Cara Tetap Tenang dan Bebas Stres Saat Hamil Anak Pertama

Setiap momen kehamilan tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendebarkan bagi seorang ibu, khususnya ketika hamil anak pertama. Dalam jangka waktu sekitar 9 bulan, calon ibu perlu mempersiapkan kebutuhan hamil anak pertama yang dapat memakan banyak waktu, tenaga, bahkan finansial. Tidak jarang, ketika seorang wanita hamil anak pertama, kekhawatiran dapat menguasai pikiran. 

Kesehatan fisik dan mental ibu hamil idealnya perlu dijaga dan diseimbangkan dengan baik. Pasalnya, stres yang dialami bumil dapat memengaruhi kesehatan janin yang ada dalam kandungan. Walaupun stres dan rasa khawatir adalah hal yang lumrah dialami, bukan berarti kondisi ini dapat dibiarkan begitu saja tanpa ditangani secara tepat.

Cara mengatasi stres hamil anak pertama

Simak informasi di bawah ini yang mengulas cara mengatasi stres saat hamil agar terhindar dari gangguan kehamilan yang membahayakan bumil dan janin.

  • Aktif secara fisik dan olahraga rutin

Meski sedang mengandung, bumil tetap direkomendasikan untuk aktif secara fisik, walaupun memang kegiatan olahraga yang dilakukan tergolong ringan. Selain dapat menjaga kebugaran tubuh selama periode kehamilan, berolahraga secara rutin juga diyakini sebagai cara mengatasi stres hamil yang cukup efektif.

Ketika bumil berolahraga, tubuh secara alami akan memproduksi hormon endorfin yang dapat menurunkan stres dan membuat kondisi tubuh dan pikiran lebih nyaman. 

Pilihan kegiatan olahraga yang dapat dipilih, seperti jalan kaki selama 30 menit setiap  hari maupun senam hamil sebanyak 3-4 kali seminggu selama 20-30 menit.

  • Jaga pola makan dan asupan gizi

Apa yang dikonsumsi oleh bumil dapat memengaruhi kondisi fisik dan mental. Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi gizi seimbang disertai dengan mengonsumsi air putih yang cukup, tubuh dapat lebih berenergi dan menurunkan tingkat stres. Walaupun begitu, bumil juga perlu memerhatikan porsi dari asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Jika tidak, maka kondisi ini dapat meningkatkan risiko obesitas.

  • Istirahat yang cukup

Cara mengatasi stres hamil anak pertama selanjutnya, yaitu mencukupi kebutuhan istirahat bumil. Waktu tidur yang terlampau sedikit dapat memperburuk tingkatan stres yang dialami.

Bumil dapat mengonsumsi teh chamomile, mandi air hangat, atau mendengarkan musik yang menenangkan agar dapat tertidur lebih cepat dan mendapatkan waktu istirahat yang lebih berkualitas.

Lalu, adakah perbedaan kondisi ketika hamil anak pertama dengan anak kedua?

Jika bumil berencana untuk menambah momongan, penting untuk digarisbawahi bahwa menyukseskan kehamilan anak pertama perlu diutamakan. Tidak menutup kemungkinan, bahwa bumil juga dapat mengalami stres saat hamil anak kedua nanti. 

Selain itu, terdapat perbedaan mendasar mengenai kondisi bumil secara fisik saat hamil anak pertama dengan kedua:

  • Perut lebih buncit

Saat hamil anak pertama, perut bumil akan mengalami buncit yang cukup signifikan pada trimester pertama. Namun, saat hamil anak kedua, perut buncit bumil akan lebih terlihat sejak awal kehamilan. Kondisi ini disebabkan, karena otot perut bumil telah kendur akibat hamil anak pertama.

  • Kontraksi Braxton hicks (kontraksi palsu)

Saat bumil mengandung anak kedua, bumil cenderung merasakan kontraksi palsu lebih awal jika dibandingkan dengan hamil anak pertama.

  • Perubahan kondisi payudara

Saat hamil anak pertama, payudara bumil akan terasa sangat sensitif dan ukurannya cenderung membesar. Namun, saat hamil kedua, kondisi payudara bumil tidak begitu sensitif dan tidak terlalu membesar seperti momen kehamilan pertama.

