Apakah Sebaiknya Mengonsumsi Patin Siam atau Dihindari?

Ikan patin siam dikenal juga dengan swai fish, adalah spesies ikan lele dalam famili Pangasiidae. Ikan ini memiliki tekstur daging yang lembut, terasa ringan, dan mudah disiapkan, karena filletnya tidak bertulang. Selain itu, harga patin siam pun juga sangat terjangkau.

Sayangnya, ikan ini mungkin tidak memiliki kandungan gizi dan manfaat kesehatan yang sama dengan ikan lainnya. Bahkan, ikan ini diragukan nutrisi dan manfaatnya karena proses pengolahannya yang sebagian besar diimpor dari Vietnam. 

Fakta kandungan nutrisi patin siam

Untuk melihat seberapa banyak nutrisi yang akan Anda peroleh ketika mengonsumsi patin siam, berikut ini adalah kandungan zat gizi dalam 113 gram patin siam, yaitu:

  • Energi : 70 Kalori
  • Protein : 15 gram
  • Lemak : 1,5 gram
  • Karbohidrat : 0 gram
  • Omega-3 : 11 mg
  • Kolesterol : 45 gram
  • Natrium : 350 mg
  • Niacin : 14% AKG
  • Vitamin B12 : 19% AKG
  • Selenium : 26% AKG

Dari kandungan zat gizi ini, dapat dilihat bahwa patin siam tidak mengandung karbohidrat. Jumlah natriumnya bisa bervariasi pada setiap ikan, karena biasanya patin siam diberikan tambahan pengawet sodium tripolyphosphate untuk menjaga ikan tetap lembab dan tidak rusak selama proses pengolahan dan pengiriman. Untuk kandungan vitamin B12 dan niacin dalam ikan patin siam juga bervariasi tergantung pada pakan yang diberikan.

Manfaat mengonsumsi patin siam 

The American Heart Association dan The Dietary Guidelines for Americans (2015 – 2020) menyarankan agar kita makan ikan atau kerang minimal dua kali dalam seminggu. Ikan berlemak yang mengandung asam lemak omega-3 lebih tinggi dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan otak. 

Seperti yang kita lihat, patin siam adalah ikan yang rendah kalori, sehingga pilihan yang cocok untuk Anda yang sedang menjalani pola makan defisit kalori. Kandungan proteinnya yang moderat dapat membantu tubuh Anda membangun otot, menghasilkan hormon dan enzim yang diperlukan, serta meningkatkan tingkat energi Anda untuk kalori yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan daging.

Perhatikan alergi!

Jika Anda tidak memiliki masalah alergi saat mengonsumsi ikan lainnya, maka besar kemungkinan Anda tidak alergi dengan patin siam. Jika seandainya Anda memiliki alergi terhadap kerang, bukan berarti Anda juga alergi terhadap patin siam. 

Namun, Anda tetap harus berhati-hati, karena alergi bisa saja muncul dan hanya terjadi pada beberapa jenis ikan tertentu saja, tidak menutup kemungkinan pada ikan patin siam

Seperti alergi makanan lainnya, alergi yang terjadi pada patin siam kemungkinan besar menimbulkan gejala, seperti gatal-gatal, mual, muntah, atau sakit kepala setelah mengonsumsinya.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan

Mungkin Anda pernah mendengar isu tentang keamanan mengonsumsi patin siam. Hal itu terjadi karena lingkungan produksi patin siam yang sebagian besar dibudidayakan di Sungai Mekong di Vietnam. 

Industri peternakan patin siam tersebut menghasilkan limbah cair dalam jumlah yang cukup besar, sehingga dapat merusak ekosistem sungai. Ditambah lagi, banyak peternakan yang dianggap melakukan pembuangan sampah ilegal, sehingga memperburuk kondisi lingkungan tersebut. Akibatnya, peternakan ikan patin siam juga ikut terpengaruh. 

