9 Alasan Mengapa Bela Diri Bermanfaat untuk Anak-Anak

Olahraga merupakan aktivitas fisik yang sangat bagus untuk anak-anak. Namun, anak-anak dengan masalah konsentrasi dan perhatian dapat mengalami kesulitan untuk menemukan olahraga yang cocok untuk mereka. Tidak hanya itu, mereka mungkin tidak memiliki keterampilan sosial atau fisik cenderung sulit untuk berpartisipasi dalam tim. Di sisi lain, anak-anak yang mungkin tidak memiliki kemampuan koordinasi yang baik akan menghadapi hambatan pada kegiatan seperti balet.

Namun, jangan khawatir, bela diri dapat menjadi jawaban atas masalah Anda dalam mencari aktivitas fisik positif untuk anak. Pasalnya, banyak orangtua yang menemukan bahwa seni bela diri adalah pilihan yang sangat baik untuk tumbuh kembang anak. Bahkan, ada banyak alasan yang menjadikan seni bela diri sebagai sarana perbaikan yang tepat untuk anak-anak dengan masalah belajar dan fokus. Berikut ini sembilan alasan mengapa bela diri tepat untuk anak yang memiliki masalah belajar dan fokus.


1. Bela Diri Fokus pada Perkembangan Individu, Bukan pada Kompetisi Tim

Kebanyakan anak-anak yang memiliki masalah belajar dan fokus harus berjuang dengan tekanan karena harus bersaing dengan anak-anak lain. Itulah sebabnya olahraga tradisional tidak lagi menarik bagi mereka. Tetapi dalam seni bela diri, fokusnya adalah pada perbaikan dan pengembangan diri. Anak tidak akan terbebani pada kegagalan tim dan lebih fokus pada diri sendiri.

2. Bela Diri Memiliki Tujuan yang Konkret dan Dapat Dicapai

Beberapa anak dengan masalah belajar dan fokus mungkin merasa bahwa mereka tidak pernah “memenangkan” apa pun. Dalam seni bela diri, anak-anak bekerja dengan kecepatan, kekuatan, dan kapabilitas mereka sendiri. Mereka diberi sabuk berwarna berbeda setiap kali mencapai tingkat keterampilan baru. Ini dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri dan membuat mereka semakin termotivasi.

3. Rutinitas Bela Diri Dapat Diatur dan Dikelola dengan Kemampuan Masing-masing

Teknik atau pola dalam seni bela diri dapat memiliki lusinan gerakan yang berbeda. Anak-anak akan belajar secara bertahap, mengulangi, dan menambahkan langkah-langkah saat mereka sudah menguasainya satu per satu. Mereka belajar untuk mengantisipasi langkah apa yang akan terjadi selanjutnya dan akhirnya menggabungkan semuanya ke dalam gerakan yang luwes. Dengan kata lain, latihan ini dapat memberikan arti sebuah latihan pada anak, tetapi dengan cara yang mungkin dapat dikendalikan oleh diri mereka sendiri.

4. Bela diri Menekankan Pemahaman Mengenai Pengendalian Diri dan Konsentrasi

Fokus dan perhatian merupakan kunci keberhasilan dari sebuah bela diri. Anak-anak harus tetap fokus untuk belajar dan berlatih. Ketika fokus anak hilang, instruktur akan sering meminta mereka untuk mengambil posisi siap awal. Dengan memulai pada posisi siap ini, anak akan mampu mengatur ulang dan mempersiapkan diri untuk gerakan dan teknik selanjutnya.

5. Bela Diri Melatih Anak dalam Koordinasi

Gerakan bela diri berulang yang disengaja dapat membantu anak-anak mengembangkan refleks dan respons yang lebih baik untuk tubuh mereka. Hal ini tentu akan dapat berguna untuk anak-anak yang kesulitan dengan keterampilan motorik. Selain itu, cara ini juga dapat membantu beberapa anak memahami fokus pengendalian kekuatan pikiran atas tubuh, khususnya bagi anak-anak dengan ADHD.

6. Bela Diri Menekankan pada Struktur dan Keteraturan yang Jelas untuk Perilaku

Instruktur bela diri yang baik akan menjalankan aturan yang jelas dalam upaya melatih dan memperkuat anak-anak. Mereka juga menekankan perilaku yang baik di dalam dan di luar kelas. Sebagian pelatih bahkan menggunakan laporan sikap dan perilaku anak yang juga akan dipantau oleh orangtua.

7. Bela Diri Menjadi Saluran Positif bagi Anak dengan Kelebihan Energi

Anda tidak perlu khawatir anak akan menjadi keras dan kasar dengan mengikuti bela diri. Sebab, seni bela diri tidak mengajarkan anak tentang perilaku kekerasan. Para instruktur juga akan menekankan bahwa perkelahian adalah pilihan terakhir dari setiap konflik. Nyatanya, aktivitas menendang dan memukul pada bela diri akan memungkinkan anak-anak untuk menyalurkan frustrasi atau kemarahan ke arah positif. Dengan kata lain, anak akan belajar cara pengendalian diri.

8. Bela Diri Membiasakan Anak untuk Menghargai dan Bersahabat dengan Orang Lain

Rasa hormat adalah nilai yang banyak ditekankan dalam seni bela diri. Anak diharapkan untuk mampu memberikan rasa hormat dan menghargai para instruktur dan rekan-rekan mereka. Bahkan, anak-anak juga akan diajarkan untuk saling mendukung dan memotivasi satu sama lain.

9. Bela Diri Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak

Anak-anak dengan masalah belajar dan fokus sering dapat merasa canggung dan sulit bergabung dalam lingkungan sosial. Namun, dengan bergabung pada pelatihan bela diri, anak akan merasakan kepercayaan diri yang meningkat diantara teman-temannya. Bahkan, ia akan semakin bangga dengan dirinya, khususnya saat menggunakan perlengkapan bela dirinya.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*