Read More
Parenting

Inilah Kewajiban Orang Tua Menurut Islam

Sebenarnya, tidak hanya kewajiban anak kepada orang tua yang perlu untuk dipenuhi. Namun, kewajiban orang tua kepada anak juga harus dipenuhi. Apalagi dalam Islam, anak sesungguhnya merupakan titipan dan berhak mendapatkan hak dari orang tuanya. Maka dari itu, Bukan hanya anak saja yang harus memenuhi kewajibannya pada orang tua. Melainkan kewajiban orang tua pada anak pun harus dipenuhi.

Berikut ini 7 kewajiban orang tua kepada anak menurut Islam yang perlu diketahui:

1. Memberi Nama yang Baik

Moms, kewajiban orang tua kepada anaknya dalam Islam yang pertama adalah memberikan nama yang baik.

“Sesungguhnya kamu sekalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kamu sekalian, maka perbaguslah nama kalian.” (HR. Abu Dawud)

2. Memberi Anak Air Susu Ibu (ASI)

Kewajiban oang tua pada anak yang harus dipenuhi ialah memberinya Air Susu Ibu (ASI). Hal ini pun sudah tertulis dalam kitab suci Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 233.

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan pernyusuannya.” (QS. Al-Baqarah:233)

Tidak diragukan lagi kalau ASI adalah makanan pertama bayi yang besar manfaatnya. Ibnu Sina, seorang dokter kenamaan Islam menegaskan kalau penyusuan alami memiliki manfaat.

“Seorang bayi sebisa mungkin harus menyusu dari air susu ibunya. Sebab, mengulum puting susu ibu terkandung manfaat yang sangat besar dalam menolak segala sesuatu yang rentan membahayakan dirinya.”

Kewajiban oang tua pada anak yang harus dipenuhi ialah memberinya Air Susu Ibu (ASI). Hal ini pun sudah tertulis dalam kitab suci Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 233.

3. Mendidik Anak dengan Baik

ewajiban orang tua yang ketiga adalah mendidik anak-anaknya dengan baik. Pendidikan untuk anak inilah hal yang paling penting dan paling utama harus diberikan pada anak.

Seorang anak harus mendapatkan pendidikan yang baik dan sama dengan anak-anak lainnya. Termasuk pendidikan mengenai agama dan akhlak-akhlak yang baik dan benar sesuai dengan tuntunan agama Islam.

Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dari kakek Ayub Bin Musa Al Quraisy dari Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiada satu pemberian yang lebih utama yang diberikan ayah kepada anaknya selain pengajaran yang baik.”

4. Megajarkan Al-Quran

Mengajarkan anak meneladani Al-Quran adalah kewajiban orang tua. Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ali radiyallahu ‘anhu, bersabda:

“Ajarkanlah tiga hal kepada anak-anak kalian, yakni mencintai nabi kalian, mencintai keluarganya, dan membaca Al-Quran. Sebab para pengusung Al-Quran berada di bawah naungan arsy Allah pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naunganNya, bersama para nabi dan orang-orang pilihanNya. Dan, kedua orang tua yang memperhatikan pengajaran Al Qur’an kepada anak-anak mereka, keduanya mendapatkan pahala yang besar.”

5. Bersikap Adil terhadap Anak-anaknya

Berusaha memberikan keadilan pada anak-anak penting untuk dilakukan. Misalnya dalam memberi kasih sayang yang sama terhadap masing-masing anak. Kasih sayang orang tua merupakan hak setiap anak dan harus diberikan secara adil.

Tidak hanya kasih sayang, memberikan sesuatu pada anak pun harus adil. Tidak boleh ada yang lebih banyak ataupun lebih sedikit.

6. Memberi Nafkah dan Makanan yang Halal

Kewajiban lain yang harus dipenuhi ialah memberi nafkan dan makanan yang halal. Seperti sabda Rasulullah SAW kepada Sa’ad Bin Abi Waqhas, “Baguskanlah makananmu, niscaya doamu akan dikabulkan.”

Berusaha memberikan keadilan pada anak-anak penting untuk dilakukan. Misalnya dalam memberi kasih sayang yang sama terhadap masing-masing anak. Kasih sayang orang tua merupakan hak setiap anak dan harus diberikan secara adil.

