Olahraga

Pedoman & Prosedur Melakukan Latihan Skot Jump dengan Aman

Skot jump atau squat jump merupakan salah satu aktivitas fisik yang digunakan sebagai “pemanasan” atau stretching sebelum melakukan olahraga utama. Kendati hanya merupakan latihan “sampingan”, tetapi latihan skot jump memiliki banyak manfaat bagi kondisi tubuh yang melakukannya.

Skot jump bisa membuat bagian-bagian bawah tubuh seperti lutut, pinggul, dan bokong menjadi kuat. Selain itu, skot jump juga mampu memperkuat hamstring, tulang, ligamen dan tendon di bagian bawah tubuh. Gerakan skot jump pun dapat membangun anabolik yang berguna untuk pembentukan otot seluruh tubuh.

Namun, di balik segudang manfaatnya, skot jump juga memiliki banyak risiko jika tidak dilakukan dengan baik dan benar. Oleh karenanya, penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana cara melakukan skot jump yang benar. Berikut penjelasannya:

  1. Lakukan Pemanasan untuk Menghindari Cedera

Seperti kegiatan olahraga lainnya, pemanasan dan peregangan saat penting untuk menghindari cedera atau ketegangan. Mulailah dengan meningkatkan detak jantung, kemudian ikuti arahan di bawah ini sebagai pemasanan sebelum skot jump:

  • Peregangan statis versus dinamis: Peregangan statis adalah tipe peregangan yang mengharuskan Anda menahan posisi selama waktu tertentu (biasanya 15–30 detik). Peregangan dinamis (aktif) memerlukan gerakan terkontrol melalui berbagai gerakan. Peregangan dinamis kadang dianjurkan karena pemanasan dengan bergerak hanya memiliki risiko cedera rendah. Contoh peregangan dinamis adalah memutar bahu, mendendangkan kaki, jongkok sumo, memutar kaki, dan menekuk lutut.
  • Jangan Menekuk punggung dan Pastikan Dada Tetap Tegak

Tulang belakang harus lurus (dengan lengkung alami seperti ketika berdiri tegak). Dengan memastikan pinggul tetap di belakang dan dada terangkat, tulang belakang juga akan tetap lurus. Kebanyakan orang mulai malas ketika lelah dan punggung mereka mulai membungkuk. Ini berbahaya dan tidak efektif. Walaupun lelah, Anda harus tetap berfokus pada tulang belakang.

Tulang belakang membungkuk dapat menyebabkan cedera yang sangat serius.

Jika Anda tidak dapat melakukan satu repetisi dengan benar, jangan lakukan sama sekali.   Postur yang tidak benar akan berakibat buruk.

  • Berat Badan Berpusat di Tumit, bukan di Jari

Anda harus dapat mengangkat dan menggoyangkan jari kaki. Beban di jari kaki akan membuat lutut tegang. Jadi, Anda harus bertumpu di tumit dengan mantap ketika melakukan latihan skot jump.

  • Pastikan Posisi Lutut Sudah Benar

Jangan biarkan lutut tertarik atau “tertekuk ke dalam”. Posisi itu akan membahayakan lutut. Dorong lutut ke posisi yang benar saat skot jump untuk menghindari postur yang buruk. Lutut harus lebih banyak diam, menekuk sedikit, tetapi pastikan posisinya tidak bergerak selama latihan. Jika Anda merasa pengaruhnya terasa di gluteus (pinggul), berarti gerakan Anda sudah benar.

  • Fokuskan untuk menjaga lutut ke arah luar, dan mendorong dari tumit, bukan jari kaki.
  • Jangan biarkan lutut maju lebih dari jari kaki karena posisi itu meningkatkan kemungkinan kerusakan tendon patela dan ligamen di lutut.
  • Lutut mungkin bergerak ke depan sedikit, tetapi tidak apa-apa. Namun, pastikan posisinya tetap di atas kaki dan tidak melebihi jari.
  • Perhatikan Keluar Masuk Napas

Pengaturan napas begini akan memanfaatkan ritme alami tubuh sehingga Anda dapat mengakses banyak udara dan melakukan squat jump dengan lancar.

  • Secara umum, tarik napas saat “memulai” latihan, seperti meregang. Dan embuskan saat Anda melepaskan.

***

Itulah berbagai pedoman agar aktivitas latihan skot jump Anda bisa berlangsung dengan baik, benar, dan yang terpenting aman. Jangan berlebihan ketika melakukan semua aktivitas olahraga, termasuk skot jump. Sebab, aktivitas fisik yang berlebihan justru akan menyebabkan masalah pada kondisi tubuh Anda.

Read More

9 Alasan Mengapa Bela Diri Bermanfaat untuk Anak-Anak

Olahraga merupakan aktivitas fisik yang sangat bagus untuk anak-anak. Namun, anak-anak dengan masalah konsentrasi dan perhatian dapat mengalami kesulitan untuk menemukan olahraga yang cocok untuk mereka. Tidak hanya itu, mereka mungkin tidak memiliki keterampilan sosial atau fisik cenderung sulit untuk berpartisipasi dalam tim. Di sisi lain, anak-anak yang mungkin tidak memiliki kemampuan koordinasi yang baik akan menghadapi hambatan pada kegiatan seperti balet.

