Kesehatan Wanita

Pop Smear dan Kenali Gejala Waspada Kanker Serviks

Kanker serviks adalah jenis kanker yang bermula di serviks. Serviks adalah silinder berlubang yang menghubungkan bagian bawah rahim wanita dengan vagina. Pada umumnya, kebanyaka kasus kanker serviks bermula akibat sel-sel yang ada di permukaan serviks. Di Amerika Serikat sendiri, kanker serviks merupakan penyebab utama kematian pada wanita. Namun, hal tersebut berubah akibat Pop smear atau tes Pap untuk mendeteksi kanker ini yang dikenal meluas. Artikel ini akan membahas hal-hal seputar kanker serviks yang perlu Anda kenali dan waspadai.

Gejala kanker serviks

Banyak wanita yang menderita kanker serviks tidak menyadari mereka memiliki penyakit tersebut karena kanker serviks tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala hingga stadium akhir. Ketika gejala muncul, kondisi tersebut sering disalahartikan seperti kondisi menstruasi pada umumnya ataupun infeksi saluran kemih. Gejala kanker serviks yang paling umum seperti berdarah yang tidak seperti biasanya, misalnya masa antara menstruasi, setelah melakukan hubungan seksual atau setelah menopause; keputihan yang berbau dan terlihat berbeda dibandingkan biasanya; rasa sakit pada panggul, sering buang air kecil, dan rasa sakit saat buang air kecil. Apabila Anda merasakan gejala-gejala tersebut, hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan Pop smear.

Penyebab kanker serviks

Pada umumnya, kanker serviks disebabkan karena virus yang ditularkan melalui hubungan seksual seperti virus papilloma manusia (HPV). Ini adalah virus yang sama yang menyebabkan kutil pada daerah kemaluan. Ada 100 jenis virus HPV, namu 2 yang biasanya menyebabkan kanker serviks adalah HPV nomor 16 dan 18. Namun perlu diingat, meskipun Anda terinfeksi virus HPV, belum tentu Anda akan menderita kanker serviks. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh Anda akan menyingkirkan mayoritas infeksi HPV hanya dalam waktu 2 tahun. Virus HPV ini juga dapat menyebabkan kanker tipe lain pada wanita dan pria, seperti kanker vagina, kanker penis, kanker anus, dan kanker tenggorokan. HPV merupakan infeksi yang umum terjadi.

Perawatan kanker serviks

Kanker serviks dapat dengan mudah diobati apabila ditemukan sejak dini. Untuk itu, penting untuk melakukan tes yang disebut dengan Pop smear setiap 3 tahun sekali untuk mengetahui apakah Anda memiliki kanker ini atau tidak. Ada 4 jenis perawatan yang dilakukan untuk merawat kondisi ini, yaitu operasi, terapi radiasi, kemoterapi, dan terapi yang ditargetkan. Terkadang, terapi-terapi tersebut dikombinasikan untuk membuat perawatan menjadi lebih efektif.

  • Operasi

Tujuan dari operasi adalah untuk mengangkat kanker sebanyak mungkin. Terkadang, dokter hanya mampu mengangkat area serviks yang mengandung sel kanker. Untuk kanker yang sudah lebih menyebar, operasi dapat dilakukan dengan mengangat serviks dan organ yang ada di panggul.

  • Terapi radiasi

Radiasi dapat membunuh kanker sel menggunakan sinar-X energi tinggi. Sinar ini dapat dikirim melalui mesin di luar tubuh, dan juga dapat dikirim dari dalam tubuh menggunakan tabung yang diletakkkan di rahim atau vagina.

  • Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker di dalam tubuh. Dokter memberikan terapi ini secara berkala. Anda akan mendapatkan kemo dalam beberapa periode waktu. Anda kemudian akan berhenti mendapatkan perawatan kemo agar tubuh dapat pulih.

Kanker serviks akan lebih mudah diobati pada masa-masa perkembangan awal. Untuk itu, diagnosa lebih dini akan sangat bermanfaat agar kesempatan pemulihan menjadi lebih besar. Untuk itulah Anda harus melakukan Pop smear secara teratur, setidaknya sekali dalam 3 tahun.

Read More

Waspadai Masalah Reproduksi Wanita Berikut Ini!