7. Menikahkan dengan Calon Suami/Istri yang Baik

Sebagaimana firman-Nya, “Kawinkanlah anak-anak kamu (yang belum kawin) dan orang-orang yang sudah waktunya kawin dari hamba-hambamu yang laki-laki ataupun yang perempuan. Jika mereka itu orang-orang yang tidak mampu, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari anugerah-Nya,” (QS. An-Nur: 32)

Itulah 7 kewajiban orang tua pada anak dalam Islam. Semoga kita dapat melaksanakan kewajiban ini dengan baik dan dorong anak untuk hidup berkeluarga agar ia terbebas dari kemaksiatan. Amiin.

Read More

Hindari Makanan Ini untuk Jaga Kualitas Kandungan ASI

ASI memiliki peran yang penting bagi pertumbuhan bayi. Untuk memberikan nutrisi bagi bayi, ibu perlu menjaga kualitas kandungan ASI dengan mengatur pola hidup sehat. Kesalahan dalam mengonsumsi makanan atau diet yang tidak tepat bisa berdampak pada kualitas ASI yang dikonsumsi oleh bayi.

Makanan yang harus dihindari selama menyusui

Pada masa menyusui, ibu dianjurkan untuk mengonsumsi lebih banyak kalori dan makanan sehat seperti sayur dan buah-buahan. Meski begitu, ibu tetap harus memilih buah dan sayuran yang tepat bagi kualitas ASI.

Untuk menjaga kualitas kandungan ASI, ibu sebaiknya menghindari makanan berjenis:

  • Ikan dan seafood

Pada dasarnya, makanan laut sepert ikan kaya akan omega 3 dan cocok menjadi sumber protein. Akan tetapi, sebagian besar makanan laut memiliki kandungan merkuri yang sangat tinggi. Kandungan tersebut memiliki dampak berbahaya bagi pertumbuhan anak-anak dan bayi.

Bayi yang mengonsumsi ASI dengan kandungan merkuri lebih mungkin mengalami hambatan pada masa pertumbuhan. Kandungan tersebut akan menyerang sistem saraf pusat bayi dan berdampak pada kognisi, keterampilan motor halus, dan kemampuan berbahasa pada bayi.

Secara khusus, jenis ikan dengan kadar merkuri sangat tinggi antara lain ikan tuna, ikan hiu, makerel, dan ikan todak.

  • Alkohol dan kafein

Selama menyusui, ibu dianjurkan untuk menjauhkan diri dari alkohol. Biasanya, satu kali konsumsi alkohol memerlukan waktu dua hingga tiga jam untuk benar-benar terlarut dan tidak tercampur di dalam kandungan ASI. Kadar alkohol yang terlalu tinggi akan mengurangi 20% kualitas kandungan dalam ASI.

Selain itu, ibu menyusui juga harus membatasi konsumsi kafein setiap harinya. Sebaiknya, konsumsi kafein tidak dilakukan lebih dari 2-3 gelas per hari. Kandungan kafein yang tercampur dalam ASI akan mempengaruhi bayi dan membuat bayi mengalami gangguan saat tidur.

Kandungan kafein tidak hanya diperoleh dari kopi, tapi juga teh, minuman bersoda, dan cokelat. Oleh sebab itu, hindari mengonsumsi hal-hal ini selama masa menyusui demi menjaga kualitas kandungan ASI bagi bayi.

  • Suplemen herbal dan rempah-rempah

Beberapa jenis rempah-rempah dapat memiliki dampak negatif bagi ASI apabila dikonsumsi selama masa menyusui. Rempah-rempah yang terkandung dalam suplemen herbal juga bisa memberikan efek yang sama dengan rempah-rempah yang dikonsumsi secara langsung.

Secara khusus, rempah-rempah dalam teh sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui. Sebagian suplemen herbal juga mungkin mengandung zat-zat yang berbahaya bagi bayi. Oleh sebab itu, konsumsi suplemen herbal dan rempah-rempah harus dikonsultasikan dengan dokter spesialis kandungan terlebih dahulu.

  • Makanan olahan

Makanan olahan umumnya memiliki kandungan kalori dan lemak tidak sehat yang tinggi, namun rendah akan serat, vitamin, mineral, dan mineral. Untuk itu, konsumsi makanan olahan sangat tidak dianjurkan bagi ibu menyusui.