Di sisi lain, praktik budidaya ikan patin siam di Vietnam juga sering menggunakan bahan kimia dan antibiotik. Hal ini membuat kegiatan ekspor ikan patin siam sering mengalami penolakan di negara-negara Eropa, karena tingginya tingkat residu antibiotik. 

Hal yang tidak kalah penting juga adalah kontaminasi merkuri. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% sampel patin siam yang diuji mengandung merkuri melebihi batas aman yang direkomendasikan oleh WHO.

Beberapa hal inilah yang harus Anda pertimbangkan sebelum mengonsumsi ikan patin siam. Memang, ikan ini juga bermanfaat untuk tubuh kita. Namun, bila Anda merasa ikan patin siam yang akan dikonsumsi tidak terjamin keamanannya, maka lebih baik mengonsumsi jenis ikan lain yang jauh lebih aman dan mungkin, lebih kaya nutrisi dibandingkan dengan patin siam.

Read More

Garam Kosher untuk Memasak

Pernah bertanya-tanya mengapa banyak resep menggunakan garam kosher daripada garam biasa? Jika Anda berasumsi bahwa mereka bisa saling menggantikan, ternyata tidak.

Garam kosher adalah garam yang dapat dimakan dengan butiran rata dan kasar tanpa bahan tambahan. Bahan garam kosher terutama terdiri dari natrium klorida. Berikut perbedaan signifikan antara garam kosher dan garam biasa atau garam meja:

  • Garam kosher memiliki butiran yang lebih lebar dan lebih kasar dibandingkan garam meja. Bentuk butiran garam kosher yang lebih luas memberikan cara dan cita rasa yang lebih lembut daripada garam meja. Menggunakan garam kosher meningkatkan cita rasa makanan, bukan membuatnya terasa asin.
  • Garam kosher tidak mengandung yodium, yang dapat memberi rasa pahit pada makanan yang diasinkan dengan garam meja. Jika Anda makan makanan seimbang dengan buah dan sayuran, Anda kemungkinan besar mengonsumsi cukup yodium alami dan tidak memerlukan tambahan yodium dalam garam meja.

Karena garam kosher memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi di berbagai merek, tidak selalu terukur secara konsisten takaran yang perlu Anda gunakan. 

Penggunaan terbaik garam kosher adalah saat Anda membumbui makanan dengan tangan Anda, terutama daging dan sayuran sebelum dimasak.

Secara keseluruhan, garam kosher adalah garam bebas yodium. Jika Anda menghindari garam meja beryodium karena, selain rasa yodium yang tidak menyenangkan, gunakan garam kosher. Karena semua yang Anda masak akan terasa lebih enak.

Read More
Kesehatan Wanita

Ibu Hamil, Jangan Lewatkan Manfaat Minyak Zaitun untuk Anda dan Bayi Berikut Ini!

manfaat minyak zaitun bagi ibu hamil dan janin

Selama proses mengandung, tidak jarang ibu hamil mendapati stretch mark pada area kulit. Biasanya ibu hamil akan menggunakan krim tertentu untuk menghilangkan bekas ini. Sebagai alternatif, ibu hamil dapat mengoleskan minyak zaitun. Diketahui bahwa manfaat minyak zaitun cukup penting, baik bagi ibu hamil maupun bayi yang dikandung. Apa saja manfaat minyak zaitun tersebut? Mari simak informasi selengkapnya di bawah ini.

  • Membantu memudarkan stretch mark

Telah disebutkan sebelumnya, bahwa stretch mark dapat saja muncul sebagai perubahan normal pada tubuh ibu hamil. Hal ini terjadi ketika tubuh calon bayi semakin membesar, yang menyebabkan otot panggul dan perut ibu hamil akan secara alami ikut meregang, sehingga janin mendapatkan ruang lebih untuk tumbuh. 

Manfaat minyak zaitun ini tidak lain untuk membantu memudarkan stretch mark tersebut. Penggunaannya cukup sederhana, yaitu hanya dengan mengoleskan minyak zaitun ke area timbulnya stretch mark secara rutin.