Berbagai masalah reproduksi pada wanita tentunya akan mengganggu kelangsungan hidup mereka, baik dalam skala kecil maupun skala besar. Masalah-masalah reproduksi ini dapat terjadi pada siapa saja, berapa pun usia dan latar belakang mereka. Kenali lebih jauh tentang beberapa masalah reproduksi yang dapat menyerang wanita sebagai langkah awal untuk melakukan pencegahan.

Disfungsi Seksual Wanita

Seks yang menyakitkan. Kurangnya minat dalam seks. Seks yang tidak memuaskan. Ini hanya beberapa jenis kondisi yang disebut disfungsi seksual. Hal ini bisa menjadi penyebab infertilitas dan akibatnya. Jika sulit untuk hamil dan Anda tidak senang dengan kehidupan seks Anda, ada kemungkinan dua hal tersebut saling berkaitan. Bicaralah dengan ahli kesehatan tentang masalah Anda. Hal ini dapat membuat kemungkinan untuk hamil menjadi lebih besar.

Endometriosis

Endometriosis dapat terjadi ketika jaringan yang biasanya melapisi bagian dalam rahim Anda tumbuh di luarnya. Kondisi ini seringkali menyakitkan dan dapat memengaruhi kesuburan. Faktanya, wanita yang memiliki masalah dengan konsepsi 6 hingga 8 kali lebih mungkin untuk mengalami endometriosis daripada wanita subur. Pembedahan atau fertilisasi in vitro dapat meningkatkan kemungkinan hamil.

Kanker Serviks

Kanker biasanya tidak menjadi perhatian utama bagi wanita muda, tetapi jenis kanker ini – yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) – adalah ancaman serius. Setiap tahun, lebih dari 11.000 wanita menderita penyakit ini. Banyak dari mereka yang memiliki usia subur. Namun kini berkat Pap smear, dokter dapat menemukan dan mengobatinya lebih awal. Terlepas dari hal tersebut, banyak perawatan yang menyebabkan infertilitas. Jika Anda menderita kanker serviks, tanyakan pilihan yang memungkinkan Anda hamil nanti.

HIV

Dengan jenis pengobatan yang kuat saat ini, penyakit HIV sering dapat dikelola seperti kondisi kronis lainnya. Meski beberapa orang bisa tetap hidup dengan baik walau mengidap HIV. Pada dasarnya, HIV memengaruhi kesuburan baik pada pria maupun wanita. Namun, bukan berarti keinginan untuk punya anak terhenti. Dengan perawatan infertilitas tertentu dan program kehamilan yang dilakukan dengan hati-hati, kemungkinan Anda untuk menularkan virus HIV ke bayi bisa rendah.

Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Banyak wanita tidak tahu bahwa mereka memiliki penyebab infertilitas yang sama sampai mereka mencoba untuk hamil. Salah satu masalah reproduksi wanita yang sering terjadi ini terkait dengan ketidakseimbangan hormon yang mempengaruhi ovulasi dan dapat menyebabkan:

  • Kista (kantung berisi cairan) pada satu atau kedua indung telur
  • Menstruasi tidak teratur
  • Tingginya kadar hormon yang bisa menyebabkan rambut tubuh atau wajah berlebih

Jika Anda memiliki PCOS, tanyakan kepada dokter Anda apa yang dapat Anda lakukan untuk hamil dan memiliki kehamilan yang sehat.

Insufisiensi Ovarium Primer (POI)

Jika Anda berusia di bawah 40 tahun, penyakit reproduksi ini dapat menyebabkan ovarium Anda tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Itu berarti Anda akan berhenti mendapatkan menstruasi – atau setidaknya berhenti mendapatkannya secara teratur.

Fibroid rahim

Selama pemeriksaan panggul, dokter Anda mungkin menemukan pertumbuhan nonkanker pada rahim Anda. Biasanya hal ini tidak menimbulkan gejala, dan biasanya tidak menghentikan Anda dari kemungkinan hamil. Tetapi mereka dapat meningkatkan kemungkinan infertilitas, keguguran, atau masalah kehamilan lainnya untuk beberapa wanita. Jika Anda ingin menjadi seorang ibu, tanyakan kepada dokter Anda apakah masalah ini perlu perawatan lebih lanjut.

Read More