Demi menjaga kualitas kandungan ASI, penting bagi ibu untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang. Hal itu bisa dilakukan dengan lebih banyak mengonsumsi makanan yang dimasak sendiri di rumah.

Konsumsi lemak dan gula berlebih selama masa menyusui akan berdampak pada kebiasaan makan anak nantinya. Bayi yang mengonsumsi ASI dengan kandungan lemak dan gula tinggi lebih mungkin untuk mengalami obesitas seiring bertambahnya usia.

Itulan makanan-makanan yang perlu dihindari oleh ibu menyusui demi menjaga kualitas kandungan ASI. Masa menyusui adalah masa yang krusial, sehingga ibu harus memastikan kesehatan diri dan bayi. Konsultasikan pada dokter untuk memastikan jenis-jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi selama masa menyusui.

Read More

Ketahui Hal-hal Ini Agar Anak Berenang dengan Aman

Berenang bisa menjadi kegiatan fisik yang menyenangkan bagi anak-anak. Selain melatih kekuatan otot tubuh, pelajaran berenang juga bermanfaat untuk membantu anak bergerak aktif dalam air, dan mencegah bahaya tenggelam.

Anak-anak tidak perlu mahir berbagai macam gaya renang. Bisa naik ke permukaan, mengapung dan berenang, sudah lebih dari cukup untuk menyelamatkan anak dari bahaya tenggelam. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diketahui orangtua tentang pelajaran berenang untuk anak:

1. Usia Minimal 4 Tahun

Meski tampaknya bayi bisa berenang, sebenarnya kemampuan kognitif anak untuk belajar berenang baru berkembang setelah usia 4 tahun. Pada usia ini, anak mampu mendengarkan, mengikuti petunjuk dan mengingat yang sudah dipelajari.

Akan tetapi, mengajarkan cara berenang kepada balita juga akan bermanfaat untuk mencegah kecelakaan karena tenggelam atau jatuh ke dalam air. Anda dapat mengajari anak cara kembali ke tepi kolam.

2. Mengutamakan Keamanan

Kolam renang atau pantai tempat anak belajar berenang harus aman. Orangtua harus memastikannya sendiri. Selain itu, pastikan kebersihan kolam dan sarana yang ada. Minta bantuan petugas kolam renang atau penjaga pantai untuk turut mengawasi dan menandai daerah yang dalam, agar keselamatan anak senantiasa terjaga.

3. Pengawasan Instruktur

Instruktur atau pelatih renang harus mengantongi sertifikasi yang meyakinkan dari lembaga terkait. Jumlah antara pelatih dan siswa harus seimbang, agar semua anak yang berenang dapat diawasi dengan baik.

Pelatihan harus sesuai dengan kurikulum dan menyesuaikan kemampuan anak. Secara umum, anak harus dibiasakan terlebih dahulu dengan air. Pastikan instruktur menyiapkan penilaian serta rencana kurikulum yang jelas dari awal berlatih hingga mahir berenang.

4. Memberikan Pelampung

Pelampung dapat membantu anak-anak belajar berenang. Anak juga lebih percaya diri dan aman saat diperkenalkan ke kolam renang. Pelampung ini akan membantu posisi anak mendapatkan posisi yang tepat, sehingga anak tidak terlalu takut saat pertama kali belajar berenang. Seiring meningkatnya tahap metode pembelajaran, anak bisa dibiasakan secara bertahap untuk tidak tergantung pada pelampung.

5. Membantu Anak yang Takut Air

Tak jarang, anak-anak berhenti belajar berenang karena takut tenggelam. Kondisi ini sangat normal. Jangan paksa anak. Sebab, pemaksaan hanya semakin membuat anak enggan belajar berenang. Orangtua dan pelatih bisa mengajari anak secara bertahap, dengan sugesti pikiran yang positif.

Meskipun anak sudah bisa berenang, risiko tenggelam tetap ada. Anak pun bisa mengalami kram, kelelahan, terperangkap, tersangkut atau terjebak arus. Bahkan, kondisi ini juga dialami oleh para perenang profesional.

Jadi, selama pelajaran berenang di kolam renang, sangat penting untuk selalu mengawasi anak-anak. Pastikan anak menggunakan pelampung atau life jacket.

Read More