Namun, jangan khawatir, bela diri dapat menjadi jawaban atas masalah Anda dalam mencari aktivitas fisik positif untuk anak. Pasalnya, banyak orangtua yang menemukan bahwa seni bela diri adalah pilihan yang sangat baik untuk tumbuh kembang anak. Bahkan, ada banyak alasan yang menjadikan seni bela diri sebagai sarana perbaikan yang tepat untuk anak-anak dengan masalah belajar dan fokus. Berikut ini sembilan alasan mengapa bela diri tepat untuk anak yang memiliki masalah belajar dan fokus.


1. Bela Diri Fokus pada Perkembangan Individu, Bukan pada Kompetisi Tim

Kebanyakan anak-anak yang memiliki masalah belajar dan fokus harus berjuang dengan tekanan karena harus bersaing dengan anak-anak lain. Itulah sebabnya olahraga tradisional tidak lagi menarik bagi mereka. Tetapi dalam seni bela diri, fokusnya adalah pada perbaikan dan pengembangan diri. Anak tidak akan terbebani pada kegagalan tim dan lebih fokus pada diri sendiri.

2. Bela Diri Memiliki Tujuan yang Konkret dan Dapat Dicapai

Beberapa anak dengan masalah belajar dan fokus mungkin merasa bahwa mereka tidak pernah “memenangkan” apa pun. Dalam seni bela diri, anak-anak bekerja dengan kecepatan, kekuatan, dan kapabilitas mereka sendiri. Mereka diberi sabuk berwarna berbeda setiap kali mencapai tingkat keterampilan baru. Ini dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri dan membuat mereka semakin termotivasi.

3. Rutinitas Bela Diri Dapat Diatur dan Dikelola dengan Kemampuan Masing-masing

Teknik atau pola dalam seni bela diri dapat memiliki lusinan gerakan yang berbeda. Anak-anak akan belajar secara bertahap, mengulangi, dan menambahkan langkah-langkah saat mereka sudah menguasainya satu per satu. Mereka belajar untuk mengantisipasi langkah apa yang akan terjadi selanjutnya dan akhirnya menggabungkan semuanya ke dalam gerakan yang luwes. Dengan kata lain, latihan ini dapat memberikan arti sebuah latihan pada anak, tetapi dengan cara yang mungkin dapat dikendalikan oleh diri mereka sendiri.

4. Bela diri Menekankan Pemahaman Mengenai Pengendalian Diri dan Konsentrasi

Fokus dan perhatian merupakan kunci keberhasilan dari sebuah bela diri. Anak-anak harus tetap fokus untuk belajar dan berlatih. Ketika fokus anak hilang, instruktur akan sering meminta mereka untuk mengambil posisi siap awal. Dengan memulai pada posisi siap ini, anak akan mampu mengatur ulang dan mempersiapkan diri untuk gerakan dan teknik selanjutnya.

5. Bela Diri Melatih Anak dalam Koordinasi

Gerakan bela diri berulang yang disengaja dapat membantu anak-anak mengembangkan refleks dan respons yang lebih baik untuk tubuh mereka. Hal ini tentu akan dapat berguna untuk anak-anak yang kesulitan dengan keterampilan motorik. Selain itu, cara ini juga dapat membantu beberapa anak memahami fokus pengendalian kekuatan pikiran atas tubuh, khususnya bagi anak-anak dengan ADHD.

6. Bela Diri Menekankan pada Struktur dan Keteraturan yang Jelas untuk Perilaku

Instruktur bela diri yang baik akan menjalankan aturan yang jelas dalam upaya melatih dan memperkuat anak-anak. Mereka juga menekankan perilaku yang baik di dalam dan di luar kelas. Sebagian pelatih bahkan menggunakan laporan sikap dan perilaku anak yang juga akan dipantau oleh orangtua.

7. Bela Diri Menjadi Saluran Positif bagi Anak dengan Kelebihan Energi

Anda tidak perlu khawatir anak akan menjadi keras dan kasar dengan mengikuti bela diri. Sebab, seni bela diri tidak mengajarkan anak tentang perilaku kekerasan. Para instruktur juga akan menekankan bahwa perkelahian adalah pilihan terakhir dari setiap konflik. Nyatanya, aktivitas menendang dan memukul pada bela diri akan memungkinkan anak-anak untuk menyalurkan frustrasi atau kemarahan ke arah positif. Dengan kata lain, anak akan belajar cara pengendalian diri.

8. Bela Diri Membiasakan Anak untuk Menghargai dan Bersahabat dengan Orang Lain

Rasa hormat adalah nilai yang banyak ditekankan dalam seni bela diri. Anak diharapkan untuk mampu memberikan rasa hormat dan menghargai para instruktur dan rekan-rekan mereka. Bahkan, anak-anak juga akan diajarkan untuk saling mendukung dan memotivasi satu sama lain.

9. Bela Diri Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak

Anak-anak dengan masalah belajar dan fokus sering dapat merasa canggung dan sulit bergabung dalam lingkungan sosial. Namun, dengan bergabung pada pelatihan bela diri, anak akan merasakan kepercayaan diri yang meningkat diantara teman-temannya. Bahkan, ia akan semakin bangga dengan dirinya, khususnya saat menggunakan perlengkapan bela dirinya.

Read More