks dapat dengan mudah diobati apabila ditemukan sejak dini. Untuk itu, penting untuk melakukan tes yang disebut dengan Pop smear setiap 3 tahun sekali untuk mengetahui apakah Anda memiliki kanker ini atau tidak. Ada 4 jenis perawatan yang dilakukan untuk merawat kondisi ini, yaitu operasi, terapi radiasi, kemoterapi, dan terapi yang ditargetkan. Terkadang, terapi-terapi tersebut dikombinasikan untuk membuat perawatan menjadi lebih efektif.

  • Operasi

Tujuan dari operasi adalah untuk mengangkat kanker sebanyak mungkin. Terkadang, dokter hanya mampu mengangkat area serviks yang mengandung sel kanker. Untuk kanker yang sudah lebih menyebar, operasi dapat dilakukan dengan mengangat serviks dan organ yang ada di panggul.

  • Terapi radiasi

Radiasi dapat membunuh kanker sel menggunakan sinar-X energi tinggi. Sinar ini dapat dikirim melalui mesin di luar tubuh, dan juga dapat dikirim dari dalam tubuh menggunakan tabung yang diletakkkan di rahim atau vagina.

  • Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker di dalam tubuh. Dokter memberikan terapi ini secara berkala. Anda akan mendapatkan kemo dalam beberapa periode waktu. Anda kemudian akan berhenti mendapatkan perawatan kemo agar tubuh dapat pulih.

Kanker serviks akan lebih mudah diobati pada masa-masa perkembangan awal. Untuk itu, diagnosa lebih dini akan sangat bermanfaat agar kesempatan pemulihan menjadi lebih besar. Untuk itulah Anda harus melakukan Pop smear secara teratur, setidaknya sekali dalam 3 tahun.

Read More

Waspadai Masalah Reproduksi Wanita Berikut Ini!

Berbagai masalah reproduksi pada wanita tentunya akan mengganggu kelangsungan hidup mereka, baik dalam skala kecil maupun skala besar. Masalah-masalah reproduksi ini dapat terjadi pada siapa saja, berapa pun usia dan latar belakang mereka. Kenali lebih jauh tentang beberapa masalah reproduksi yang dapat menyerang wanita sebagai langkah awal untuk melakukan pencegahan.

Disfungsi Seksual Wanita

Seks yang menyakitkan. Kurangnya minat dalam seks. Seks yang tidak memuaskan. Ini hanya beberapa jenis kondisi yang disebut disfungsi seksual. Hal ini bisa menjadi penyebab infertilitas dan akibatnya. Jika sulit untuk hamil dan Anda tidak senang dengan kehidupan seks Anda, ada kemungkinan dua hal tersebut saling berkaitan. Bicaralah dengan ahli kesehatan tentang masalah Anda. Hal ini dapat membuat kemungkinan untuk hamil menjadi lebih besar.

Endometriosis

Endometriosis dapat terjadi ketika jaringan yang biasanya melapisi bagian dalam rahim Anda tumbuh di luarnya. Kondisi ini seringkali menyakitkan dan dapat memengaruhi kesuburan. Faktanya, wanita yang memiliki masalah dengan konsepsi 6 hingga 8 kali lebih mungkin untuk mengalami endometriosis daripada wanita subur. Pembedahan atau fertilisasi in vitro dapat meningkatkan kemungkinan hamil.

Kanker Serviks

Kanker biasanya tidak menjadi perhatian utama bagi wanita muda, tetapi jenis kanker ini – yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) – adalah ancaman serius. Setiap tahun, lebih dari 11.000 wanita menderita penyakit ini. Banyak dari mereka yang memiliki usia subur. Namun kini berkat Pap smear, dokter dapat menemukan dan mengobatinya lebih awal. Terlepas dari hal tersebut, banyak perawatan yang menyebabkan infertilitas. Jika Anda menderita kanker serviks, tanyakan pilihan yang memungkinkan Anda hamil nanti.

HIV

Dengan jenis pengobatan yang kuat saat ini, penyakit HIV sering dapat dikelola seperti kondisi kronis lainnya. Meski beberapa orang bisa tetap hidup dengan baik walau mengidap HIV. Pada dasarnya, HIV memengaruhi kesuburan baik pada pria maupun wanita. Namun, bukan berarti keinginan untuk punya anak terhenti. Dengan perawatan infertilitas tertentu dan program kehamilan yang dilakukan dengan hati-hati, kemungkinan Anda untuk menularkan virus HIV ke bayi bisa rendah.

Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Banyak wanita tidak tahu bahwa mereka memiliki penyebab infertilitas yang sama sampai mereka mencoba untuk hamil. Salah satu masalah reproduksi wanita yang sering terjadi ini terkait dengan ketidakseimbangan hormon yang mempengaruhi ovulasi dan dapat menyebabkan:

  • Kista (kantung berisi cairan) pada satu atau kedua indung telur
  • Menstruasi tidak teratur
  • Tingginya kadar hormon yang bisa menyebabkan rambut tubuh atau wajah berlebih

Jika Anda memiliki PCOS, tanyakan kepada dokter Anda apa yang dapat Anda lakukan untuk hamil dan memiliki kehamilan yang sehat.

Insufisiensi Ovarium Primer (POI)

Jika Anda berusia di bawah 40 tahun, penyakit reproduksi ini dapat menyebabkan ovarium Anda tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Itu berarti Anda akan berhenti mendapatkan menstruasi – atau setidaknya berhenti mendapatkannya secara teratur.

Fibroid rahim

Selama pemeriksaan panggul, dokter Anda mungkin menemukan pertumbuhan nonkanker pada rahim Anda. Biasanya hal ini tidak menimbulkan gejala, dan biasanya tidak menghentikan Anda dari kemungkinan hamil. Tetapi mereka dapat meningkatkan kemungkinan infertilitas, keguguran, atau masalah kehamilan lainnya untuk beberapa wanita. Jika Anda ingin menjadi seorang ibu, tanyakan kepada dokter Anda apakah masalah ini perlu perawatan lebih lanjut.

Read More