Sayangnya, hal ini belum didukung oleh penelitian yang cukup. Sebuah penelitian bahkan menegaskan bahwa mengoleskan minyak zaitun sebanyak dua kali sehari tidak dapat mencegah timbulnya stretch mark.

  • Mengoptimalkan perkembangan janin

Dalam minyak zaitun, terdapat kandungan asam lemak omega-3 yang berguna untuk mengoptimalkan perkembangan otak dan mata janin. Di samping itu, manfaat minyak zaitun juga dapat menjaga berat dan tinggi badan ideal bayi ketika ia dilahirkan nanti. 

  • Menjaga kesehatan kulit bayi 

Manfaat minyak zaitun lainnya untuk ibu hamil dan bayi tidak hanya dapat dirasakan pada saat periode mengandung. Namun, saat bayi telah dilahirkan, manfaat minyak zaitun ternyata penting bagi kesehatan kulit bayi yang membuat kulit terasa lebih lembut dan kenyal. Memijat bayi menggunakan minyak zaitun diyakini dapat melancarkan sistem pencernaan dan membantu bayi tertidur pulas. 

  • Kaya akan vitamin E

Selain asam lemak omega-3, minyak zaitun ternyata kaya akan vitamin E, bahkan kandungan vitamin E dalam minyak zaitun 13% lebih besar dari kebutuhan harian vitamin E manusia. Dengan jumlah vitamin E sebanyak itu, manfaat minyak zaitun yang akan didapatkan dapat, yaitu membantu mengoptimalkan perkembangan bayi dalam kandungan. Di samping itu, vitamin e juga ternyata dapat membantu mengoptimalkan fungsi ginjal dan pankreas pada bayi prematur.

  • Mencegah terjadinya infeksi

Selain mengandung vitamin E dan asam lemak omega-3, ternyata minyak zaitun yang kaya akan vitamin A. manfaat minyak zaitun ini diyakini dapat menunjang sistem kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya infeksi selama periode kehamilan. Vitamin A juga diketahui dapat membantu perkembangan mata janin. 

Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A dapat menjaga kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandung.

  • Memaksimalkan fungsi psikomotorik janin

Manfaat minyak zaitun lainnya, yaitu diyakini dapat memaksimalkan fungsi psikomotorik janin, yaitu kemampuan refleks bayi terhadap lingkungan sekitarnya. Hal ini telah diamati oleh para ahli. Hasilnya, membuktikan bahwa ibu hamil yang selama masa mengandung mengonsumsi minyak zaitun, melahirkan bayi dengan kemampuan psikomotorik yang lebih optimal.

  • Membersihkan kulit kepala bayi

Manfaat minyak zaitun terus dirasakan, bahkan saat bayi telah dilahirkan. Mengoleskan minyak zaitun pada kulit kepala bayi dan mendiamkannya untuk beberapa menit, dapat mengatasi ruam atau sisik pada kulit kepalanya. Kemudian, ketika kerak dari ruam tersebut telah melunak, kulit kepala bayi dapat dibersihkan dengan mudah menggunakan sisir berbulu halus.

Read More
Hidup Sehat

Menilik Ciri dan Karakter Jenis Beras yang Dapat Dikonsumsi

Sebagai orang Indonesia, makanan sehari-hari yang umumnya dikonsumsi adalah nasi. Beras telah menjadi bahan pokok utama di Indonesia. Bahkan sebagian orang beranggapan bahwa “belum makan, kalau belum makan nasi”, menegaskan begitu pentingnya peran beras bagi kebutuhan makanan masyarakat Indonesia. Jika biasanya sebagian besar masyarakat Indonesia mengonsumsi beras putih, tahukah Anda bahwa terdapat beberapa jenis beras yang tak kalah bergizi?

