Hidup Sehat

Mari Mengenal Alexithymia, Kondisi Sulit Mengungkapkan Emosi

Sebagian orang merasa kesulitan ketika ingin mengungkapkan perasaannya. Hal ini tidak terbatas pada perasaan jatuh cintas saja, namun juga berbagai emosi lain seperti sedih, marah, gelisah, dan sebagainya. Seseorang bisa kesulitan memahami kondisi emosinya sendiri sehingga ketika akan mengungkapkannya pun merasa bingung. Hal tersebut disebut sebagai alexithymia. Untuk memahami lebih lanjut mengenai alexithymia, simak penjelasan lengkapnya seperti berikut ini. 

Apa itu alexithymia?

Alexithymia adalah kondisi tertentu yang menyebabkan emosi seseorang menjadi datar sebab terjadi kesulitan dalam mengidentifikasi emosi, memahami emosi, dan mengungkapkan emosi. Alexithymia bukan gangguan kejiwaan, namun sebagai penyerta yang muncul pada pasien gangguan mental. Meski demikin, tidak semua orang yang memiliki gangguan mental pasti mengalami alexithymia.   

Gejala alexithymia

Untuk memahami lebih lanjut mengenai alexithymia, Anda perlu mengetahui gejalanya. Terdapat beberapa gejala yang muncul pada pasien yang mengalami alexithymia. Berikut penjelasan lengkapnya. 

  1. Terbatas dalam berimajinasi

Berimajinasi menjadi hal yang menyenangkan sebab Anda dapat memikirkan apa pun tanpa batas. Sayangnya, beberapa orang memiliki kesulitan ketika harus berimajinasi. Terbatasnya kemampuan seseorang dalam berimajinasi dan berfantasi bisa menjadi salah satu gejala alexithymia. 

  1. Berkepribadian kaku

Gejala alexithymia salah satunya adalah berkepribadian kaku. Hal ini menyebabkan gaya berpikir menjadi sangat logis dan tidak memperhitungkan emosi sama sekali. Jika Anda mengalami alexithymia, biasanya menjadi sulit bercanda. 

  1. Sulit menyampaikan perasaaannya

Mengalami alexithymia bisa menghambat Anda ketika ingin mengomunikasikan perasaan. Sebab gejala seperti kesulitan menganalisis perasaan hingga menyampaikannya merupakan gejala alexithymia. Selain itu, jika Anda mengalami alexithymia, maka biasanya akan sulit membuat strategi ketika menghadapi stres.

  1. Sulit memahami orang lain

Gejala lain yang muncul jika seseorang mengalami alexithymia adalah kesulitan memahami orang lain. Untuk memahami kepentingan serta kebutuhan orang lain, Anda tentu memerlukan kecerdasan emosional. Sedangkan jika mengalami alexithymia, memahami emosi sendiri pun sangat sulit, apalagi memahami orang lain. 

Faktor yang mempengaruhi alexithymia

Penyebab alexithymia belum dapat diketahui dengan pasti. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang dapat memicu alexithymia ini. Berikut ini penjelasan lengkapnya. 

  1. Kerusakan pada otak 

Salah satu faktor yang bisa memicu alexithymia adalah terjadinya kerusakan pada otak. Kerusakan yang terjadi tidak seluruhnya, hanya pada bagian tertentu yang dinamakan anterior insula. Bagian otak ini memiliki peran dalam kemampuan emosi, sosial, dan empati. Jika terjadi kerusakan pada anterior insula, seseorang bisa menjadi datar secara emosi.

  1. Faktor genetika

Faktor kedua adalah genetika. Alexithymia dapat terjadi apabila terdapat anggota keluarga yang juga mengalami alexithymia. Meski tidak selalu terjadi, akan tetapi jika Anda memiliki keluarga dengan kondisi alexithymia, maka kemungkinan Anda mengalami alexithymia juga menjadi lebih besar. 

  1. Faktor lingkungan 

Selain faktor genetika, lingkungan juga dapat memicu alexithymia. Penelitian untuk hal ini telah dilakukan, lingkungan yang traumatis dapat memicu alexithymia. Selain itu, faktor seperti ekonomi yang buruk, adanya penyakit fisik tertentu, serta memiliki gangguan mental juga dapat memicu alexithymia. 

Hingga hari ini pengobatan alexithymia masih disesuaikan oleh kondisi lain yang menyertainya. Penanganan yang disarankan oleh dokter adalah untuk melatih kesehatan emosi dengan beberapa jenis terapi. Beberapa terapi yang biasanya diberikan pada penderita alexithymia yaitu psikoterapi (terapi bercerita), terapi berkelompok, dan terapi perilaku kognitif. Alexithymia biasanya muncul bersama dengan penyakit mental tertentu sehingga sebaiknya bertemu psikitater untuk mendapatkan bantuan jika gejala-gejala yang telah disebutkan di atas mulai muncul. 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*