Kandungan gizi yang terdapat dalam beras, antara lain karbohidrat, mineral, protein, lemak, dan serat baik bagi tubuh. Ternyata tiap jenis beras yang berbeda dari segi awarna, rasa, dan nilai gizi, sama-sama mengandung antioksidan yang baik bagi tubuh. Lalu, apa saja jenis beras yang dapat Anda konsumsi? Mari simak informasi lengkapnya berikut.

Jenis beras yang perlu Anda kenali

Terdapat ribuan varietas beras yang tersedia. Di antaranya terdapat lima jenis beras yang umum dikonsumsi dengan kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan manusia.

  • Beras putih

Tentu Anda tidak asing dengan jenis beras ini, bukan? Beras putih merupakan jenis beras yang paling umum dikonsumsi sebagai makanan pokok sebagian besar orang Indonesia. Sebelum beras laik untuk dikonsumsi, kulit dan dedak beras harus dibersihkan terlebih dulu. Tujuannya tidak lain untuk memperpanjang usia simpan beras. Walaupun begitu, akibat proses ini, terdapat beberapa senyawa dan nutrisi baik yang hilang.

Tidak perlu khawatir. Beras putih masih tetap bermanfaat untuk tubuh kok. Kandungan yang ada di dalamnya, yaitu protein, antioksidan, vitamin, serat, dan mineral dalam jumlah yang lebih rendah. Walaupun kaya akan zat bergizi, beras putih memberikan efek yang cukup signifikan terhadap kadar gula darah. Bagi penderita diabetes, tentunya mengonsumsi jenis beras putih ini perlu diwaspadai.

  • Beras hitam

Pernahkah Anda mendengar tentang jenis beras hitam? Sesuai dengan sebutannya, beras hitam memiliki ciri warna hitam pekat dan akan berubah menjadi keunguan ketika diolah.

Dari sebuah penelitian, disebutkan bahwa beras hitam memiliki kandungan antioksidan yang paling tinggi di antara semua varietas beras. Antioksidan ini dapat berfungsi sebagai pelindung sel tubuh dari segala kerusakan yang disebabkan radikal bebas.

Beras hitam juga memiliki kandungan antiradang yang kuat, bahkan jenis beras ini juga memiliki sifat antikanker yang mampu menurunkan risiko terjadinya kanker.

  • Beras merah

Beberapa orang memilih jenis beras dibanding dengan beras putih, karena memiliki kandungan protein dan serat yang lebih tinggi. Selain itu, di dalam beras merah juga terdapat kandungan antioksidan flavonoid yang mencakup zat anthocyanins apigenin, myricetin, dan quercetin.

Flavonoid ini dipercayai dapat mengurangi peradangan yang terjadi pada tubuh. Selain itu, beras merah juga dipercaya dapat menangkal radikal bebas secara efektif.

  • Beras cokelat

Jenis beras yang satu ini umumnya dikonsumsi oleh orang-orang yang sedang menjalani program diet. Kandungan protein dan serat dalam beras cokelat lebih tinggi dibanding dengan beras putih. Dengan begitu, seseorang akan lebih cepat merasa kenyang, sehingga dapat mengontrol porsi makanannya.

Kandungan lain yang ada dalam beras cokelat, yaitu flavonoid antioksidan apigenin, quercetin, dan luteolin. Ketiga senyawa ini dipercaya dapat mencegah risiko penyakit tertentu, seperti jantung dan kanker. Selain itu, beras cokelat juga dapat membantu seseorang, terutama pasien diabetes, dalam mengontrol kadar gula darah dan insulin.

Read More
Hidup Sehat

Cobalah 3 Resep Ini, Agar Makanan Buka Puasa Bervariasi

Kreasi makanan buka puasa yang bisa tingkatkan selera makan

Menjelang hari-hari terakhir bulan Ramadan seperti saat ini, beberapa dari Anda mungkin mulai bingung dalam menyiapkan sajian berbuka puasa. Kadang, sudah merasa bosan dengan pilihan menu yang itu-itu saja. 

Di bawah ini, ada beberapa menu yang patut Anda coba agar makanan buka puasa menjadi variatif. 

Pilihan makanan buka puasa, lezat dan menyehatkan

Pilihan makanan buka puasa memang perlu lebih cermat. Perut Anda telah kosong selama kurang lebih 12 jam, sehingga pilihan menu yang kurang tepat dapat membuat perut menjadi kembung atau terasa tidak nyaman. 

Nah, untuk menghindari hal tersebut, Anda tentu perlu lebih selektif dalam menyajikan makanan buka puasa. Lezat saja tidak cukup, tetapi juga harus sehat. Mari simak rekomendasinya menu sehat dan lezat di bawah ini!

1. Tumis daging sapi dan pakcoy

Kombinasi daging sapi dan pakcoy merupakan pilihan menu buka puasa yang lezat dan sehat.  Proses memasaknya pun cukup praktis. 

Potong daging sapi dalam menjadi ukuran kecil dan masukkan ke dalam mangkuk yang berisi jahe, kecap, serta tepung maizena. Aduk hingga merata. Marinasi daging hingga bumbunya meresap. 

Selanjutnya, panaskan wajan dan minyak secukupnya. Lalu, masukkan daging sapi yang telah dimarinasi tersebut. Tumis hingga warnanya berubah kecoklatan, kemudian sisihkan. 

Bersama dengan bumbu marinasi, pakcoy dimasukkan ke dalam wajan dan ditumis selama 1-2 menit. Saat aroma bumbu sudah tercium, masukkan kembali daging sapi. 

Proses memasak perlu dilakukan seperti di atas, agar vitamin C, vitamin E, serta beta karoten yang terkandung di dalam pakcoy tidak rusak akibat pemanasan terlalu lama. 

2. Sup Miso

Sup dapat menjadi pilihan makanan buka puasa yang sangat tepat, ringan dan menghangatkan perut, serta tidak akan menyebabkan kembung. Pertama, Anda perlu menyiapkan bahannya terlebih dahulua, wakame (sejenis rumput laut) direndam dan tofu dipotong menjadi beberapa bagian kecil. 

Sementara bahan tersebut direndam, Anda dapat memanaskan air dashi, yaitu kaldu campuran saru kombu dan ikan cakalang. Setelah air dashi mendidih, masukkan wakame dan tofu. 

Menu ini sangat kaya protein, rendah lemak, tetapi juga lezat. Rasa tidak nyaman dan kembung tidak akan Anda rasakan, bila makanan buka puasa Anda adalah sup miso. Selain itu, mengonsumsi sup miso juga membantu tubuh Anda tetap terhidrasi. 

3. Pasta tuna dan bayam

Rekomendasi makanan buka puasa yang terakhir ini dapat dikatakan merupakan menu yang seimbang, yaitu pasta tuna dan bayam. Terdapat karbohidrat dari pasta, protein dan asam lemak omega-3 dari tuna, serta aneka vitamin dan mineral dari bayam. Lengkap, bukan?

Cara membuatnya pun tidak sulit. Anda mulai dengan merebus pasta hingga matang. Lalu, dalam wajan berbeda, tumis bawang dengan mentega selama lima menit. Setelah aroma harum bawang menguar, masukkan tuna sesuai porsi Anda ke dalam wajan tersebut. 

Tumis tuna bersama bawang sambil agak dihancurkan agar bentuk tuna menjadi serpihan. Kemudian, masukkan bayam. Untuk memperoleh rasa yang lebih kaya, Anda dapat menambahkan garam, lada, dan keju permesan. 

Langkah terakhir, masukkan pasta yang telah disiapkan di awal. Aduk hingga merata, dan pasta tuna bayam pun siap dihidangkan. 

Sebetulnya tidak terlalu sulit untuk menyajikan makanan buka puasa yang sehat dan tetap lezat. Anda hanya perlu sedikit lebih kreatif saja, selamat mencoba!

Read More